Strategi Transformasi Digital Telkom: Mewujudkan Efisiensi dan Kolaborasi

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 18 September 2026, Pada tanggal 17 September 2026, Telkom Indonesia telah secara resmi mengumumkan peluncuran kerangka kerja terbaru bernama Scale, yang akan menjadi landasan dalam strategi transformasi digital perusahaan. Peluncuran ini merupakan respons terhadap kebutuhan yang semakin mendesak untuk menyederhanakan tata kelola teknologi dalam organisasi, dengan tujuan utama untuk meningkatkan efisiensi dalam seluruh investasi yang ada di grup Telkom.

Dengan adanya Scale, Telkom bertujuan untuk menciptakan struktur yang lebih ramping dan responsif terhadap perubahan yang cepat dalam lanskap teknologi. Kerangka kerja ini dirancang untuk memfasilitasi kolaborasi yang lebih baik di berbagai divisi dalam perusahaan serta mendorong pemanfaatan sumber daya yang lebih optimal. Dalam dunia bisnis saat ini, di mana inovasi teknologi berlangsung begitu cepat, memiliki strategi yang solid seperti Scale menjadi krusial untuk menjaga daya saing dan relevansi perusahaan.

Berkat Scale, Telkom berharap dapat memperkuat posisi sebagai pemimpin dalam industri telekomunikasi dan teknologi digital di Indonesia. Selain itu, implementasi dari kerangka kerja ini diharapkan dapat menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam hal efisiensi operasional dan produktivitas. Dengan fokus pada tata kelola yang lebih baik, Telkom tidak hanya akan mampu mengurangi biaya, tetapi juga meningkatkan kecepatan dalam pengambilan keputusan serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar.

Secara keseluruhan, peluncuran Scale oleh Telkom menandai langkah penting dalam perjalanan transformasi digital perusahaan. Melalui pendekatan yang sistematis dan terintegrasi, Telkom berusaha untuk tidak hanya memodernisasi infrastuktur teknologinya, tetapi juga untuk menciptakan nilai tambah bagi pemangku kepentingan, termasuk karyawan, pelanggan, dan mitra bisnis.

Dalam upaya Telkom untuk mencapai transformasi digital yang lebih komprehensif, kerangka kerja Scale menjadi pilar penting. Visi dari kerangka Scale adalah untuk mendorong kolaborasi yang lebih baik serta menciptakan efisiensi operasional yang tinggi. Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, menjelaskan bahwa kerangka ini tidak hanya berfokus pada pembaruan teknologi, tetapi juga bertujuan untuk mengintegrasikan proses dan kapabilitas yang sebelumnya terasing.

Misi dari kerangka Scale adalah untuk mengimplementasikan otomatisasi di berbagai bidang layanan Telkom, sehingga memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja. Hal ini dilakukan dengan mengembangkan sistem yang mendukung interaksi berbagai unit kerja, sehingga memudahkan pencapaian tujuan strategis perusahaan. Dengan adanya kerangka ini, Telkom berusaha untuk mengeliminasi kendala yang ada pada struktur operasional yang lama dan menggantinya dengan model kerja yang lebih adaptif dan responsif.

Implementasi kerangka Scale melibatkan komitmen dari seluruh level organisasi. Penggunaan teknologi canggih seperti AI dan analitik data menjadi bagian integral dari misi ini, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih berbasis data dan siap dalam menghadapi tantangan. Selain mendigitalisasi proses, kerangka ini juga berusaha untuk mengedukasi dan melatih karyawan dalam memanfaatkan teknologi yang baru agar mereka dapat berkontribusi secara maksimal terhadap efisiensi yang diharapkan.

Dengan segala upaya ini, Telkom berharap dapat menciptakan ekosistem kerja yang lebih inovatif, mengedepankan kolaborasi antar tim, dan pada akhirnya menciptakan nilai tambah bagi pelanggan. Semangat untuk terus bertransformasi menjadi inti dari setiap inisiatif yang dilakukan, dengan fokus tidak hanya pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada perubahan budaya kerja yang mendukung keberhasilan transformasi digital secara keseluruhan.

Transformasi digital di Telkom diusung melalui inisiatif yang dikenal dengan nama Scale, yang merupakan akronim dari lima pilar strategis. Kelima pilar ini dirancang untuk mendukung efisiensi, kolaborasi, dan inovasi dalam setiap aspek operasi perusahaan. Masing-masing pilar memiliki fokus dan tujuan yang jelas, yang semuanya saling melengkapi untuk mewujudkan visi transformasi digital Telkom.

Dalam kerangka Scale, Telkom mengembangkan 13 program operasional yang bertujuan untuk menerapkan setiap pilar strategis dengan efektif. Salah satu program yang menjadi sorotan utama adalah pengembangan pusat kecerdasan buatan yang dapat meningkatkan pengolahan data dan analisis berbasis AI. Ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi data yang dimiliki Telkom dan memberikan layanan yang lebih tepat sasaran kepada pelanggan.

Selain itu, peningkatan model keamanan siber juga menjadi prioritas utama dalam program operasional Scale. Di era digital saat ini, ancaman terhadap keamanan informasi semakin berkembang, sehingga Telkom berkomitmen untuk meningkatkan pertahanan siber. Penerapan teknologi keamanan canggih akan memastikan bahwa data pelanggan tetap aman dan terlindungi dari potensi serangan.

Transformasi sistem berbasis cloud adalah pilar ketiga yang sangat signifikan dalam peta jalan Scale. Dengan memindahkan berbagai sistem ke dalam cloud, Telkom tidak hanya dapat mengurangi biaya operasional tetapi juga meningkatkan fleksibilitas dan aksesibilitas sistem yang mendukung berbagai kegiatan bisnis. Inisiatif ini memungkinkan perusahaan untuk beroperasi dengan lebih efisien dan responsif terhadap perubahan kebutuhan pasar.

Secara keseluruhan, kombinasi dari kelima pilar strategis dan 13 program operasional ini membentuk fondasi yang kokoh untuk transformasi digital Telkom. Melalui implementasi yang sistematis, diharapkan Telkom dapat mencapai tingkat efisiensi dan kolaborasi yang lebih tinggi, sehingga mampu bersaing secara efektif di pasar yang terus berubah.

Dalam konteks transformasi digital, efisiensi operasional menjadi kunci untuk mempertahankan daya saing perusahaan. Telkom menciptakan skema layanan berbagi yang memungkinkan anak perusahaan di lingkungannya untuk memanfaatkan infrastruktur yang sama dan mengikuti standar keamanan yang terintegrasi. Strategi ini tidak hanya mengurangi redundansi dalam pengembangan sistem, tetapi juga mempercepat proses adopsi teknologi baru.

Dengan menggunakan shared services, Telkom dapat mengalihkan fokus sumber daya dan investasi dari pembangunan sistem yang terpisah-pisah ke pengembangan solusi yang lebih holistic dan terpadu. Ini berarti bahwa alokasi anggaran dapat difokuskan pada inovasi dan peningkatan layanan, alih-alih pengeluaran untuk biaya awal dari investasi infrastruktur yang banyak. Hasilnya, anak perusahaan memiliki akses lebih cepat dan lebih efisien ke teknologi terbaru yang dibutuhkan untuk beroperasi di era digital.

Lebih lanjut, skema layanan berbagi ini juga memperkuat kolaborasi antar departemen dan anak perusahaan. Dengan sistem yang terintegrasi, data dapat diakses dengan lebih cepat dan lebih akurat, mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dan lebih cepat. Hal ini memungkinkan Telkomgroup untuk responsif terhadap perubahan pasar dan kebutuhan pelanggan, serta meningkatkan agility di dalam organisasinya.

Secara keseluruhan, strategi shared services yang diterapkan Telkom tidak hanya fokus pada penghematan biaya, tetapi juga pada peningkatan efisiensi dan efektivitas organisasi. Dengan mempersiapkan infrastruktur dan sistem yang dapat digunakan bersama, Telkomgroup berinvestasi dalam kapabilitas jangka panjang yang vital untuk menghadapi tantangan di era digital yang terus berkembang.