Berita  

Rapimnas Senkom Mitra Polri 2026 Dorong Penguatan Kamtibmas dan Kedaulatan Pangan

Rapimnas Senkom Mitra Polri 2026 Dorong Penguatan Kamtibmas dan Kedaulatan Pangan

JAKARTA – Senkom Mitra Polri menegaskan komitmennya untuk mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pengembangan budidaya jagung di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan negara. Komitmen tersebut menjadi salah satu agenda strategis dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Senkom Mitra Polri Tahun 2026 yang digelar di Grand Ballroom Gedung Serbaguna Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur, Kamis (18/6/2026).

Rapimnas dihadiri Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si. yang mewakili Kapolri, Karojianstra Slog Polri Brigjen Pol. Dr. Bakharuddin, M.S., M.Si. yang mewakili Asisten Logistik (Aslog) Kapolri, jajaran Pejabat Utama Mabes Polri, Dewan Pembina dan Pengurus Pusat Senkom Mitra Polri, serta sejumlah organisasi mitra, di antaranya KBP Polri, Gema Trikora, FKDB, LDII, PERSINAS ASAD, dan FORSGI. Kegiatan tersebut juga diikuti Ketua dan Sekretaris Senkom Mitra Polri dari 38 provinsi secara luring, serta ratusan pengurus kabupaten/kota dan kecamatan dari seluruh Indonesia secara daring.

Ketua Umum Senkom Mitra Polri, Dr. KP. H. Katno Hadi, S.E., M.M., M.H., menegaskan bahwa ketahanan pangan kini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas nasional. Menurutnya, ketahanan negara tidak hanya bertumpu pada aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga pada kemampuan bangsa dalam menjamin ketersediaan pangan yang cukup, terjangkau, dan berkelanjutan.

«”Ketahanan pangan merupakan bagian integral dari ketahanan negara. Ketersediaan pangan yang cukup, terjangkau, dan berkelanjutan akan menciptakan stabilitas sosial, mengurangi potensi konflik, serta memperkuat daya tahan masyarakat menghadapi berbagai tantangan global,” ujar Katno saat membuka Rapimnas.»

Katno menjelaskan, sejak berdiri lebih dari 22 tahun lalu, Senkom Mitra Polri memiliki tiga klaster pengabdian utama, yakni bidang keamanan dan ketertiban masyarakat, bela negara, dan kebencanaan. Namun, seiring berkembangnya tantangan nasional, organisasi tersebut memandang perlu mengambil peran lebih luas dalam mendukung program ketahanan pangan sebagai bagian dari penguatan ketahanan nasional.

Menurutnya, program peningkatan produksi jagung yang diinisiasi Polri merupakan langkah strategis yang tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas sosial dan perekonomian masyarakat.

Sebagai organisasi kemasyarakatan yang memiliki jaringan hingga tingkat desa dan kelurahan di seluruh Indonesia, Senkom Mitra Polri telah menyiapkan sejumlah langkah konkret. Di antaranya mendorong partisipasi anggota dalam budidaya jagung dan pemanfaatan lahan produktif, memperkuat kolaborasi dengan Polri, pemerintah daerah, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Selain itu, Senkom juga akan mengembangkan model percontohan budidaya jagung berbasis komunitas di sejumlah daerah. Program tersebut diharapkan menjadi contoh sinergi antara masyarakat, Polri, dan pemerintah daerah dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Sementara itu, Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., yang hadir mewakili Kapolri, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Senkom Mitra Polri yang selama lebih dari dua dekade konsisten mendukung tugas-tugas kepolisian dan pengabdian kepada masyarakat.

«”Keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat diwujudkan oleh anggota Polri semata. Kamtibmas merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks itulah keberadaan Senkom Mitra Polri mempunyai arti yang sangat strategis,” kata Mardiyono.»

Menurutnya, Senkom Mitra Polri tidak hanya berperan sebagai mitra penyampai informasi, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan masyarakat yang mampu membantu deteksi dini potensi gangguan keamanan, memperkuat pengamanan swakarsa, meningkatkan ketahanan sosial, hingga berkontribusi dalam penyelesaian berbagai persoalan kemasyarakatan.

Mardiyono juga menekankan pentingnya penguatan sinergi antara Senkom dan Polri hingga tingkat kewilayahan melalui kolaborasi nyata bersama Bhabinkamtibmas, Satbinmas Polres, dan Ditbinmas Polda.

Di tengah perkembangan era digital, ia mendorong seluruh anggota Senkom menjadi pelopor dalam menangkal penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan berbagai bentuk provokasi yang berpotensi mengganggu persatuan bangsa. Untuk itu, peningkatan kapasitas anggota di bidang komunikasi publik, deteksi dini, penanganan keadaan darurat, serta pemanfaatan teknologi informasi dinilai semakin penting.

Menutup sambutannya, Mardiyono berharap Rapimnas Senkom Mitra Polri Tahun 2026 tidak hanya menghasilkan keputusan organisasi, tetapi juga melahirkan semangat baru dalam memperkuat kemitraan strategis antara Polri dan Senkom Mitra Polri demi menjaga keamanan, ketahanan sosial, dan ketahanan pangan nasional.

«”Kami mengajak seluruh peserta untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan berbagai persoalan yang ada, memberikan bantuan, serta mencegah persoalan kecil berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar,” pungkasnya.»

Melalui Rapimnas Tahun 2026 ini, Senkom Mitra Polri menegaskan tekad untuk terus memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan sinergi dengan Polri dan seluruh pemangku kepentingan, serta mengambil peran nyata dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional melalui gerakan budidaya jagung berbasis masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. (***)

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *