Operasi VVIP Dimulai di Jatim, Ratusan Paspampres Bergerak dari Juanda

Operasi VVIP Dimulai di Jatim, Ratusan Paspampres Bergerak dari Juanda

Juanda, Surabaya – Aktivitas di Bandara Internasional Juanda, Jawa Timur, pada Senin (22 Juni 2026) berlangsung cukup padat sejak pagi hingga siang hari seiring kedatangan satuan elite pengamanan negara. Sebanyak 99 personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) tiba secara bertahap menggunakan pesawat angkut berat TNI AU dalam rangka pengamanan kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia di wilayah Jawa Timur.

Kedatangan pasukan pengamanan tersebut tidak berlangsung dalam satu gelombang, melainkan terbagi dalam dua tahap penerbangan berbeda yang sama-sama berasal dari Jakarta (Halim Perdanakusuma). Seluruh pergerakan berlangsung terkoordinasi dengan pengamanan internal militer di area Pangkalan Udara TNI AL Juanda, sebelum kemudian personel dan perlengkapan didistribusikan menuju titik lanjutan di wilayah Madura.

Gelombang pertama mendarat sekitar pukul 10.43 WIB dengan membawa 61 personel Paspampres yang dipimpin oleh Letkol Cke Mogie selaku Kapusdalops Paspampres. Rombongan ini tiba menggunakan pesawat C-130H/A-1328 yang diawaki oleh Letkol Pnb Endrik dari TNI Angkatan Udara. Begitu pesawat berhenti di apron, prosedur pengamanan langsung dilakukan secara sistematis. Personel segera melaksanakan pengecekan perlengkapan serta memastikan seluruh material operasional dalam kondisi lengkap dan siap digunakan.

Tidak berselang lama, aktivitas bongkar muat dan verifikasi perlengkapan dilakukan di sisi pesawat dengan pengawasan ketat. Suasana di area base ops Lanudal Juanda tampak tertib, dengan pergerakan personel yang terorganisir tanpa adanya hambatan berarti. Proses tersebut berlangsung hingga menjelang siang sebelum kelompok pertama diberangkatkan menuju wilayah Bangkalan, Madura, sebagai titik konsentrasi pengamanan awal.

Sekitar pukul 11.45 WIB, rombongan pertama yang dipimpin Letkol Cke Mogie resmi meninggalkan area Lanudal Juanda. Pergerakan dilakukan melalui jalur darat menggunakan kendaraan taktis yang telah disiapkan sebelumnya, dengan pengawalan unsur pengamanan militer dari Denpom V/4 Surabaya. Rute pergeseran diarahkan menuju Bangkalan sebagai bagian dari penguatan perimeter pengamanan menjelang kedatangan Presiden RI di wilayah Jawa Timur.

Sementara itu, di area bandara, aktivitas kembali berlanjut dengan kedatangan gelombang kedua pada siang hari. Sekitar pukul 12.25 WIB, pesawat C-130 lainnya dengan registrasi 1333 kembali mendarat membawa 38 personel Paspampres yang dipimpin oleh Mayor Mar Fajarian selaku Wakil Komandan Detasemen Grup A Paspampres. Sama seperti sebelumnya, proses kedatangan ini juga berlangsung di bawah koordinasi penuh unsur TNI AU dan pengamanan pangkalan.

Begitu roda pesawat menyentuh landasan, prosedur standar operasional langsung dijalankan. Personel segera turun dan melakukan pengecekan ulang terhadap perlengkapan serta kendaraan pendukung yang turut diangkut dalam penerbangan tersebut. Aktivitas ini dilakukan secara cepat namun tetap terstruktur, mengingat seluruh pergerakan berkaitan dengan agenda pengamanan VVIP.

Di antara perlengkapan yang turut dibawa dalam operasi tersebut, sejumlah kendaraan taktis dan logistik tampak disiapkan untuk mendukung mobilitas pengamanan di lapangan. Tercatat dua unit kendaraan Maung, beberapa unit motor taktis Matan dan Goldwing, serta perlengkapan pendukung komunikasi dan persenjataan yang dikemas dalam box logistik khusus. Seluruh peralatan tersebut merupakan bagian dari sistem pendukung pengamanan yang akan digunakan dalam rangkaian kunjungan kerja Presiden RI.

Selain kendaraan taktis, juga terlihat beberapa perangkat pendukung lain seperti box PHB dan box senjata yang turut diturunkan dari pesawat. Seluruh material tersebut langsung melalui proses pengecekan ulang sebelum didistribusikan ke kendaraan pengangkut yang telah disiapkan di area apron.

Di lokasi, unsur pengamanan dari Lanudal Juanda turut hadir menyambut kedatangan rombongan. Beberapa pejabat yang terlihat di antaranya Letkol Pom Trie Gunadi Oetomo selaku Kadisops Lanud Muljono, Mayor Sus Bagus Mahardhika selaku Kaintel Lanud Muljono, serta Kapten Lek Suyadi dari Kasi Baseops. Kehadiran unsur ini memastikan seluruh proses kedatangan berjalan sesuai prosedur keamanan wilayah pangkalan udara.

Pergerakan berikutnya terjadi sekitar pukul 12.50 WIB, ketika salah satu kendaraan Maung yang diperuntukkan bagi pengamanan RI-1 mulai diberangkatkan dari area base ops. Kendaraan tersebut diangkut menggunakan towing bernomor polisi B 9866 FU dan langsung bergerak menuju wilayah Bangkalan dengan pengawalan ketat dari unsur Denpom V/4 Surabaya. Pergerakan ini menjadi bagian dari penggelaran awal kendaraan pengamanan presiden di titik-titik strategis.

Situasi di lapangan tetap berlangsung terkendali dengan pengaturan arus keluar masuk kendaraan yang cukup ketat di area Lanudal Juanda. Tidak terlihat adanya gangguan maupun hambatan selama proses transisi personel dan material berlangsung. Seluruh rangkaian kegiatan pengamanan dilakukan dengan pola koordinasi terpadu antar satuan TNI AU, TNI AL, serta unsur Paspampres yang terlibat langsung dalam operasi.

Menjelang akhir kegiatan, sekitar pukul 13.50 WIB, gelombang kedua personel Paspampres yang dipimpin Mayor Mar Fajarian turut diberangkatkan meninggalkan Lanudal Juanda. Rombongan ini bergerak menggunakan kendaraan taktis yang juga diangkut dengan towing bernomor polisi L 8741 VJ menuju wilayah Kabupaten Sampang, Madura. Pergerakan ini sekaligus menandai selesainya tahap awal distribusi pasukan pengamanan di wilayah Jawa Timur.

Dengan keberangkatan seluruh personel dan material tersebut, Bandara Internasional Juanda kembali berangsur normal setelah sebelumnya menjadi titik transit utama pergerakan pasukan pengamanan presiden. Aktivitas penerbangan sipil tetap berjalan berdampingan dengan operasi militer terbatas tanpa adanya gangguan berarti.

Secara keseluruhan, seluruh rangkaian kedatangan, pengecekan, hingga pergeseran pasukan berjalan dalam kondisi tertib, aman, dan terkendali. Koordinasi lintas satuan yang terlibat dalam operasi ini menunjukkan kesiapan unsur pengamanan negara dalam mendukung agenda kenegaraan Presiden RI di wilayah Jawa Timur, khususnya di area Surabaya, Bangkalan, hingga Sampang.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam lebih di area Juanda tersebut menjadi bagian dari prosedur standar pengamanan VVIP yang dilakukan secara berlapis, mulai dari titik kedatangan, transit, hingga pergeseran ke wilayah operasi. Seluruh unsur yang terlibat menjalankan tugas sesuai dengan peran masing-masing tanpa kendala teknis yang berarti di lapangan.

Dengan demikian, seluruh rangkaian pergerakan pasukan Paspampres pada hari itu dinyatakan selesai dilaksanakan sesuai rencana operasi, dan selanjutnya seluruh unsur pengamanan bersiap melaksanakan tahap lanjutan sesuai perkembangan agenda kunjungan kerja Presiden RI di Jawa Timur.

Pewarta: Abdul Latif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *