Bisnis  

Jakarta Gelar Expo Kerja 2026 dengan 12 Ribu Lowongan dari 100 Perusahaan

Jakarta Gelar Expo Kerja 2026 dengan 12 Ribu Lowongan dari 100 Perusahaan

Jakarta | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membuka Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Expo 2026 pada Kamis, 22 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Convention Hall Smesco, Pancoran, Jakarta Selatan, ini menjadi ruang pertemuan bagi pencari kerja dan perusahaan yang tengah menawarkan kesempatan kerja. Expo dijadwalkan berjalan selama dua hari, hingga Jumat, 23 Oktober 2026. Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang mempertemukan masyarakat dengan berbagai perusahaan peserta di satu lokasi.

Melalui expo ini, pencari kerja dapat berinteraksi langsung dengan perusahaan, mencari tahu peluang yang tersedia, serta memperoleh gambaran mengenai kebutuhan tenaga kerja. Kehadiran perusahaan peserta memberi pengunjung kesempatan untuk mengenal pilihan pekerjaan dari beragam pemberi kerja tanpa harus mendatangi masing-masing perusahaan secara terpisah. Bagi warga yang sedang mencari pekerjaan atau mempertimbangkan langkah karier berikutnya, acara ini dapat menjadi salah satu tempat untuk menjajaki kecocokan keterampilan yang dimiliki dan posisi yang dibutuhkan.

Selain menghadirkan lowongan kerja, kegiatan ini juga membawa tema Tenaga Kerja Mandiri melalui TKM Expo. Penyelenggaraan dua agenda tersebut memberi ruang bagi pengunjung untuk mengenali jalur kesempatan kerja dan kemandirian ekonomi dalam satu rangkaian acara. Masyarakat yang ingin mengikuti expo dapat datang ke Convention Hall Smesco selama kegiatan berlangsung pada 22 dan 23 Oktober. Dengan mempertemukan pencari kerja dan perusahaan secara langsung, Karir Jakarta dan TKM Expo 2026 diharapkan membantu memperluas akses terhadap informasi kesempatan kerja. Kehadiran peserta dari kalangan perusahaan juga membuka peluang bagi pencari kerja untuk menyampaikan minat, bertanya mengenai kebutuhan tenaga kerja, dan memperoleh informasi yang relevan sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Expo kerja Jakarta 2026 menghadirkan skala rekrutmen yang tercermin dari keterlibatan 100 perusahaan dan penawaran total 12.000 lowongan pekerjaan. Jumlah tersebut menjadi gambaran utama bagi pencari kerja yang ingin mengetahui peluang yang tersedia melalui kegiatan ini. Dengan banyaknya perusahaan yang berpartisipasi, expo menyediakan ruang untuk mengakses berbagai penawaran dalam satu penyelenggaraan, tanpa mengubah informasi pokok mengenai jumlah lowongan yang diumumkan.

Angka 12.000 menunjukkan total lowongan yang ditawarkan oleh seluruh perusahaan peserta, bukan jumlah yang secara otomatis tersedia bagi setiap pengunjung. Karena itu, pencari kerja dapat menjadikan informasi tersebut sebagai gambaran skala kesempatan, sambil mencermati penawaran yang tersedia melalui kanal resmi expo. Keterangan mengenai jumlah perusahaan dan lowongan memberikan konteks yang jelas tentang cakupan rekrutmen dalam acara ini, tanpa menyimpulkan jenis pekerjaan atau ketentuan yang tidak disampaikan.

Pelaksanaan secara hybrid menjadi bagian penting dari penyelenggaraan. Pencari kerja dapat mengakses peluang melalui kanal online ataupun datang langsung ke lokasi kegiatan. Pilihan dua cara partisipasi ini memungkinkan masyarakat menyesuaikan akses dengan cara yang paling sesuai bagi mereka. Kanal daring membuka akses tanpa kehadiran fisik, sedangkan kunjungan langsung memberi pilihan untuk mengikuti expo di tempat pelaksanaan. Kedua jalur tersebut menjadi sarana untuk menjangkau informasi lowongan dari perusahaan peserta.

Dengan 100 perusahaan dan total 12.000 lowongan, expo ini menggabungkan partisipasi banyak pemberi kerja dengan pilihan akses yang lebih dari satu. Pencari kerja dapat mempertimbangkan keikutsertaan secara daring atau hadir langsung, kemudian mencari informasi yang relevan di penawaran yang disediakan. Penyelenggaraan hybrid juga berarti akses terhadap kesempatan tidak hanya bergantung pada kunjungan ke lokasi. Secara keseluruhan, skala partisipasi dan ketersediaan kanal online maupun tatap muka merupakan dua hal utama yang membentuk penyelenggaraan rekrutmen Jakarta 2026.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta, Syaripudin, menjelaskan bahwa Jakarta Expo Kerja 2026 menjadi puncak rangkaian bursa kerja yang telah berlangsung di berbagai wilayah administrasi. Sebelum acara puncak ini digelar, kegiatan serupa diselenggarakan di lima kota administrasi dan satu kabupaten administrasi di Jakarta. Rangkaian tersebut dirancang agar informasi lowongan dan layanan ketenagakerjaan dapat menjangkau pencari kerja di lebih banyak wilayah, bukan hanya terpusat pada satu lokasi.

Hingga Oktober 2026, Disnakertransgi DKI Jakarta telah menggelar 11 job fair. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa expo kerja merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam mempertemukan perusahaan dengan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan. Melalui rangkaian kegiatan di tingkat kota dan kabupaten administrasi, warga memperoleh kesempatan untuk mengakses informasi rekrutmen secara langsung. Perusahaan juga dapat menyampaikan kebutuhan tenaga kerja sekaligus berinteraksi dengan calon pelamar.

Meski rekrutmen menjadi salah satu agenda utama, expo ini tidak hanya berisi kegiatan pencarian kerja. Pengunjung juga dapat melihat pameran hasil pelatihan dari UPT Pusat Pelatihan Kerja Daerah. Pameran tersebut memperlihatkan hasil pembelajaran dan keterampilan yang dikembangkan melalui program pelatihan kerja. Selain itu, tersedia pameran tenaga kerja mandiri yang memberikan ruang bagi kegiatan dan karya warga yang berupaya membangun sumber penghasilan secara mandiri.

Agenda pendukung lainnya mencakup stan layanan dari Kementerian Ketenagakerjaan dan BP2MI. Kehadiran kedua instansi ini menambah akses pengunjung terhadap informasi serta layanan terkait ketenagakerjaan. Expo juga menghadirkan talkshow seputar dunia kerja, yang dapat menjadi ruang untuk membahas isu, kebutuhan, dan perkembangan ketenagakerjaan. Dengan menggabungkan informasi lowongan, hasil pelatihan, kegiatan mandiri, layanan instansi, dan diskusi, acara ini menyediakan pengalaman yang lebih luas bagi pengunjung. Format tersebut juga menghubungkan pencari kerja dengan berbagai sumber informasi dan dukungan, sementara perusahaan dan lembaga dapat berinteraksi dengan masyarakat dalam satu kegiatan. Dengan demikian, expo menjadi penutup rangkaian bursa kerja sekaligus wadah layanan ketenagakerjaan yang mencakup beberapa kebutuhan masyarakat.Pemprov DKI Jakarta menempatkan bursa kerja sebagai salah satu upaya untuk memperluas kesempatan kerja bagi warga. Melalui Jakarta Expo Kerja 2026, pemerintah daerah menghadirkan ruang pertemuan pencari kerja dan perusahaan yang membuka lowongan. Kegiatan ini dijadwalkan menawarkan sekitar 12.000 posisi dari 100 perusahaan, sehingga peserta dapat memperoleh informasi langsung mengenai kebutuhan tenaga kerja di berbagai bidang. Kehadiran job fair menjadi bagian dari upaya mempertemukan kebutuhan pasar kerja dengan calon pekerja, sekaligus memperluas akses terhadap informasi rekrutmen. Namun, jumlah lowongan yang tersedia dalam acara tidak dengan sendirinya menggambarkan kondisi pengangguran secara keseluruhan ataupun menjamin setiap peserta memperoleh pekerjaan. Hasil pencocokan tetap bergantung pada proses seleksi dan kesesuaian kualifikasi.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jakarta tercatat sebesar 6,21 persen pada akhir 2024, atau sekitar 337.000 orang. Pada Mei 2026, angka tersebut tercatat turun menjadi 5,79 persen, atau sekitar 323.000 orang. Data ini menunjukkan perubahan TPT dua periode yang disebutkan, dengan angka persentase dan jumlah orang sebagaimana dilaporkan. Penyajian data tersebut memberi konteks bagi pelaksanaan berbagai kegiatan ketenagakerjaan di Jakarta, termasuk expo kerja. Meski demikian, angka BPS tersebut tidak menjelaskan faktor yang mendasari perubahan, dan tidak dapat digunakan untuk menyatakan bahwa satu kegiatan tertentu menyebabkan penurunan. Perbandingan ini juga perlu dibaca sesuai periode pengukuran yang tersedia.

Dalam konteks itu, expo kerja dapat dipahami sebagai salah satu saluran untuk menghubungkan warga dengan peluang yang ditawarkan perusahaan, sementara data pengangguran memberikan gambaran tersendiri mengenai kondisi ketenagakerjaan. Keduanya memiliki fungsi berbeda: acara menyediakan akses terhadap informasi dan proses perekrutan, sedangkan statistik merangkum keadaan pasar kerja berdasarkan pengukuran BPS. Bagi pencari kerja, kegiatan seperti ini dapat menjadi kesempatan untuk mengenali posisi yang tersedia, menyampaikan lamaran, dan berinteraksi dengan perekrut.

Baca juga: Kesempatan Kerja di Jakarta: Job Connect 2026 Hadir dengan 44 Perusahaan | Wisuda Ke-42 Politeknik Negeri Jakarta: Rekor Baru dan Penerimaan Kerja Wisudawan | Kota Jakarta Gelap Selama Satu Jam pada 19 September 2026