KOTA SURABAYA, JAWA TIMUR — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 13 September 2026, Perayaan HUT ke-67 Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) merupakan momen yang istimewa untuk menghormati jasa-jasa para pahlawan dan menguatkan rasa persatuan di kalangan masyarakat. Pada tanggal 12 September 2026, kegiatan puncak perayaan ini akan berlangsung di Monumen Tugu Pahlawan, Surabaya, sebagai simbol penghormatan kepada mereka yang telah berjuang untuk kemerdekaan negara.
Acara ini diharapkan akan dihadiri oleh berbagai elemen penting dalam komunitas Pepabri, termasuk purnawirawan angkatan bersenjata, keluarga, serta masyarakat umum yang ingin turut menghargai pengorbanan para pahlawan. Kehadiran berbagai tokoh penting pada perayaan ini menunjukkan komitmen bersama untuk senantiasa mengingat dan menghargai jasa-jasa mereka yang telah berkontribusi dalam mempertahankan kedaulatan negara.
Selain itu, perayaan HUT Pepabri juga akan menjadi kesempatan untuk memperkuat tali silaturahmi para purnawirawan dan generasi penerus. Melalui diskusi dan sharing pengalaman, generasi muda dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari perjalanan para pahlawan, sekaligus menumbuhkan semangat cinta tanah air. Hal ini jelas menjadi penting dalam rangka menjaga eksistensi nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan kepada kita.
Rangkaian acara pada perayaan ini tidak hanya berfokus pada penghormatan terhadap pahlawan, tetapi juga mencakup berbagai kegiatan yang bersifat rekreatif dan edukatif. Di antaranya adalah pameran, bazaar, dan seminar yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keutuhan dan persatuan bangsa. Melalui acara seperti ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya peran setiap individu dalam membangun bangsa.
Perayaan HUT ke-67 Pepabri kali ini mengusung tema yang sangat bermakna, yaitu 'Menguatkan Api Perjuangan dan Persatuan Bangsa'. Tema ini dipilih untuk mencerminkan komitmen dan dedikasi Pepabri dalam menjaga keharmonisan dan persatuan bangsa, terutama di tengah berbagai tantangan yang dihadapi oleh negara saat ini. Dengan tema ini, Pepabri berupaya untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat akan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam mencapai tujuan berbangsa dan bernegara.
Dalam konteks perayaan yang memiliki tema ini, acara-acara yang diselenggarakan akan mencakup berbagai kegiatan yang tidak hanya bersifat meriah, tetapi juga edukatif dan reflektif. Salah satu tujuan utama dari tema ini adalah untuk menghidupkan kembali semangat juang para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan dan keamanan bangsa. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menggugah seluruh lapisan masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan dan menjaga keamanan serta kedaulatan negara.
Pentingnya tema ini juga terletak pada aspek moral dan sosial di mana dalam menghadapi berbagai ancaman serta tantangan, persatuan menjadi kunci dalam menciptakan ketahanan nasional. Melalui perayaan ini, Pepabri ingin menunjukkan bahwa meskipun zaman telah berubah, nilai-nilai perjuangan tetap harus ada dalam diri setiap warga negara. Tema 'Menguatkan Api Perjuangan dan Persatuan Bangsa' diharapkan dapat memberdayakan masyarakat untuk saling menghormati dan bekerja sama, demi tercapainya kesejahteraan bersama.
Dengan demikian, acara ini bukan hanya sekadar peringatan, melainkan juga menjadi ajang untuk menguatkan kembali sinergi antar elemen bangsa. Pepabri percaya bahwa melalui kebersamaan dan semangat persatuan, berbagai tantangan yang ada dapat dihadapi dan diatasi, sehingga cita-cita luhur untuk mencapai kemajuan dapat terwujud.
Kegiatan ziarah ke makam pahlawan merupakan salah satu rangkaian penting dalam perayaan HUT ke-67 Pepabri. Ziarah ini dilaksanakan pada tanggal 10 November setiap tahunnya, bertepatan dengan Hari Pahlawan di Indonesia. Makam pahlawan yang dikunjungi mencerminkan respect dan penghargaan yang tinggi terhadap jasa-jasa para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan bangsa.
Strategi pelaksanaan ziarah ini bukan hanya sekadar ceremonial, tetapi juga mengandung nilai-nilai refleksi dan penghormatan yang mendalam. Para purnawirawan militer yang terlibat dalam kegiatan ini terlihat sangat menghargai momen tersebut, di mana mereka melakukan doa dan menaburkan bunga di atas nisan para pahlawan. Upacara ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk merenungkan perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan oleh generasi sebelumnya, dan bagaimana semangat tersebut dapat diteruskan ke generasi sekarang dan mendatang.
Ziarah ke makam pahlawan juga berfungsi untuk memperkuat persatuan di kalangan para purnawirawan dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mereka diingatkan akan pentingnya persatuan dalam menjaga dan meneruskan cita-cita perjuangan bangsa. Setiap tahun, acara ini tidak hanya dihadiri oleh purnawirawan militer, tetapi juga oleh anggota keluarga, masyarakat umum, dan berbagai organisasi kemasyarakatan yang memiliki kepedulian akan sejarah bangsa. Ini menunjukkan bahwa penghormatan kepada pahlawan tidak terbatas pada satu kelompok, tetapi merupakan tanggung jawab bersama untuk membangun bangsa yang lebih baik.
Dengan begitu, kegiatan ziarah tidak hanya sekadar ritual, melainkan suatu upaya nyata dalam menciptakan rasa syukur atas kemerdekaan dan penghargaan terhadap nilai-nilai kebangsaan. Pada akhirnya, melalui ziarah ini, diharapkan tercipta kesadaran yang lebih dalam tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan dalam masyarakat, mengikuti jejak pahlawan yang telah berjuang demi tanah air.
Pada perayaan HUT ke-67 Pepperan Kebangkitan Pahlawan Indonesia (Pepabri), Ketua Umum Jenderal (Purn) Agum Gumelar menyampaikan serangkaian pernyataan yang mencerminkan komitmen dan dedikasi anggota Pepabri kepada bangsa dan negara. Dalam pidatonya, Jenderal Gumelar menegaskan bahwa meskipun para anggota Pepabri telah menjalani masa purnatugas, semangat dan jiwa pengabdian mereka kepada Republik Indonesia tetap tidak pudar. Hal ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa bukan hanya terbatas pada masa aktif dinas, melainkan berkelanjutan bahkan setelah meninggalkan dinas militer.
Jenderal Gumelar menyampaikan, “Kami tetap berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan negara. Semangat untuk menjaga dan membangun persatuan di semua komponen bangsa harus terus diperkuat.” Dalam konteks ini, beliau mengajak semua anggota Pepabri untuk tetap aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan, sebagai wujud nyata dari pengabdian mereka kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Lebih lanjut, Jenderal Agum juga menyoroti pentingnya peran pahlawan dalam sejarah bangsa ini. Setiap anggota Pepabri diharapkan menjadi teladan dalam mengaplikasikan nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan yang telah ditunjukkan oleh para pahlawan. Dengan memahami dan menghargai perjuangan mereka, generasi penerus diharapkan dapat meneruskan semangat tersebut dan ikut serta dalam menciptakan Indonesia yang lebih baik.
Akhirnya, pernyataan Jenderal Agum Gumelar mengandung harapan agar kegiatan Pepabri tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi juga menjadi landasan untuk membangun sinergi yang kuat di sesama anggota dan masyarakat luas. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan yang lebih kokoh, menjadikan bangsa ini makmur dan sejahtera dalam lingkup bhineka tunggal ika.







