Medan | Arus lalu lintas di kedua sisi Jalan Medan Selatan, Jakarta Pusat, kembali normal pada Kamis malam, 29 Oktober 2026. Pemulihan akses tersebut terjadi setelah aksi mahasiswa Universitas Trisakti di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya berakhir. Informasi ini menandai berakhirnya pengaturan jalan yang berkaitan dengan kegiatan massa di sekitar lokasi. Dengan demikian, kendaraan di ruas tersebut dapat kembali melintas pada kedua sisi jalan, sebagaimana kondisi normal yang disebutkan setelah aksi selesai.
Massa aksi dilaporkan meninggalkan titik di depan BSI Tower sekitar pukul 18.53 WIB. Lokasi itu berada di kawasan kegiatan mahasiswa yang berlangsung di sekitar Patung Kuda Arjuna Wijaya. Setelah para peserta meninggalkan titik tersebut, polisi kemudian membuka barikade. Pembukaan pembatas itu berlangsung setelah massa meninggalkan lokasi, dan arus di kedua sisi Jalan Medan Selatan kembali normal pada Kamis malam. Keterangan waktu tersebut menjadi penanda kapan massa mulai meninggalkan titik di depan BSI Tower.
Rangkaian informasi mengenai peristiwa ini mencakup berakhirnya aksi mahasiswa Universitas Trisakti, kepergian massa dari depan BSI Tower sekitar pukul 18.53 WIB, serta pembukaan barikade oleh polisi setelahnya. Kondisi akhir yang dilaporkan adalah lalu lintas di kedua sisi Jalan Medan Selatan kembali normal. Peristiwa berlangsung di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 29 Oktober 2026. Tidak ada keterangan tambahan dalam informasi ini mengenai kondisi lain di ruas jalan tersebut. Pokok peristiwa tetap berfokus pada pulihnya arus setelah massa meninggalkan lokasi dan polisi membuka barikade.
Sebelum akses kembali dibuka, pengaturan lalu lintas diterapkan di sejumlah titik sekitar Patung Kuda dan kawasan Medan Selatan. Penutupan diberlakukan di depan BSI Tower atau Menara Danareksa, terutama untuk membatasi arus kendaraan yang hendak menuju Istana Negara maupun Jalan Jenderal Sudirman. Kebijakan tersebut membuat pengendara perlu mengikuti rute pengalihan yang disiapkan petugas, alih-alih meneruskan perjalanan melalui akses yang sedang ditutup. Pengaturan dilakukan untuk menjaga area aksi tetap terkendali dan mencegah kendaraan masuk ke ruas yang diblokade.
Salah satu akses yang terdampak adalah jalur dari Jalan Medan Selatan menuju Jalan Jenderal Sudirman. Selama penutupan berlangsung, kendaraan dari arah tersebut tidak dapat melaju langsung menuju Sudirman. Polisi mengarahkan pengendara untuk berbelok melalui Jalan Kebon Sirih sebagai jalur alternatif. Petugas berjaga di lokasi untuk memberikan arahan dan membantu memastikan kendaraan mengikuti pengalihan dengan tertib. Pengendara diimbau memperhatikan rambu maupun instruksi petugas, khususnya saat mendekati persimpangan dan titik pembatasan, karena kondisi arus dapat berubah mengikuti kebutuhan pengamanan.
Untuk memisahkan area yang ditutup dari jalur kendaraan, polisi memasang water barrier dan menempatkan personel untuk menjaga pembatas tersebut. Sejumlah lajur masih disisakan agar lalu lintas di sekitar lokasi tetap dapat bergerak, tetapi keberadaan lajur yang terbuka tidak berarti seluruh akses menuju kawasan istana dapat dilalui. Akses utama ke arah Istana Negara tetap diblokade selama penutupan diberlakukan. Dengan demikian, kendaraan yang melintas harus mematuhi batas yang ditetapkan dan tidak mencoba menerobos pembatas. Pengaturan ini berlangsung sebelum arus Medan Selatan kembali lancar, sementara pengalihan melalui Kebon Sirih menjadi rute penting bagi pengendara yang menuju Jalan Jenderal Sudirman.
Dalam aksi di kawasan Medan Selatan, mahasiswa Universitas Trisakti menyampaikan tiga tuntutan rakyat atau Tritura sebagai pokok aspirasi mereka. Tuntutan tersebut mencakup berbagai bidang yang dinilai penting bagi kehidupan masyarakat dan arah penyelenggaraan negara. Mahasiswa tidak hanya menyuarakan persoalan ekonomi, tetapi juga menyinggung kondisi ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan nasional. Rangkaian isu itu menunjukkan bahwa pemulihan yang diminta mencakup aspek kehidupan yang saling berkaitan. Karena itu, Tritura dalam aksi ini dipaparkan sebagai seruan luas untuk memperbaiki keadaan nasional, bukan sebagai tuntutan yang terbatas pada satu sektor saja. Seluruh butir disampaikan melalui orasi dan tercantum pada spanduk maupun atribut demonstrasi yang dibawa mahasiswa.
Tuntutan pertama berisi desakan agar dilakukan pemulihan di berbagai bidang, yaitu ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan nasional. Mahasiswa menempatkan pemulihan tersebut sebagai salah satu kebutuhan yang perlu mendapat perhatian. Cakupan tuntutan ini menegaskan bahwa aspirasi mereka berkaitan dengan kondisi masyarakat secara menyeluruh, mulai dari kesejahteraan ekonomi hingga kualitas layanan pendidikan dan kesehatan. Aspek ekologi dan politik juga disebut secara langsung sebagai bagian dari agenda pemulihan. Dengan demikian, butir pertama Tritura merangkum sejumlah persoalan nasional yang ingin diangkat dalam aksi. Penyebutan bidang-bidang itu pada spanduk dan atribut demonstrasi membantu memperlihatkan isi tuntutan kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Tuntutan kedua, sebagaimana disampaikan dalam orasi Arief Rizquna, meminta para penguasa menghapus dan memberantas pejabat yang dinilai tidak kompeten di bidangnya. Pernyataan tersebut menyoroti kompetensi pejabat sebagai hal yang dipersoalkan oleh mahasiswa. Sementara itu, tuntutan ketiga menekankan penegakan supremasi sipil. Kedua butir ini melengkapi seruan pemulihan pada tuntutan pertama, dengan perhatian pada pejabat serta prinsip dalam tata kelola pemerintahan. Mahasiswa mencantumkan seluruh tuntutan pada spanduk dan atribut aksi yang mereka bawa, sehingga substansi Tritura dapat terlihat secara terbuka. Melalui orasi dan perlengkapan demonstrasi tersebut, peserta menyampaikan tiga pokok aspirasi secara langsung selama aksi berlangsung di kawasan Medan Selatan.
Dalam penyampaian tuntutan pada aksi mahasiswa Universitas Trisakti, Arief Rizquna turut menyampaikan orasi yang membawa pesan simbolik. Ia merupakan Menteri Luar Negeri Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti periode 2025/2026 dari Kabinet Karya Bersama. Kehadirannya dalam orasi tersebut menjadi bagian dari penyampaian sikap mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus menyampaikan salah satu poin tuntutan yang dibawa dalam aksi. Pesan yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan isi tuntutan, tetapi juga dengan makna yang ingin ditampilkan melalui kehadiran mahasiswa Trisakti.
Arief menggambarkan aksi itu sebagai pembawa simbol kekecewaan dan kemirisan dari Trisakti. Simbol tersebut, menurut pesan dalam orasinya, ditujukan untuk diperlihatkan kepada masyarakat sipil. Dengan demikian, pernyataan itu menempatkan aksi sebagai cara mahasiswa menunjukkan sikap dan perasaan yang mereka bawa di ruang publik. Kekecewaan dan kemirisan menjadi inti pesan yang disebutkan, sementara masyarakat sipil menjadi pihak yang dituju untuk melihat simbol tersebut. Pernyataan itu menegaskan adanya pesan yang hendak disampaikan melalui aksi, tanpa mengubahnya menjadi uraian mengenai hal lain di luar keterangan Arief.
Dalam konteks pemberitaan mengenai aksi mahasiswa Trisakti, keterangan Arief memberi penutup yang berfokus pada maksud simbolik orasi. Ia tidak sekadar disebut sebagai penyampai salah satu poin tuntutan, tetapi juga sebagai pihak yang menjelaskan bagaimana aksi itu ingin hadir di hadapan masyarakat. Pokok pesannya tetap pada gambaran tentang kekecewaan dan kemirisan yang berasal dari Trisakti dan ditunjukkan kepada masyarakat sipil. Tidak ada tafsir tambahan yang perlu dilekatkan pada pernyataan tersebut untuk memahami pesan utamanya. Arief Rizquna, dalam kapasitasnya sebagai Menteri Luar Negeri Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti periode 2025/2026 Kabinet Karya Bersama, menyampaikan bahwa aksi tersebut membawa simbol kekecewaan dan kemirisan dari Trisakti untuk ditunjukkan kepada masyarakat sipil.
Baca juga: Kekhawatiran Mahasiswa IPB Terhadap Pria Misterius di Jalan Bara-Balio | Krida Nusantara: Mahasiswa PPG UHAMKA Kenalkan Budaya melalui Bermain dan Berkarya | Perbaikan Kualitas Udara di Kalimantan Selatan Pasca Hujan






