Jakarta | Sejumlah massa yang mengatasnamakan Kelompok Papua Yahukimo terpantau melakukan persiapan keberangkatan untuk menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Silang Monas dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, pada Senin pagi, 29 Juni 2025. Kegiatan titik kumpul berlangsung di Asrama Mahasiswa Papua Yahukimo, yang berlokasi di Jalan Masjid Al Khairot RT 008/RW 04 Nomor 25, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Sejak pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB, area asrama mulai dipadati oleh sejumlah orang yang telah direncanakan akan mengikuti aksi. Aktivitas di lokasi terlihat berjalan tertib dengan adanya konsolidasi internal kelompok sebelum keberangkatan menuju pusat kota. Berdasarkan informasi di lapangan, total massa yang terlibat dalam pergerakan tersebut berjumlah sekitar 15 orang.
Dua orang yang disebut sebagai koordinator lapangan, yakni Agus Yogi dan Edi Alom, tampak mengoordinasikan jalannya persiapan. Keduanya mengatur pembagian peran serta memastikan seluruh peserta aksi siap sebelum bergerak menuju titik tujuan. Dalam kesempatan itu, masing-masing koordinator juga tercatat dapat dihubungi melalui nomor telepon yang telah disiapkan untuk kebutuhan komunikasi selama kegiatan berlangsung.
Sekitar satu jam lebih massa berada di lokasi titik kumpul. Pada rentang waktu tersebut, suasana dilaporkan tetap kondusif tanpa adanya gangguan berarti. Para peserta terlihat membawa perlengkapan sederhana yang akan digunakan dalam aksi, termasuk satu unit kendaraan bus mini berwarna yang telah disiapkan sebagai sarana transportasi utama.
Bus yang digunakan memiliki nomor polisi B 7010 UL, dengan jenis kendaraan Miniarta. Kendaraan tersebut menjadi titik utama mobilisasi massa dari Jakarta Timur menuju pusat kota Jakarta Pusat. Selain itu, perlengkapan lain yang turut dibawa adalah pengeras suara atau toa yang akan digunakan dalam penyampaian aspirasi di lokasi aksi nantinya.
Sebelum keberangkatan, massa sempat melakukan konsolidasi singkat di dalam area asrama. Konsolidasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh peserta memahami rute perjalanan, tujuan aksi, serta tata cara penyampaian aspirasi di lokasi sasaran. Tidak terlihat adanya perubahan jumlah peserta sejak awal berkumpul hingga waktu keberangkatan.
Pada pukul 07.00 WIB, massa mulai bersiap untuk bergerak. Aktivitas di halaman asrama meningkat dengan proses naik kendaraan, pengecekan perlengkapan, dan pengaturan posisi peserta di dalam bus. Situasi tetap berlangsung tertib tanpa adanya penumpukan massa yang berlebihan maupun indikasi gangguan keamanan di sekitar lokasi.
Tepat pukul 07.34 WIB, rombongan secara resmi meninggalkan lokasi titik kumpul. Pergerakan dilakukan menggunakan satu unit bus Miniarta yang dikemudikan oleh seorang sopir bernama Simbolon. Kendaraan tersebut membawa seluruh peserta aksi menuju pusat kota dengan tujuan akhir Silang Monas, Jakarta Pusat, serta dilanjutkan ke area sekitar Kemendagri.
Rute perjalanan yang dilalui rombongan dimulai dari Jalan Masjid Al Khairot di kawasan Batu Ampar. Dari titik awal tersebut, kendaraan bergerak menuju Jalan Raya Condet, kemudian melanjutkan perjalanan ke Jalan Dewi Sartika. Arus perjalanan kemudian mengarah ke Jalan Raya Otista dan berlanjut ke Jalan Matraman Raya sebelum memasuki wilayah Jakarta Pusat.
Selama perjalanan berlangsung, tidak terdapat laporan hambatan lalu lintas yang signifikan maupun gangguan yang mengganggu pergerakan rombongan. Arus kendaraan di jalur yang dilalui terpantau dalam kondisi normal dengan pengawasan lalu lintas yang berjalan sebagaimana mestinya. Massa tetap berada di dalam kendaraan hingga mendekati area pusat kota.
Sementara itu, di dalam kendaraan, suasana tetap terjaga kondusif. Para peserta aksi terlihat melakukan diskusi ringan terkait agenda yang akan disampaikan di lokasi unjuk rasa. Beberapa di antara mereka juga terlihat mempersiapkan materi orasi yang akan disampaikan menggunakan pengeras suara yang telah dibawa sejak dari titik kumpul.
Adapun tuntutan yang diusung oleh kelompok ini mencakup tiga poin utama. Pertama, penolakan terhadap pembentukan daerah otonomi baru di wilayah Paniai dan Papua. Kedua, penolakan terhadap segala bentuk investasi yang masuk ke wilayah Paniai dan Papua. Ketiga, tuntutan agar seluruh unsur militer ditarik dari wilayah Paniai dan Papua. Tiga poin tersebut disebut sebagai dasar aspirasi yang akan disampaikan dalam aksi di depan Istana Negara dan Kemendagri.
Meski membawa isu yang bersifat nasional dan sensitif, pelaksanaan titik kumpul hingga keberangkatan massa dilaporkan berjalan tanpa insiden. Tidak ditemukan adanya kericuhan, perdebatan terbuka, maupun tindakan yang mengarah pada gangguan ketertiban umum selama proses awal kegiatan berlangsung di asrama.
Pengamanan di sekitar lokasi titik kumpul tidak dilaporkan mengalami peningkatan khusus pada saat keberangkatan, namun situasi tetap dalam pengawasan sesuai prosedur yang berlaku. Aktivitas masyarakat di sekitar kawasan Batu Ampar tetap berjalan normal dan tidak terganggu oleh adanya pergerakan massa tersebut.
Keberangkatan yang berlangsung pada pagi hari itu menjadi bagian dari rangkaian aksi yang direncanakan berlangsung di dua titik utama, yakni kawasan Silang Monas dan area sekitar Kementerian Dalam Negeri di Jakarta Pusat. Kedua lokasi tersebut merupakan pusat konsentrasi penyampaian aspirasi yang kerap digunakan dalam berbagai aksi unjuk rasa berskala nasional.
Dengan telah bergeraknya massa dari titik awal menuju pusat kota, dinamika kegiatan selanjutnya diperkirakan akan berlanjut di wilayah Jakarta Pusat. Aparat maupun pihak terkait diperkirakan akan melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi guna memastikan kegiatan berlangsung sesuai dengan ketentuan dan tetap menjaga ketertiban umum.
Hingga rombongan meninggalkan wilayah Jakarta Timur, tidak ada laporan kejadian menonjol yang tercatat. Seluruh rangkaian kegiatan di titik kumpul dilaporkan selesai dalam keadaan aman dan terkendali. Massa kemudian melanjutkan perjalanan menuju lokasi aksi sesuai rencana yang telah disusun sebelumnya oleh koordinator lapangan.
Demikian rangkaian awal pergerakan massa Kelompok Papua Yahukimo menuju lokasi unjuk rasa di pusat ibu kota yang berlangsung pada pagi hari tersebut, dengan kondisi akhir di titik kumpul tetap aman, tertib, dan kondusif.
Pewarta: Abdul Latif






