Jakarta | Pagi di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berubah menjadi salah satu titik konsentrasi aktivitas kepolisian dan pelayanan publik pada Senin (23/6/2026). Di area Lemdiklat Polri, Jl. Ciputat Raya No.40, suasana sejak dini hari sudah dipadati warga yang datang dalam rangka kegiatan Bakti Kesehatan (Baktikes) Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang pelayanan langsung yang melibatkan ribuan warga dari berbagai unsur masyarakat Jakarta Selatan.
Sejak pukul 07.30 WIB, arus kedatangan warga mulai terlihat stabil dan terorganisir. Panitia mencatat total 1.184 orang hadir dalam kegiatan tersebut, yang terdiri dari warga Kelurahan Pondok Pinang sebanyak 1.034 orang, 100 pengemudi ojek online, serta 50 unsur Potensi Masyarakat (Potmas). Mereka datang secara bertahap dengan pengaturan lapangan yang cukup ketat, namun tetap berjalan dalam suasana tertib tanpa hambatan berarti.
Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, yang tahun ini menitikberatkan pada pendekatan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat. Lemdiklat Polri menjadi pusat pelaksanaan dengan menghadirkan berbagai layanan medis terpadu yang dapat diakses gratis oleh warga. Area kegiatan disulap menjadi pos pelayanan besar, dengan titik-titik layanan kesehatan yang tersebar untuk mengurai antrean dan mempercepat proses pemeriksaan.
Kehadiran sejumlah pejabat tinggi negara dan Polri menambah bobot kegiatan tersebut. Di antara yang hadir adalah Listyo Sigit Prabowo, yang datang langsung untuk memantau jalannya kegiatan serta menyapa masyarakat di lokasi. Turut mendampingi, Wahyu Widada, Asep Hendradiana, serta R.Z. Panca Putra Simanjuntak yang bertindak sebagai tuan rumah kegiatan di lingkungan pendidikan dan pelatihan Polri tersebut.
Dari jajaran Korps Bhayangkara lainnya, hadir pula Ramdani Hidayat, Johnny Eddizon Isir, Andi Rian Ryacudu Djajadi, serta Totok Suharyanto. Dari unsur kementerian, tampak hadir Budi Gunadi Sadikin, sementara dari kalangan serikat pekerja nasional hadir Andi Gani Nena Wea.
Kehadiran para pejabat tersebut tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga menjadi bagian dari peninjauan langsung terhadap model pelayanan kesehatan terpadu yang digelar. Sejak awal kegiatan, Kapolri bersama rombongan meninjau sejumlah titik layanan kesehatan yang telah disiapkan, mulai dari pemeriksaan umum hingga layanan spesialis.
Di lapangan, aktivitas pelayanan kesehatan berlangsung dalam skema yang cukup luas. Panitia menyediakan berbagai jenis layanan, antara lain pemeriksaan kesehatan umum, cek kesehatan berkala (CKG), pemeriksaan dan pengobatan spesialis, layanan kesehatan gigi, serta pemeriksaan tuberkulosis (TBC). Selain itu, tersedia juga layanan pemeriksaan stunting, khitanan massal, donor darah, hingga operasi katarak bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Tidak hanya itu, layanan lain yang turut menjadi perhatian masyarakat adalah pembagian kacamata gratis, pelayanan keluarga berencana (KB), pemberian alat bantu disabilitas, operasi bibir sumbing, serta distribusi vitamin dan suplemen kesehatan. Seluruh layanan tersebut disusun dalam satu sistem terpadu agar masyarakat dapat menerima berbagai bentuk pemeriksaan tanpa harus berpindah lokasi jauh.
Dalam pantauan di lokasi, alur pelayanan tampak berjalan relatif lancar. Warga yang hadir diarahkan menuju pos registrasi sejak pukul 08.00 WIB, sebelum kemudian memasuki tahap pemeriksaan sesuai kebutuhan masing-masing. Antrean tetap terlihat, namun masih dalam batas wajar karena pengaturan petugas yang cukup disiplin di setiap titik layanan.
Sekitar pukul 08.30 WIB, Listyo Sigit Prabowo tiba di tenda utama dan langsung menyapa masyarakat yang sudah menunggu sejak pagi. Kehadiran orang nomor satu di tubuh Polri tersebut disambut antusias oleh warga, terutama peserta yang berasal dari wilayah Pondok Pinang dan sekitarnya. Suasana sempat cair ketika Kapolri beberapa kali berhenti untuk berbincang singkat dengan warga yang sedang menunggu pemeriksaan kesehatan.
Memasuki pukul 09.00 WIB, kegiatan berlanjut dengan penyerahan bantuan sembako secara simbolis kepada perwakilan masyarakat. Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian bakti sosial yang melekat dalam kegiatan Baktikes. Setelah itu, Kapolri melanjutkan agenda dengan melakukan konferensi pers singkat di lokasi kegiatan.
Dalam konferensi pers yang berlangsung sekitar 10 menit tersebut, Kapolri menekankan pentingnya pendekatan pelayanan langsung kepada masyarakat sebagai bagian dari transformasi Polri yang lebih humanis. Setelah sesi tersebut selesai sekitar pukul 09.15 WIB, situasi di lokasi dilaporkan tetap aman dan terkendali tanpa adanya gangguan berarti.
Tidak lama berselang, sekitar pukul 09.20 WIB, Listyo Sigit Prabowo bersama rombongan meninggalkan area kegiatan. Meski demikian, aktivitas pelayanan kesehatan tetap berlanjut dan baru secara keseluruhan ditutup pada pukul 13.00 WIB.
Selama rentang waktu tersebut, para tenaga kesehatan dan relawan tetap melayani masyarakat hingga seluruh peserta mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan masing-masing. Beberapa titik layanan seperti pemeriksaan umum dan donor darah menjadi area yang paling ramai dikunjungi, sementara layanan spesialis seperti operasi katarak dan bibir sumbing dilakukan melalui mekanisme pendataan khusus.
Dari sisi pengamanan dan pengaturan kegiatan, aparat yang bertugas memastikan seluruh rangkaian berjalan tertib. Tidak ditemukan insiden yang mengganggu jalannya acara, baik pada saat kedatangan pejabat maupun selama proses pelayanan berlangsung. Situasi di sekitar Lemdiklat Polri terpantau kondusif hingga kegiatan dinyatakan selesai.
Pihak panitia mencatat kembali bahwa total 1.184 warga yang terlibat dalam kegiatan ini seluruhnya mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan yang disediakan. Komposisi peserta yang terdiri dari warga lokal, pengemudi ojek online, serta unsur masyarakat lainnya menjadi gambaran keterlibatan lintas komunitas dalam kegiatan sosial tersebut.
Secara keseluruhan, pelaksanaan Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lemdiklat Polri ini menjadi salah satu agenda pelayanan publik berskala besar yang memadukan unsur kesehatan, sosial, dan kedekatan aparat dengan masyarakat. Di tengah padatnya aktivitas, kegiatan ini berlangsung dengan pola terorganisir dan berakhir dalam kondisi aman serta tertib, sesuai dengan laporan resmi di lapangan.
Pewarta: Abdul Latif




