Di tengah antrean yang terjadi di sejumlah SPBU, Pertamina memastikan ketersediaan BBM di Makassar tetap aman

Di tengah antrean yang terjadi di sejumlah SPBU, Pertamina memastikan ketersediaan BBM di Makassar tetap aman

KOTA MAKASSAR, SULAWESI SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 14 September 2026, SUARA INDONESIA, MAKASSAR – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar mulai mendapat penanganan serius. Di tengah antrean yang terjadi di sejumlah SPBU, Pertamina memastikan ketersediaan BBM di Makassar tetap aman. Menurut Eko, langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.

Keterangan yang tercatat menyebut Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, mengatakan Pertamina akan meningkatkan kinerja manajemen dan operator SPBU sekaligus mengoptimalkan fasilitas pengisian yang tersedia. Kami dari Pertamina akan meningkatkan kinerja manajemen dan operator SPBU, sekaligus mengoptimalkan seluruh fasilitas pengisian agar pelayanan kepada masyarakat di Makassar berlangsung lebih cepat," kata Eko. Menurut Eko, langkah tersebut mulai menunjukkan hasil. Nanti akan ada tim kami mencari solusi seperti apa bentuk teknis pelaksanaannya," jelas Eko.

Data lain dalam laporan menunjukkan Salah satu langkah yang ditempuh Pertamina adalah membuka buffer zone selama 24 jam. Kita juga sudah membuka buffer zone 24 jam dan kemudian kemarin ada sekitar 12 SPBU yang kita buka full Pertalite," ungkap Eko. Hingga Minggu siang, terdapat 15 SPBU di Makassar yang kondisi antreannya mulai landai. Alhamdulillah hari ini kami laporkan sampai siang tadi ada 15 SPBU sudah landai. Pertamina optimistis kondisi antrean BBM di Makassar akan terus membaik dalam beberapa hari ke depan.

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Antrean bahkan sempat mengganggu kelancaran lalu lintas dan aktivitas masyarakat. Eko menyebut dirinya bersama tim Pertamina telah berada di Makassar sejak Jumat untuk melakukan evaluasi sekaligus menyusun sejumlah strategi penanganan antrean. Sejak Jumat saya hadir dari Jakarta bersama tim, dan kita juga membuat beberapa strategi untuk bisa memecahkan antrean, termasuk berkoordinasi dengan beberapa elemen masyarakat untuk mendapatkan masukan," jelasnya. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu mengatur kendaraan sebelum masuk ke area pelayanan SPBU sehingga antrean tidak kembali meluber ke badan jalan. Pertamina juga menambah SPBU yang memberikan pelayanan penuh untuk produk Pertalite.

PT Pertamina Patra Niaga bertemu Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi untuk membahas langkah percepatan pelayanan dan penguraian antrean BBM. Pertemuan tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Minggu (13/9/2026). Dalam pertemuan itu, Pertamina memastikan stok BBM di Kota Makassar dalam kondisi aman. Pertamina juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar untuk mencari solusi agar antrean BBM dapat segera terurai tanpa mengganggu distribusi kepada masyarakat. Hari ini kami berkoordinasi dengan Pak Wali untuk melaporkan kondisi distribusi BBM di Kota Makassar khususnya, dan secara umum," ujarnya. Ini juga salah satu upaya agar nozzle yang ada di SPBU bisa dioptimalkan untuk melayani masyarakat, khususnya di Kota Makassar," lanjutnya. Selain optimalisasi pelayanan, Pemerintah Kota Makassar juga menerapkan kebijakan ganjil-genap sebagai bagian dari pengaturan arus kendaraan di sekitar SPBU. Pertamina Dukung Pengaturan Kendaraan Besar Pertamina juga menyatakan dukungan terhadap rencana Pemerintah Kota Makassar mengatur waktu operasional pengisian BBM bagi kendaraan besar seperti truk dan bus. Nanti ini bagian dari kebijakan Pak Wali Kota. Eko berharap berbagai langkah yang dilakukan Pertamina bersama Pemerintah Kota Makassar dapat mempercepat normalisasi antrean BBM. Pertamina memastikan distribusi BBM ke Kota Makassar tetap berjalan, sementara pelayanan SPBU terus diperkuat melalui optimalisasi nozzle, buffer zone 24 jam, serta koordinasi dengan pemerintah untuk mengendalikan kepadatan kendaraan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan nozzle dan mempercepat proses pengisian BBM. Optimalisasi nozzle menjadi salah satu perhatian Pertamina karena kecepatan pelayanan di SPBU dinilai berpengaruh terhadap panjang pendeknya antrean kendaraan. Dengan seluruh fasilitas pengisian yang dapat dimaksimalkan, Pertamina berharap waktu pelayanan kepada konsumen bisa lebih cepat sehingga kepadatan kendaraan di sekitar SPBU berkurang. Eko menegaskan kebijakan tersebut bukan ditujukan untuk membatasi masyarakat memperoleh BBM, melainkan mengatur kepadatan kendaraan agar antrean dapat dikendalikan. Sejak tadi malam sudah dikeluarkan kebijakan ganjil-genap untuk pengaturan, sebenarnya bukan pembatasan, tetapi pengaturan," katanya. Antrean kendaraan di SPBU tersebut disebut tidak lagi sampai mengganggu badan jalan. Sebagian besar kendaraan telah berada di dalam area SPBU sehingga kondisi dinilai relatif normal. Jadi antreannya tidak sampai ke jalan lagi, hanya di dalam dan itu kita anggap sudah cukup normal," ungkapnya. Pasokan BBM disebut terus dijaga melalui kedatangan kapal pengangkut BBM dan operasional mobil tangki selama 24 jam. Kapal juga akan terus masuk untuk mengirimkan BBM, tidak hanya Pertalite tetapi semua produk, termasuk solar. Mobil tangki juga tetap 24 jam berjalan untuk mendistribusikan ke SPBU," terang Eko. Pertamina meminta masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan karena stok tetap dijaga dan distribusi terus berjalan. Sebenarnya masyarakat tidak perlu khawatir karena secara stok kita jaga. Yang paling penting digunakan saja sesuai kebutuhan," imbuhnya. Pengaturan tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkot Makassar untuk mengendalikan kepadatan kendaraan di sekitar SPBU. Tadi sebagian kita diskusikan dengan Pak Wali. Pertamina akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Pemkot Makassar untuk membahas teknis penerapan kebijakan tersebut. Koordinasi diperlukan agar pengaturan kendaraan besar tidak menghambat kebutuhan BBM masyarakat maupun distribusi logistik. Ia menargetkan kondisi di lapangan semakin kondusif dalam beberapa hari ke depan dan antrean panjang tidak lagi mengganggu badan jalan. Kalau bisa dalam empat minggu ini sudah kembali normal. Sebenarnya alhamdulillah hari ini kondisinya lumayan kondusif. Mudah-mudahan dalam seminggu ke depan tidak ada antrean lagi," tutupnya. Dengan stok yang dinyatakan aman dan sejumlah SPBU mulai mengalami penurunan antrean, Pertamina berharap kondisi pelayanan BBM di Makassar dapat kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu. (Adv) » Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA Pewarta : Arya Rahmansyah Editor : Alfiana Putri