Kemenhub perkuat kesiapsiagaan pencemaran laut lewat MARPOLEX

Kemenhub perkuat kesiapsiagaan pencemaran laut lewat MARPOLEX

Jakarta | Kementerian Perhubungan memperkuat kesiapsiagaan penanggulangan pencemaran laut melalui Regional Marine Pollution Exercise (MARPOLEX) 2026 yang melibatkan 21 kapal Indonesia, Filipina, dan Jepang dalam latihan bersama.

Data lain dalam laporan menunjukkan Latihan penanggulangan pencemaran laut melalui Regional MARPOLEX 2026 berhasil dilaksanakan di Selat Lembeh, Bitung, Sulawesi Utara," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Triono di Jakarta, Minggu. Dia menyebutkan sebanyak 21 kapal dari berbagai unsur Indonesia, Filipina, dan Jepang terlibat dalam simulasi untuk menguji kesiapan operasional, koordinasi, serta respons bersama dalam menghadapi insiden pencemaran laut. Pada Layer 1, MB Rancung IV dan MB Transko Sepat 16 mendukung upaya penanganan awal untuk membatasi penyebaran tumpahan minyak. Selanjutnya, Layer 2 dilaksanakan oleh KN Gandiwa P-118 sebagai unsur utama dengan dukungan KT Anoman V untuk pengoperasian peralatan penanggulangan tumpahan minyak. Sementara itu, pada Layer 3, BRP Gabriela Silang dan BRP Tubbataha dari Philippine Coast Guard turut melakukan penggelaran oil boom.

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Latihan ini mencakup tiga skenario, yakni penanggulangan tumpahan minyak (Oil Spill Response Operation), pemadaman kebakaran kapal (Fire Fighting), serta pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR)," ujarnya. KSOP Batam kendalikan pencemaran laut Pulau Dangas dengan "oil boom" Pada skenario Oil Spill Response Operation, penanggulangan tumpahan minyak dilaksanakan melalui tiga lapisan penanganan. Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita .

Pada skenario Fire Fighting, Fireboat Wisnu 3 mengawali operasi pemadaman dengan air pada kapal yang mengalami kebakaran. Operasi tersebut kemudian didukung oleh SHIKISHIMA PLH-31 dari Japan Coast Guard, KN Chundamani P-116, KN P-380, KT Bunaken, serta BRP Gabriela Silang.

Baca juga: TNI Perkuat Pemantauan Aktivitas Gunung Anak Krakatau dan Pencarian Lima Jurnalis di Selat Sunda | TNI Perkuat Penanganan Karhutla di Melawi, Salurkan Peralatan Pemadam kepada Masyarakat | STAFFEX SGS 2026 Perkuat Kesiapan Operasi Gabungan Melalui AAR