Jakarta | Indonesia Women’s League (IWL) 2026/27 menandai kembalinya Liga Putri Indonesia setelah kompetisi terakhir digelar pada 2019. Edisi tersebut berakhir dengan Persib Putri sebagai juara. Dengan dimulainya musim baru, kompetisi sepak bola putri nasional kembali berlangsung dan menjadi fondasi penting bagi sepak bola putri Indonesia. Musim ini menghadirkan enam klub peserta yang akan bersaing dalam rangkaian pertandingan hingga awal 2027.
Enam tim yang mengikuti IWL 2026/27 adalah Garudayaksa FC, Persita, Persikad, Dewa United Banten FC, Persija Jakarta, dan FC Bekasi City. Seluruh klub akan menjalani format triple round robin. Dalam format ini, setiap peserta bertemu dengan masing-masing klub lain sebanyak tiga kali sepanjang fase reguler. Susunan tersebut menyediakan rangkaian pertemuan berulang antarklub sebelum kompetisi berlanjut ke tahap penentuan.
Perjalanan musim IWL 2026/27 direncanakan berlangsung hingga 30 Januari 2027. Jadwal kompetisi mencakup fase reguler, semifinal, perebutan tempat ketiga, dan laga puncak. Setelah rangkaian pertandingan reguler selesai, klub yang melaju akan bertanding di semifinal untuk memperebutkan kesempatan tampil pada pertandingan final. Selain laga puncak, kompetisi juga menyediakan pertandingan perebutan tempat ketiga bagi tim yang tidak lolos ke final.
Urutan fase tersebut menjadi kerangka penyelenggaraan liga, mulai dari pertemuan antarklub dalam fase reguler hingga penentuan posisi akhir melalui pertandingan setelahnya. Dengan demikian, setiap peserta memiliki agenda kompetisi yang mencakup tiga pertemuan melawan setiap lawan pada fase reguler, sementara fase gugur menentukan klub yang tampil di laga puncak. Rencana pelaksanaan sampai 30 Januari 2027 juga menetapkan rentang waktu bagi seluruh tahapan tersebut. Kembalinya liga setelah edisi 2019 menghadirkan lagi wadah kompetisi antarklub putri di Indonesia, dengan enam peserta dan format pertandingan yang telah ditetapkan untuk musim 2026/27.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir berharap Indonesia Women’s League (IWL) menjadi ruang bagi lahirnya pesepak bola putri baru yang kelak dapat memperkuat tim nasional. Harapan tersebut ia sampaikan seusai pembukaan resmi kompetisi di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Minggu. Pembukaan liga ditandai pertandingan Persija Jakarta Women melawan FC Bekasi City Women, sekaligus menjadi awal kesempatan bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan dalam kompetisi yang lebih teratur.
Erick menilai penampilan tim nasional putri kelompok umur U17 dan tim senior dalam dua pertandingan pertama terlihat baik. Namun, menurutnya, perhatian juga perlu diberikan kepada pemain-pemain yang sebelumnya belum banyak terpantau. Kompetisi domestik dapat membantu mereka memperoleh panggung, sementara pelatih dan tim pemantau memiliki kesempatan untuk melihat kemampuan pemain secara langsung. Dengan demikian, pencarian talenta tidak hanya bergantung pada nama-nama yang sudah dikenal atau pemain yang telah lebih dahulu masuk pemusatan latihan.
IWL diharapkan memberi pemain jam terbang melalui pertandingan yang kompetitif dan berkelanjutan. Pengalaman bermain secara rutin dapat mendukung perkembangan teknik, pemahaman taktik, kebugaran, serta kesiapan menghadapi tekanan pertandingan. Semakin luas persaingan di tingkat liga, semakin banyak pula pemain yang dapat dipertimbangkan untuk memperkuat tim nasional. Kompetisi ini karena itu memiliki fungsi yang lebih besar daripada sekadar menentukan hasil dan posisi klub: liga juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan perluasan pilihan bagi timnas.
Erick menyampaikan cita-cita agar sepak bola putri Indonesia kelak mampu bersaing dengan tim putra, menjuarai Asia Tenggara, dan suatu saat lolos ke Piala Dunia. Sasaran tersebut mencerminkan ambisi jangka panjang, bukan hasil yang dapat dicapai seketika. Ia menyebutnya sebagai mimpi yang perlu mulai diperjuangkan melalui kerja keras. Untuk mendekati target itu, dibutuhkan kompetisi yang konsisten, pembinaan berjenjang, dan kesempatan berkembang bagi pemain di berbagai daerah. IWL dapat menjadi salah satu landasan untuk membangun proses tersebut, sekaligus membuka jalur bagi talenta baru menuju tim nasional.
Rangkaian pertandingan pembuka Liga Putri Indonesia menghadirkan hasil tipis dan persaingan yang langsung terasa sejak hari pertama. Pada laga yang berlangsung pagi hari, Persita Tangerang meraih kemenangan 1-0 atas Garudayaksa FC. Satu gol tersebut menjadi penentu hasil pertandingan sekaligus mengawali perjalanan Persita dengan tiga poin. Meski skor berakhir ketat, kemenangan ini menandai bahwa setiap laga memiliki arti penting bagi klub yang ingin tampil konsisten sepanjang kompetisi. Pertandingan pagi itu juga memberi kesempatan bagi penonton untuk menyaksikan langsung persaingan antarklub putri, yang selama ini belum selalu mendapat perhatian sebesar kompetisi sepak bola lainnya.
Memasuki sore hari, Dewa United Banten FC menyusul dengan hasil serupa. Mereka menang 1-0 atas Persikad Depok, sehingga dua pertandingan awal sama-sama ditentukan oleh selisih satu gol. Berikutnya, Persija Jakarta Women menghadapi FC Bekasi City Women di Stadion Madya. Laga tersebut disebut sebagai pertandingan ketiga yang berlangsung di stadion itu. Susunan pertandingan dari pagi hingga sore memperlihatkan kompetisi berjalan dalam rangkaian yang berkesinambungan, dengan beberapa klub langsung memperoleh kesempatan menunjukkan kesiapan mereka. Bagi para pemain, pertandingan awal menjadi bagian penting untuk membangun ritme dan pengalaman bertanding, sementara bagi publik, jadwal tersebut membuka ruang untuk mengikuti perkembangan liga secara langsung.
Erick menilai penyelenggaraan pada tahun pertama berjalan sangat baik. Ia juga berharap setiap klub mulai membangun basis pendukungnya sendiri, agar sepak bola putri memiliki hubungan yang lebih kuat dengan masyarakat. Kepada orang-orang yang sebelumnya mempertanyakan keberadaan liga, Erick mengajak mereka datang menonton pertandingan dan melihat sendiri jalannya kompetisi. Menurut ajakan itu, dukungan tidak cukup disampaikan lewat ucapan; kehadiran di stadion dapat menjadi bentuk kontribusi nyata bagi pemain dan klub. Semakin banyak penonton yang hadir, semakin besar pula kesempatan bagi liga untuk memperoleh perhatian dan tumbuh sebagai kompetisi yang berkelanjutan. Kehadiran suporter juga dapat menunjukkan bahwa pertandingan putri layak mendapat ruang, dukungan, serta apresiasi dari publik. Karena itu, laga-laga pembuka bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat dan memberi dorongan kepada perkembangan sepak bola putri Indonesia.Erick Thohir menegaskan bahwa keberlangsungan kompetisi sepak bola putri menjadi komitmen jangka panjang, bukan sekadar agenda yang digelar sesaat. PSSI bersama operator liga dan klub telah menyepakati upaya menjaga kompetisi tetap berjalan selama lima tahun ke depan. Kesepakatan tersebut memberi ruang bagi liga untuk tumbuh secara konsisten, sekaligus membantu klub menyiapkan fondasi yang diperlukan agar dapat berpartisipasi dari musim ke musim. Kompetisi direncanakan bergulir hingga 30 Januari 2027, tetapi kepastian itu tidak berarti seluruh tahap pengembangan harus dilakukan sekaligus.
Dalam membangun liga, penambahan jumlah klub akan dilakukan secara bertahap dan tidak dipaksakan dalam waktu singkat. Perkembangan perlu mempertimbangkan kesiapan ekosistem sepak bola putri serta kemampuan masing-masing klub untuk menjalankan tim secara berkelanjutan. Aspek seperti organisasi, sumber daya, dan dukungan terhadap pemain perlu menjadi bagian dari kesiapan tersebut. Dengan pendekatan bertahap, perluasan kompetisi diharapkan berlangsung seiring dengan meningkatnya kemampuan klub, bukan hanya mengejar jumlah peserta. PSSI dan operator juga dapat memantau kebutuhan liga, lalu menyesuaikan langkah pengembangan berdasarkan kondisi yang benar-benar tersedia.
Erick turut mengingatkan pentingnya memastikan klub dapat berjalan dengan baik agar kompetisi tidak tersendat oleh persoalan internal maupun operasional. Gangguan yang tidak tertangani berisiko menghambat jalannya liga, bahkan dapat memicu tindakan mogok di tengah kompetisi.
Baca juga: Memahami Papua: Koops TNI Habema Menyalakan Kembali Asa di Lembah Ugimba | Bandara Kembali Beroperasi Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau | Krisis Pasokan Beras Premium di Ritel Modern






