Kabupaten Yahukimo | Tim gabungan yang terdiri atas personel Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo sedang menyelidiki dua penyerangan terhadap warga sipil di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Penyelidikan dilakukan untuk mengumpulkan keterangan, memeriksa rangkaian peristiwa, serta memastikan kondisi keamanan di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan informasi yang tersedia, dua insiden tersebut menimbulkan korban dari kalangan warga sipil.
Dalam rangkaian penyerangan itu, satu warga dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, seorang aparatur sipil negara (ASN) mengalami luka dan mendapat penanganan medis. Identitas korban, waktu kejadian secara terperinci, serta kondisi terakhir korban yang terluka masih menunggu keterangan resmi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Aparat menduga penyerangan tersebut dilakukan oleh anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB). Namun, dugaan itu masih menjadi bagian dari proses penyelidikan dan belum dapat dijadikan kesimpulan akhir mengenai pelaku maupun motif kejadian. Tim gabungan masih menelusuri fakta di lapangan, termasuk kronologi, lokasi, dan keterangan para saksi.
Penanganan perkara dilakukan secara hati-hati dengan mengacu pada informasi yang telah dikonfirmasi. Hingga tahap ini, belum terdapat kepastian mengenai alasan penyerangan ataupun detail lain yang belum disampaikan secara resmi. Aparat juga terus memantau situasi keamanan di Dekai untuk mencegah gangguan lanjutan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Perkembangan penyelidikan diharapkan dapat menjelaskan rangkaian dua insiden tersebut secara lebih lengkap. Keterangan tambahan mengenai identitas korban, kronologi, dan langkah penegakan hukum akan menunggu hasil pemeriksaan tim gabungan serta pernyataan resmi dari instansi terkait.
Kepala Operasi Damai Cartenz Irjen Pol Faizal Ramadhani menjelaskan bahwa dua warga menjadi korban serangan dalam waktu yang berbeda di Yahukimo. Rangkaian kejadian tersebut berlangsung sejak Minggu malam, 11 Oktober 2026, dan berlanjut pada Senin pagi, 12 Oktober 2026. Keterangan itu menjadi dasar awal aparat dalam menyusun kronologi serta melakukan penanganan terhadap kasus yang menewaskan seorang warga dan melukai seorang aparatur sipil negara.
Serangan pertama terjadi pada Minggu malam, 11 Oktober 2026. Dalam peristiwa tersebut, seorang warga berinisial A, berusia 46 tahun, menjadi korban dan dinyatakan meninggal dunia. Aparat masih mendalami seluruh informasi yang berkaitan dengan kejadian itu. Identitas korban telah disampaikan, sementara rincian lain mengenai peristiwa tersebut belum dijelaskan lebih lanjut dalam keterangan yang tersedia.
Peristiwa berikutnya berlangsung pada Senin pagi, 12 Oktober 2026. Korban dalam kejadian kedua berinisial ET, berusia 51 tahun, dan diketahui merupakan aparatur sipil negara pada Pemerintah Kabupaten Yahukimo. ET mengalami luka akibat serangan tersebut. Penanganan terhadap korban serta penyelidikan atas rangkaian kejadian menjadi bagian dari langkah aparat setelah menerima laporan mengenai dua peristiwa itu.
Berdasarkan keterangan Irjen Pol Faizal Ramadhani, aparat menduga kedua serangan dilakukan oleh pelaku yang sama. Dugaan sementara tersebut mengarah kepada kelompok bersenjata yang disebut sebagai KKB Kodap XVI Yahukimo. Kelompok itu disebut dipimpin oleh Kopi Tua Heluka. Penyebutan dugaan pelaku masih menjadi bagian dari proses penyelidikan, sehingga aparat perlu mengumpulkan dan memeriksa informasi lebih lanjut untuk memastikan keterkaitan serangan pertama dan kedua.
Dengan demikian, dua peristiwa tersebut tercatat berlangsung pada dua waktu berbeda, yakni Minggu malam dan Senin pagi. Korban pertama, A, meninggal dunia, sedangkan korban kedua, ET, yang merupakan ASN Pemerintah Kabupaten Yahukimo, mengalami luka. Aparat terus menindaklanjuti dugaan bahwa kedua kejadian berkaitan dengan kelompok yang sama.
Penanganan terhadap dua korban dilakukan melalui jalur evakuasi yang berbeda sesuai dengan kondisi masing-masing setelah insiden di Yahukimo. Perbedaan ini penting untuk memastikan jenazah korban meninggal dapat segera dipulangkan, sementara korban yang selamat memperoleh perawatan medis lanjutan. Proses pemindahan melibatkan tim terkait dan menjadi bagian dari respons setelah serangan tersebut.
Korban berinisial A dinyatakan meninggal dunia akibat insiden yang terjadi. Jenazah A telah dievakuasi melalui Timika sebagai tahap awal pemulangan. Dari Timika, jenazah tersebut selanjutnya akan diterbangkan ke Makassar. Setelah tiba di kota itu, jenazah A akan dimakamkan di kampung halamannya. Rangkaian evakuasi ini dilakukan untuk mendukung proses pemulangan dan pemakaman sesuai rencana keluarga.
Sementara itu, ET merupakan korban yang selamat dalam peristiwa tersebut. Setelah mendapatkan penanganan awal, ET dievakuasi ke Jayapura untuk memperoleh perawatan medis intensif. Evakuasi ke Jayapura diperlukan agar ET dapat menjalani pemeriksaan dan perawatan lanjutan atas luka yang dialaminya. Kondisi ET menjadi perhatian karena masih membutuhkan penanganan tenaga medis di fasilitas kesehatan yang lebih memadai.
Dengan demikian, penanganan kedua korban tidak berlangsung di lokasi yang sama. Jenazah A diarahkan melalui Timika sebelum diterbangkan ke Makassar untuk dimakamkan, sedangkan ET dibawa ke Jayapura untuk menjalani perawatan intensif. Pemisahan informasi tersebut menegaskan bahwa A merupakan korban meninggal yang sedang dipulangkan, sementara ET masih menjalani proses pemulihan setelah terluka.
Personel gabungan dari unsur kepolisian dan aparat terkait terus melakukan penyelidikan atas insiden penyerangan terhadap dua warga di Yahukimo. Langkah awal yang ditempuh adalah melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi peristiwa. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi serta menemukan petunjuk yang dapat membantu penyidik memahami rangkaian kejadian secara lebih jelas.
Selain melakukan olah TKP, personel gabungan juga meminta keterangan dari sejumlah saksi. Keterangan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan karena dapat membantu menguraikan situasi sebelum, saat, dan setelah penyerangan terjadi. Aparat masih berupaya mengungkap pelaku serta mendalami berbagai informasi yang berkaitan dengan perkara tersebut sesuai prosedur yang berlaku.
Upaya penyelidikan dilakukan bersamaan dengan pemantauan kondisi keamanan di wilayah Yahukimo. Aparat memastikan langkah-langkah pengamanan tetap dilaksanakan untuk mencegah munculnya gangguan lanjutan dan menjaga aktivitas masyarakat tetap berlangsung secara aman. Kehadiran personel di lapangan juga diarahkan untuk memberikan rasa aman kepada warga, sekaligus menjaga situasi agar tetap kondusif.
Faizal mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Informasi yang beredar perlu disikapi secara hati-hati dan tidak disebarluaskan sebelum sumber serta kebenarannya diketahui. Masyarakat juga diminta mempercayakan proses penyelidikan kepada aparat dan menyampaikan informasi yang relevan melalui jalur yang tepat.
Baca juga: Pria Ditemukan Meninggal di Rumah Kosong di Depok | Kecelakaan Motor di Cinere, Dua Pengendara Terluka | TNI Bersihkan Ladang Ganja di Yahukimo, 21.400 Batang Diamankan

