PROBOLINGGO — Dalam rangka mendukung program Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional, jajaran Kodim 0820/Probolinggo melalui Koramil 0820-23/Gading terus melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap para petani di wilayah binaannya.
Pendampingan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan TNI terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Kegiatan berlangsung pada Rabu (30/9/2026).
Anggota Koramil 0820-23/Gading, Serma Thomy, melaksanakan pendampingan dan pengawasan perawatan tanaman padi di lahan pertanian milik Samsul (45), warga Desa Prasi, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.
Pada waktu yang sama, Serda Hari melakukan kegiatan serupa di lahan pertanian milik Mahmudi (40), warga Desa Condong, Kecamatan Gading.
Serma Thomy mengatakan, proses pengolahan lahan, penanaman hingga perawatan tanaman merupakan bagian penting yang dapat memengaruhi hasil produksi pertanian. Karena itu, pendampingan dilakukan sejak tahapan awal hingga proses perawatan tanaman.
“Proses pengolahan lahan, penanaman hingga perawatan merupakan salah satu faktor yang bisa memengaruhi hasil pertanian. Berangkat dari hal tersebut, kami melakukan pendampingan dan pengawasan mulai dari proses awal,” ujar Serma Thomy.
Menurutnya, ketahanan pangan nasional merupakan kondisi ketika masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman, bergizi, dan berkelanjutan.
Upaya memperkuat ketahanan pangan, lanjut dia, dapat dilakukan melalui berbagai langkah, di antaranya pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan bendungan, modernisasi sistem irigasi, menjaga kebersihan saluran air, serta memperkuat infrastruktur pertanian.
Sementara itu, Serda Hari menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi salah satu hal penting bagi Indonesia mengingat jumlah penduduk yang besar serta wilayah geografis yang luas.
Ia menyebut sejumlah komponen penting dalam ketahanan pangan, antara lain ketersediaan pangan, stabilitas pasokan, akses masyarakat terhadap pangan, serta pemanfaatan pangan secara optimal.
“Sumber daya pertanian, mulai dari penyuluh hingga para petani, harus bergerak cepat mengambil bagian dalam menjaga ketahanan pangan. Kunci dalam gerakan antisipasi darurat pangan nasional adalah meningkatkan produksi dengan seluruh sumber daya yang difokuskan pada peningkatan produksi, baik saat ini maupun yang akan datang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Serda Hari menyampaikan bahwa pemerintah pusat bersama TNI telah mendorong pendekatan yang menyeluruh dalam mendukung sektor pertanian. Dukungan sarana dan prasarana diarahkan dari sektor hulu hingga hilir, mulai dari penyiapan lahan, proses produksi, hingga pengolahan hasil pertanian.
“Mari bersinergi untuk meningkatkan kualitas dan hasil pertanian yang secara tidak langsung tentunya berkontribusi terhadap kemajuan pertanian di Indonesia secara berkelanjutan,” pungkasnya.
(Edi D/Pendim 0820/Probolinggo)

