Kota Makassar MAKASSAR | Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H., bersama para pejabat utama Polda Sulsel melaksanakan shalat subuh berjamaah di lima masjid di Kota Makassar pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program rutin shalat subuh keliling yang dilaksanakan Kapolda Sulsel bersama jajaran. Kehadiran pimpinan kepolisian di tengah masyarakat melalui kegiatan keagamaan ini menunjukkan perhatian terhadap pembinaan kehidupan sosial dan spiritual di wilayah Sulawesi Selatan.
Program subuh berjamaah tersebut tidak hanya berfokus pada pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi sarana pembinaan rohani bagi personel kepolisian. Melalui kegiatan ini, jajaran Polda Sulsel didorong untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta menanamkan nilai-nilai moral dalam menjalankan tugas. Kegiatan keagamaan secara rutin diharapkan dapat memperkuat integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab anggota Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, serta pengayoman kepada masyarakat.
Selain itu, shalat subuh keliling menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi kepolisian dan warga. Interaksi langsung di lingkungan masjid memungkinkan terbangunnya komunikasi yang lebih terbuka, sehingga berbagai aspirasi dan perhatian masyarakat dapat dipahami dengan baik. Kedekatan tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan serta membangun sinergi Polri dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Sulawesi Selatan. Dengan kolaborasi yang kuat, masyarakat dan kepolisian dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, tenteram, dan kondusif.
Pelaksanaan subuh berjamaah tersebut dibagi ke dalam lima tim yang tersebar di sejumlah masjid di Kota Makassar. Pembagian ini melibatkan Kapolda Sulsel bersama para pejabat utama Polda Sulsel, sehingga kegiatan dapat berlangsung secara serentak dan menjangkau berbagai wilayah. Selain melaksanakan ibadah, kehadiran jajaran kepolisian juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan.
Tim 1 dipimpin langsung oleh Kapolda Sulsel bersama Dirbinmas, Dirintelkam, Dirlantas, Kabid Humas, dan Plt. Kabid Propam. Tim ini melaksanakan shalat subuh berjamaah di Masjid Al-Markaz Al-Islam Makassar. Sementara itu, Tim 2 terdiri atas Irwasda, Dirpamobvit, Dirreskrimsus, Dirpolairud, dan Kabidkum. Mereka menjalankan ibadah di Masjid Baiturrahman yang berada di Jalan Urip Sumohardjo, Kecamatan Panakkukang.
Tim 3 melibatkan Karoops, Dirresnarkoba, Dirreskrimum, Wadirbinmas, Wadirsamapta, dan Wadirlantas. Rombongan ini hadir di Masjid At-Taqwa, Jalan Dr. Ws. Husudo, Kecamatan Wajo. Adapun Tim 4 beranggotakan Dansatbrimob, Karorena, Dirsamapta, Kayanma, Wadirintelkam, Wadirpamobvit, dan Wadirresnarkoba. Tim tersebut melaksanakan shalat di Masjid Syura, Jalan Sunu III, Kecamatan Tallo.
Tim 5 terdiri atas Karosdm, Kabid Tik, Kabidlabfor, Karumkit, Kaspn, Dirtahti, dan Wadirreskrimsus. Mereka beribadah di Masjid Dawatul Khaer, Jalan Rappocini Raya, Kecamatan Rappocini. Pembagian lokasi dan personel ini menunjukkan keterlibatan lintas satuan dalam kegiatan subuh berjamaah, sekaligus memperkuat pesan bahwa jajaran Polda Sulsel berupaya hadir lebih dekat di tengah masyarakat. Setiap tim menjalankan agenda pada waktu yang sama dengan tetap menyesuaikan lokasi masjid dan wilayah penugasannya.
Usai melaksanakan salat Subuh berjamaah, Kapolda Sulsel menyampaikan pesan kepada jamaah agar turut berperan aktif menjaga keamanan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, situasi yang aman, damai, dan kondusif tidak terbentuk hanya melalui upaya aparat, tetapi juga melalui kepedulian serta partisipasi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Kapolda menegaskan bahwa pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Kepolisian memang memiliki tugas untuk menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan memberikan perlindungan, tetapi keberhasilan tugas tersebut memerlukan dukungan seluruh pihak. Pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta setiap warga memiliki peran penting sesuai kapasitas masing-masing.
Jamaah diajak untuk membangun kepedulian terhadap kondisi di sekitar, termasuk mengenali potensi gangguan keamanan dan menyampaikan informasi secara tepat kepada pihak berwenang. Sikap saling menghormati, menjaga komunikasi, serta menyelesaikan persoalan melalui jalur yang baik dinilai dapat mencegah munculnya konflik dan gangguan ketertiban. Lingkungan yang aman juga dapat tercipta apabila warga tidak bersikap apatis terhadap persoalan sosial yang terjadi di sekitarnya.
Sinergi pemerintah, kepolisian, dan masyarakat menjadi unsur penting dalam mempertahankan ketenteraman. Dengan kerja sama yang kuat, berbagai potensi kerawanan dapat diantisipasi sejak awal, sementara persoalan yang muncul dapat ditangani secara cepat dan proporsional. Kapolda juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, terutama kabar yang berpotensi memicu keresahan atau perpecahan.
Di hadapan jamaah, Kapolda memastikan Polri siap hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kapan pun masyarakat membutuhkan. Kehadiran tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan partisipasi warga, sehingga tercipta hubungan yang terbuka dan saling mendukung. Melalui kolaborasi dan kepedulian bersama, keamanan dapat dijaga sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang tenteram dan harmonis.
Shalat Subuh berjamaah yang dilaksanakan oleh Kapolda Sulsel bersama pejabat utama Polda di sejumlah masjid Makassar memiliki makna penting dalam memperkuat kedekatan Polri dan masyarakat. Kehadiran para pejabat kepolisian di tengah jamaah menunjukkan bahwa hubungan dengan warga tidak hanya dibangun melalui tugas pelayanan dan penegakan hukum, tetapi juga melalui ruang kebersamaan yang dilandasi nilai keagamaan. Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan rohani sekaligus penguatan silaturahmi jajaran Polda Sulsel, tokoh agama, dan masyarakat.
Melalui kebersamaan dalam ibadah, komunikasi yang terbuka dapat terus dibangun secara lebih dekat dan humanis. Masyarakat memiliki ruang untuk berinteraksi dengan kepolisian, sementara Polri dapat memperkuat pemahaman mengenai pentingnya peran bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Shalat berjamaah tersebut juga mencerminkan upaya Polda Sulsel untuk menumbuhkan rasa saling percaya, kepedulian, serta kebersamaan dalam memelihara situasi kamtibmas di wilayah Sulawesi Selatan.
Penguatan hubungan tersebut menjadi bagian dari kerja sama berkelanjutan polisi dan masyarakat. Ketika komunikasi, silaturahmi, dan kepedulian sosial terpelihara, upaya menjaga keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga menjadi komitmen bersama seluruh elemen masyarakat. Dengan demikian, kegiatan shalat Subuh berjamaah berfungsi sebagai wadah pembinaan rohani, penguatan silaturahmi, dan pembangunan kerja sama keamanan. Sinergi yang terjalin diharapkan terus mendukung terciptanya Sulawesi Selatan yang aman, damai, tertib, dan kondusif.

