CIMAHI, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Brigjen TNI Mohamad Iswan Nusi meraih dua penghargaan akademik dalam rangkaian yudisium Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Achmad Yani (FISIP Unjani). Penghargaan tersebut diberikan di lingkungan Unjani, Cimahi, Bandung, Jawa Barat, pada 1 Oktober 2026. Pencapaian ini menjadi bagian penting dari perjalanan akademik Nusi, yang juga dikenal sebagai perwira tinggi TNI Angkatan Darat.
Dalam kegiatan tersebut, Nusi dinyatakan sebagai lulusan terbaik pada Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan. Pengakuan itu diberikan atas capaian akademiknya selama menempuh pendidikan magister di FISIP Unjani. Selain memperoleh predikat terbaik pada tingkat program studi, ia juga menerima penghargaan sebagai lulusan terbaik tingkat fakultas untuk jenjang magister.
Kedua penghargaan itu diberikan untuk periode semester genap tahun akademik 2025/2026. Dengan demikian, capaian Nusi tidak hanya mencerminkan prestasi pada lingkup Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan, tetapi juga menempatkannya sebagai lulusan dengan pencapaian akademik tertinggi di peserta program magister FISIP Unjani pada periode tersebut.
Yudisium FISIP Unjani menjadi forum yang menandai penyelesaian proses akademik para mahasiswa sekaligus memberikan apresiasi terhadap lulusan berprestasi. Bagi Nusi, penghargaan ganda tersebut memperlihatkan keberhasilan dalam menyelesaikan pendidikan magister di tengah tanggung jawabnya sebagai perwira tinggi TNI AD. Pemberian penghargaan berlangsung dalam agenda akademik universitas yang diselenggarakan di Cimahi pada awal Oktober 2026.
Predikat lulusan terbaik pada tingkat program studi dan fakultas menjadi dua capaian yang saling melengkapi. Keduanya menegaskan posisi Mohamad Iswan Nusi sebagai salah satu lulusan berprestasi pada penyelenggaraan yudisium semester genap tahun akademik 2025/2026 di FISIP Unjani.
Brigjen TNI Mohamad Iswan Nusi mencatat capaian akademik menonjol setelah menyelesaikan pendidikan Magister Ilmu Pemerintahan di Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani). Berdasarkan piagam penghargaan yang diterimanya, Nusi meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,84. Nilai tersebut disertai predikat “dengan pujian”, yang menunjukkan pencapaian akademik pada tingkat sangat baik selama menempuh pendidikan magister.
Piagam tersebut menjadi dasar pencatatan atas keberhasilan Nusi dalam menyelesaikan program Magister Ilmu Pemerintahan. IPK 3,84 dan predikat “dengan pujian” tercantum sebagai bagian penting dari penghargaan akademik yang diterimanya. Informasi ini menegaskan bahwa capaian Nusi tidak hanya berkaitan dengan kelulusan, tetapi juga dengan hasil akademik yang diraih dalam program studi tersebut.
Secara terpisah, penghargaan pertama diberikan kepada Nusi sebagai lulusan terbaik Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan untuk semester genap tahun akademik 2025/2026. Penghargaan itu mencantumkan pencapaian IPK 3,84 dengan predikat “dengan pujian”. Dengan demikian, piagam tersebut secara khusus mengakui posisi Nusi sebagai lulusan terbaik pada periode akademik yang disebutkan.
Raihan ini memperlihatkan adanya pengakuan institusional terhadap prestasi Nusi di lingkungan pendidikan tinggi. Penyebutan predikat “dengan pujian” bersama IPK 3,84 memberikan gambaran yang jelas mengenai kualitas hasil akademiknya. Sementara itu, status sebagai lulusan terbaik pada semester genap tahun akademik 2025/2026 menjadi bentuk penghargaan tersendiri atas capaian tersebut. Kedua keterangan itu tercatat dalam piagam dan menjadi bagian dari apresiasi akademik yang diterimanya dari Unjani.
Penghargaan kedua yang diterima Brigjen TNI Mohamad Iswan Nusi merupakan pengakuan pada tingkat fakultas. Dalam rangkaian apresiasi akademik Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Nusi ditetapkan sebagai lulusan terbaik tingkat fakultas untuk program magister pada semester genap tahun akademik 2025/2026. Penghargaan tersebut menunjukkan bahwa pencapaiannya tidak hanya menonjol dalam lingkup program studi, tetapi juga diakui di seluruh lulusan magister pada lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unjani.
Predikat itu diraih dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,84 serta predikat “dengan pujian”. Capaian tersebut menjadi indikator akademik yang terukur atas keberhasilan Nusi menyelesaikan pendidikan magister dengan prestasi tinggi. Penyematan predikat “dengan pujian” juga menegaskan bahwa hasil studi yang diraihnya memenuhi standar keunggulan akademik yang ditetapkan oleh perguruan tinggi.
Secara faktual, penghargaan tingkat fakultas ini melengkapi pengakuan yang sebelumnya diperoleh Nusi sebagai lulusan terbaik pada tingkat program studi. Dengan demikian, terdapat dua lingkup pencapaian yang tercatat dalam perjalanan akademiknya, yaitu lulusan terbaik tingkat program studi dan lulusan terbaik tingkat fakultas. Keduanya sama-sama diberikan untuk jenjang magister di FISIP Unjani, tetapi memiliki cakupan penilaian yang berbeda.
Pengakuan pada dua tingkat tersebut memperlihatkan konsistensi prestasi Nusi dalam menyelesaikan pendidikan magister. Penghargaan program studi mencerminkan posisi teratas di lingkungan bidang keilmuan yang ditempuh, sedangkan penghargaan fakultas menempatkannya sebagai lulusan dengan capaian terbaik dalam lingkup akademik yang lebih luas. Berdasarkan data tersebut, Nusi tercatat sebagai lulusan terbaik magister FISIP Unjani pada tingkat program studi sekaligus tingkat fakultas.
Kepada wartawan pada Kamis, 1 Oktober 2026, Brigjen TNI Mohamad Iswan Nusi menyampaikan bahwa capaian akademik yang diraihnya merupakan pengalaman terbaik. Ia mengaitkan pengalaman tersebut dengan proses pengabdian dan kepemimpinan yang dijalankannya di lingkungan TNI, sekaligus dengan upaya mengembangkan kapasitas akademik. Pernyataan itu menjadi penutup atas kabar mengenai dua penghargaan akademik yang diterimanya dari Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani).
Menurut Nusi, pengalaman terbaik tersebut tidak berdiri terpisah dari perjalanan pengabdiannya. Kegiatan dan tanggung jawab dalam lingkungan TNI menjadi bagian dari proses yang membentuk pengalaman kepemimpinan, sedangkan pendidikan akademik menjadi ruang untuk mengembangkan pengetahuan dan kapasitasnya. Ia menyampaikan kedua hal itu sebagai bagian yang saling berkaitan dalam capaian yang diperolehnya.
Pernyataan Nusi juga menempatkan penghargaan akademik tersebut dalam konteks perjalanan profesionalnya sebagai perwira TNI. Capaian itu terkait dengan pengalaman pengabdian serta kepemimpinan yang telah dijalaninya, sekaligus dengan proses pengembangan kapasitas melalui pendidikan akademik. Dengan demikian, keterangan yang disampaikannya kepada wartawan memuat dua unsur utama, yaitu pengalaman di lingkungan TNI dan pengembangan kemampuan akademik.
Ia tidak memisahkan pencapaian akademik dari pengabdian maupun kepemimpinan. Bagi Nusi, ketiganya hadir dalam satu rangkaian pengalaman yang membentuk rekam jejaknya sebagai perwira. Pengabdian dan kepemimpinan di lingkungan TNI memberikan latar pengalaman, sementara pendidikan akademik menjadi bagian dari pengembangan kapasitas. Pernyataan pada Kamis tersebut menegaskan keterkaitan penghargaan dari Unjani, perjalanan pengabdian, tanggung jawab kepemimpinan, dan proses akademik yang ditempuhnya.





