Kabupaten Lumajang. Pemkab | Bergabunglah dengan daftar pelanggan kami untuk mendapatkan berita terkini, update dan penawaran khusus langsung di kotak masuk Anda LUMAJANG, SJP — Krisis air bersih yang berdampak pada 19.771 jiwa di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, belum teratasi. Sebelumnya, status tanggap darurat berakhir pada 7 Oktober 2026.
Keterangan yang tercatat menyebut Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Is Nugroho, mengatakan penanganan krisis air bersih masih terus dilakukan selama masa tanggap darurat.
Data lain dalam laporan menunjukkan Untuk memenuhi kebutuhan warga, distribusi bantuan air bersih dilakukan di 241 titik. BPBD Lumajang menyiapkan enam unit truk tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Penyaluran air juga didukung dua unit truk tangki dari instansi dan relawan, yang masing-masing berkapasitas 4.000 liter. Distribusi tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah terbatasnya pasokan air akibat kemarau. Kami berharap ada penanganan jangka panjang agar kebutuhan air bersih masyarakat bisa terpenuhi dan persoalan ini tidak terus berulang setiap tahun," kata Beri, Sabtu (10/10/2026).
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Keputusan perpanjangan ditetapkan melalui surat keputusan Bupati Lumajang Indah Amperawati. Dengan kebijakan tersebut, penanganan kekeringan, termasuk distribusi air bersih kepada warga terdampak, dapat terus dilakukan selama masa tanggap darurat. Warga setempat, Beri Bismantoko, berharap pemerintah menghadirkan penanganan yang tidak hanya berfokus pada bantuan selama musim kemarau, tetapi juga menyentuh penyelesaian persoalan secara berkelanjutan. Harapan tersebut mencerminkan kebutuhan warga terhadap akses air bersih yang lebih berkelanjutan. Kami terus melakukan distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendukung penanganan di lapangan," pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memperpanjang status tanggap darurat bencana kekeringan selama 65 hari, mulai 8 Oktober hingga 11 Desember 2026. Perpanjangan status tersebut dilakukan karena kemarau masih berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, krisis air bersih masih melanda 18 desa yang tersebar di enam kecamatan. Meski demikian, persoalan kekeringan masih menjadi tantangan bagi warga di sejumlah wilayah. Salah satunya di Dusun Sebrang, Desa Bedayu Talang, Kecamatan Senduro, yang setiap musim kemarau menghadapi keterbatasan air bersih. Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk mendukung penanganan di wilayah terdampak. Namun, upaya jangka panjang tetap diperlukan agar masyarakat di wilayah rawan kekeringan memiliki akses air bersih yang lebih terjamin, tanpa terus bergantung pada distribusi bantuan setiap musim kemarau. (**) Editor : Rizqi ArdianSumber : Tags: Lumajang BPBD Lumajang Kabupaten Lumajang Lumajang terkini update Lumajang Kekeringan kemarau Berita Sebelumnya Tangis Keluarga Pecah Saat Jenazah Sukardi Korban Tenggelamnya KM Virgo Transpor… Pasalnya, distribusi menggunakan truk tangki membantu memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi belum dengan sendirinya mengatasi persoalan ketersediaan air yang berulang setiap tahun. Perpanjangan status tanggap darurat diharapkan dapat menjaga keberlanjutan penanganan kekeringan hingga 11 Desember 2026. 0 Like Isbianto Hari Utomo 23 Jul 2025 – 11:58


