Berita  

Warga Apresiasi Polsek Puncu, Lokasi Rawan Balap Liar di Satak Berangsur Aman

KEDIRI, Jawa Timur — Warga Desa Satak, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, mulai bisa bernapas lega. Lokasi yang sebelumnya dikenal sebagai titik rawan balap liar kini berangsur kondusif setelah adanya peningkatan pengawasan serta keterlibatan aktif masyarakat bersama aparat.

Dalam beberapa bulan terakhir, kawasan tersebut sempat menjadi sorotan karena kerap dipadati remaja yang melakukan aksi balap liar pada sore hari. Selain mengganggu ketertiban umum, aktivitas tersebut juga menimbulkan keresahan warga akibat kebisingan dan tingginya risiko kecelakaan lalu lintas.

Kini kondisi berubah cukup signifikan. Berdasarkan pantauan di lapangan, kerumunan kendaraan yang sebelumnya rutin memadati jalur tersebut sudah jauh berkurang. Lokasi yang dulu ramai oleh gerombolan pemuda yang adu kecepatan kini tampak lebih lengang, sementara arus lalu lintas relatif lebih tertib.

Sejumlah warga mengapresiasi langkah aparat dari Polsek Puncu Polres Kediri bersama unsur terkait yang dinilai lebih responsif terhadap keluhan masyarakat. Patroli yang dilakukan lebih intens serta pendekatan persuasif kepada para remaja disebut menjadi faktor penting meredanya aktivitas balap liar.

“Sekarang sudah jauh lebih tenang. Dulu hampir setiap sore bising sekali. Terima kasih kepada Bapak Kapolsek Puncu yang telah merespons keluh kesah warga Desa Satak. Yang sebelumnya waswas dengan aksi balap liar, sekarang sudah adem ayem dan kondusif,” ujar salah satu warga.

Upaya penertiban tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga langkah pencegahan melalui pemasangan banner imbauan serta sosialisasi kepada orang tua dan komunitas pemuda. Pendekatan kolaboratif ini dinilai efektif menekan potensi pelanggaran berulang.

Dengan patroli rutin dan pemasangan banner peringatan, Polsek Puncu Polres Kediri disebut berhasil mensterilkan lokasi yang sebelumnya kerap digunakan untuk balap liar dan berkumpulnya gerombolan pemuda. Warga Desa Satak pun menyampaikan apresiasi atas respons cepat aparat terhadap keluhan masyarakat.

Meski demikian, warga berharap kondisi kondusif ini dapat terus dijaga secara konsisten. Mereka meminta patroli rutin tetap dilakukan agar lokasi tersebut tidak kembali menjadi arena balap liar.

Pemerhati keamanan lingkungan menilai, perubahan di Desa Satak dapat menjadi contoh penanganan gangguan ketertiban berbasis kolaborasi antara aparat dan masyarakat. Konsistensi pengawasan serta partisipasi warga disebut menjadi kunci utama agar situasi tetap aman dan terkendali dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *