KEDIRI — Suasana ruang pelatihan di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) KETTY tampak berbeda pada pembukaan Program Pendidikan Kewirausahaan Tata Rias Pengantin Gaun Panjang. Puluhan peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri terlihat antusias mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari upaya peningkatan keterampilan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sebanyak 22 peserta tercatat mengikuti program tersebut. Mereka berasal dari kelompok sasaran yang beragam, mulai dari anak tidak sekolah (ATS) hingga peserta berkebutuhan khusus dengan rentang usia 15 sampai 25 tahun. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa kesempatan untuk memperoleh keterampilan dan akses pendidikan nonformal semakin terbuka bagi berbagai lapisan masyarakat.
Program ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamat Muhsin, M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berkomitmen mengikuti pelatihan dan berharap kesempatan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Menurutnya, pelatihan keterampilan tidak hanya berfungsi sebagai sarana belajar, tetapi juga menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menciptakan peluang kerja secara mandiri. Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, kemampuan teknis yang disertai semangat berwirausaha dinilai menjadi salah satu modal utama untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini sampai selesai. Manfaatkan setiap materi yang diberikan, karena keterampilan yang diperoleh nantinya dapat menjadi jalan untuk membangun usaha sendiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Muhsin saat memberikan sambutan.
Berbeda dengan pelatihan singkat pada umumnya, program pendidikan kewirausahaan ini dirancang dalam durasi yang cukup panjang. Selama 36 hari, peserta akan mendapatkan pembelajaran intensif yang berfokus pada keterampilan tata rias pengantin dengan konsep gaun panjang, mulai dari pengenalan teknik dasar hingga praktik secara langsung.
Di dalam kelas, peserta tidak hanya diajarkan cara merias wajah pengantin. Mereka juga akan mempelajari berbagai aspek pendukung yang menjadi bagian penting dalam industri jasa kecantikan. Mulai dari pemilihan kosmetik yang tepat, teknik membentuk karakter riasan sesuai kebutuhan pelanggan, hingga penataan penampilan pengantin agar terlihat harmonis dan profesional.
Para instruktur yang terlibat dalam pelatihan akan mendampingi peserta secara bertahap melalui metode praktik langsung. Pendekatan tersebut dipilih agar peserta dapat lebih mudah memahami materi sekaligus meningkatkan keterampilan melalui pengalaman lapangan.
Selama mengikuti pelatihan, peserta juga memperoleh dukungan berupa alat dan bahan praktik. Fasilitas tersebut disediakan untuk memastikan proses pembelajaran dapat berjalan lebih optimal tanpa terkendala kebutuhan perlengkapan. Dengan tersedianya sarana pendukung, peserta memiliki kesempatan lebih luas untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan kepercayaan diri dalam melakukan praktik tata rias.
Menariknya, materi yang diberikan tidak hanya berkutat pada aspek teknis kecantikan. Penyelenggara juga memasukkan pembelajaran kewirausahaan sebagai bagian penting dalam program tersebut. Langkah ini dilakukan karena keterampilan saja dinilai belum cukup apabila tidak diiringi kemampuan mengelola dan mengembangkan usaha.
Peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai strategi pemasaran digital yang saat ini menjadi salah satu kebutuhan utama bagi pelaku usaha. Melalui materi tersebut, mereka diperkenalkan pada berbagai cara memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar serta menarik calon pelanggan.
Pemanfaatan teknologi dalam dunia usaha kini menjadi faktor penting yang tidak dapat diabaikan. Banyak pelaku jasa tata rias yang berhasil mengembangkan usahanya melalui promosi digital. Karena itu, kemampuan memasarkan jasa secara online menjadi salah satu kompetensi yang perlu dimiliki peserta setelah menyelesaikan pelatihan.
Selain digital marketing, peserta juga memperoleh wawasan mengenai dasar-dasar pengelolaan usaha dan pemodalan. Materi ini dirancang untuk memberikan gambaran tentang langkah awal membangun bisnis, mulai dari perencanaan usaha, pengelolaan keuangan sederhana, hingga strategi mengembangkan layanan agar mampu bersaing di tengah pasar yang terus berkembang.
Dengan bekal tersebut, peserta diharapkan tidak hanya siap bekerja di bidang tata rias, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru. Peluang usaha di sektor jasa kecantikan dinilai masih cukup terbuka, terutama karena kebutuhan layanan tata rias pengantin tetap menjadi bagian penting dalam berbagai kegiatan masyarakat.
Pihak penyelenggara menilai bahwa sektor tata rias memiliki prospek yang menjanjikan apabila ditekuni secara serius. Selain dapat dijalankan secara mandiri dengan modal yang relatif terjangkau, bidang usaha ini juga memiliki peluang berkembang melalui jaringan kerja sama dengan pelaku usaha lain seperti penyedia dekorasi, fotografer, hingga penyelenggara acara pernikahan.
Keberadaan program pendidikan kewirausahaan semacam ini juga menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses peningkatan kompetensi masyarakat. Tidak semua generasi muda memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan formal hingga jenjang tinggi. Oleh karena itu, pendidikan nonformal melalui kursus dan pelatihan keterampilan menjadi alternatif yang penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Di Kabupaten Kediri sendiri, pengembangan keterampilan berbasis kebutuhan dunia usaha terus didorong agar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pelatihan yang berorientasi pada praktik dan kewirausahaan diharapkan dapat membantu peserta memperoleh kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan pasar sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Bagi peserta berkebutuhan khusus maupun anak tidak sekolah yang menjadi sasaran program, pelatihan ini juga membawa harapan baru. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan kemandirian serta memperluas akses terhadap dunia kerja dan usaha.
Semangat tersebut terlihat dari antusiasme peserta saat mengikuti sesi pembukaan. Sebagian besar mengaku tertarik mengikuti program karena ingin memiliki keahlian yang dapat digunakan sebagai sumber penghasilan. Ada pula yang berharap dapat membuka jasa tata rias sendiri setelah pelatihan berakhir.
Melalui kombinasi pembelajaran keterampilan, pendampingan praktik, serta materi kewirausahaan, program ini diharapkan mampu melahirkan pelaku usaha baru di bidang tata rias pengantin. Keberhasilan peserta nantinya tidak hanya menjadi capaian pribadi, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kediri.
Dengan dimulainya pelatihan tersebut, para peserta kini memasuki tahapan belajar yang akan berlangsung selama lebih dari satu bulan. Mereka akan dibimbing untuk mengembangkan kemampuan teknis sekaligus membangun pola pikir kewirausahaan, sehingga setelah menyelesaikan program, mereka tidak hanya memiliki keterampilan merias pengantin, tetapi juga kesiapan untuk mengubah keterampilan tersebut menjadi peluang usaha yang berkelanjutan.
Penulis: Imam Syafi’i







