Pertemuan berlangsung di Commonwealth Parliamentary Office, Melbourne, Rabu, dengan delegasi Australia dipimpin Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Richard Marles dan Menteri Luar Negeri Penny Wong. Jakarta (ANTARA) – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Luar Negeri Sugiono memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Australia melalui pertemuan 2+2 Menteri Luar Negeri dan Pertahanan di Melbourne, Australia.
n
Data lain dalam laporan menunjukkan “Pertemuan ini menjadi forum 2+2 pertama setelah Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menandatangani Treaty on Common Security di Jakarta pada Februari 2026,” demikian dikutip dari siaran pers Kementerian Pertahanan. Menlu kunjungi Australia, Selandia Baru perkuat kemitraan bilateral Di bidang pertahanan, Sjafrie menyampaikan perkembangan proses ratifikasi Defence Cooperation Agreement (DCA) yang ditandatangani di Magelang pada 2024 serta penyelesaian implementing arrangement. Latihan Keris Woomera yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 juga menjadi salah satu agenda utama untuk meningkatkan kemampuan dan interoperabilitas kedua angkatan bersenjata. Menutup pertemuan, Sjafrie berharap berbagai pembahasan dalam pertemuan 2+2 dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret kedua negara.
n
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Pertemuan tersebut membahas penguatan kemitraan strategis Indonesia-Australia di bidang politik luar negeri dan pertahanan serta kontribusi kedua negara dalam menjaga keamanan, stabilitas, dan ketahanan kawasan Indo-Pasifik. Perjanjian tersebut membuka peluang bagi Indonesia dan Australia untuk menjalankan latihan bersama, pendidikan dan pertukaran personel, kerja sama industri pertahanan, serta pengembangan infrastruktur pendukung di Morotai. Indonesia dan Australia teken traktat keamanan bersama Pertemuan tersebut turut membahas penguatan Maritime Domain Awareness untuk meningkatkan pemantauan dan pemahaman terhadap kondisi keamanan maritim. “Indonesia dan Australia sepakat bahwa kerja sama keamanan maritim memberikan manfaat langsung bagi kedua negara, termasuk melalui patroli terkoordinasi dan latihan bersama,” demikian dikutip dari siaran pers tersebut. Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
n
Referensi: antaranews.com.







