Tiga Sorotan dari ITS dan Tulungagung: Pasangan Doktor hingga Lelang Jabatan

Tiga Sorotan dari ITS dan Tulungagung: Pasangan Doktor hingga Lelang Jabatan

Tulungagung | Rangkaian peristiwa yang berlangsung atau berkaitan dengan agenda pada Sabtu, 10 Oktober 2026 menghadirkan sejumlah kabar yang menarik perhatian pembaca. Salah satu sorotan utama datang dari hari ketiga Wisuda ke-134 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Agenda tersebut menjadi latar bagi berbagai cerita mengenai para wisudawan, termasuk pasangan suami istri yang meraih gelar doktor secara bersamaan.

Kisah pasangan tersebut menjadi bagian penting dari perhatian pada pelaksanaan wisuda ITS. Keduanya menyelesaikan pendidikan doktor dan menerima gelar pada rangkaian acara yang sama. Peristiwa itu memperlihatkan adanya pengalaman akademik yang berlangsung bersamaan dalam satu keluarga, sekaligus menambah warna pada hari ketiga pelaksanaan Wisuda ke-134 ITS Surabaya. Pada agenda yang sama, pencapaian wisudawan termuda ITS juga menjadi kabar yang disoroti pembaca.

Di luar rangkaian wisuda, perhatian pembaca pada hari itu juga tertuju pada Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Terdapat tujuh jabatan kepala organisasi perangkat daerah yang masih kosong. Kondisi tersebut menjadi salah satu kabar yang berkaitan dengan agenda pemerintahan daerah dan turut masuk dalam sorotan pada Sabtu tersebut. Dengan demikian, perhatian pembaca terarah pada tiga rangkaian kabar, yakni pelaksanaan hari ketiga Wisuda ke-134 ITS, kisah pasangan suami istri yang meraih gelar doktor secara bersamaan beserta pencapaian wisudawan termuda, serta tujuh jabatan kepala organisasi perangkat daerah di Tulungagung yang masih kosong.

Momen istimewa mewarnai hari ketiga pelaksanaan Wisuda ke-134 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Perhatian tertuju kepada Andika Ade Indra Saputra dan Rossana Margaret Kadar Yanti, pasangan suami istri yang hadir dalam agenda akademik tersebut dengan pencapaian yang sama-sama membanggakan.

Pada kesempatan itu, Andika dan Rossana berhasil memperoleh gelar doktor secara bersamaan. Keduanya menempuh jenjang pendidikan doktoral di Departemen Teknik Sipil ITS. Pencapaian tersebut menjadikan momen wisuda mereka berbeda, karena pasangan ini tidak hanya mengikuti prosesi pada agenda yang sama, tetapi juga meraih tingkat pendidikan tertinggi secara bersamaan dari departemen dan institusi yang sama.

Kehadiran Andika Ade Indra Saputra dan Rossana Margaret Kadar Yanti memperkaya rangkaian cerita dalam Wisuda ke-134 ITS Surabaya. Di tengah pelaksanaan wisuda hari ketiga, keberhasilan pasangan suami istri tersebut menjadi salah satu sorotan yang mencerminkan capaian akademik di lingkungan Departemen Teknik Sipil ITS. Gelar doktor yang diterima keduanya menandai keberhasilan menyelesaikan jenjang pendidikan doktoral pada waktu dan rangkaian wisuda yang sama.

Prosesi pada Sabtu, 10 Oktober 2026 itu pun menjadi catatan penting bagi Andika dan Rossana. Keduanya tampil sebagai pasangan suami istri yang meraih gelar doktor bersamaan dari Departemen Teknik Sipil ITS. Peristiwa tersebut menempatkan nama mereka sebagai bagian dari momen penting dalam pelaksanaan Wisuda ke-134 ITS Surabaya, sekaligus menegaskan pencapaian bersama pada jenjang pendidikan doktoral.

Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung masih memiliki tujuh posisi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang belum diisi oleh pejabat definitif. Kondisi tersebut mencakup sejumlah badan, dinas, serta unsur pengawasan daerah. Ketujuh perangkat daerah itu tercatat dalam daftar jabatan pimpinan yang masih kosong.

Posisi pertama berada di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol). Selanjutnya, terdapat Dinas Pertanian (Dispertan) yang juga belum memiliki pimpinan definitif. Jabatan lainnya terdapat di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), perangkat daerah yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan serta aset milik daerah.

Daftar berikutnya mencakup Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Selain itu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) termasuk dalam perangkat daerah yang kursi pimpinannya masih belum ditempati pejabat definitif. Dua posisi lain berada di Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) serta Inspektorat.

Dengan demikian, tujuh OPD yang disebutkan adalah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Dinas Pertanian (Dispertan), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), serta Inspektorat. Ketujuhnya masih berstatus belum memiliki pimpinan definitif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Informasi mengenai kekosongan tersebut menjadi bagian dari sorotan terkait kondisi jabatan pimpinan OPD di Tulungagung. Penyebutan setiap perangkat daerah diperlukan untuk menunjukkan secara jelas posisi yang belum memiliki kepala definitif, sekaligus membedakan masing-masing bidang pemerintahan yang tercantum dalam daftar. Hingga informasi ini disampaikan, jumlah posisi yang disebutkan tetap tujuh, dengan nama perangkat daerah sebagaimana tercantum di atas.

Hasna Nur Shadrina mencatat pencapaian istimewa dalam Wisuda ke-134 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Ia resmi dinobatkan sebagai wisudawan termuda pada Sabtu, 10 Oktober 2026, dalam rangkaian pelaksanaan wisuda tersebut. Pencapaian ini menjadi salah satu sorotan penting karena Hasna telah menyelesaikan pendidikan sarjana ketika remaja seusianya pada umumnya baru menuntaskan jenjang sekolah menengah atas.

Hasna tercatat berusia 19 tahun 7 bulan ketika menyandang status sebagai wisudawan termuda ITS. Usia tersebut menandai capaian akademik yang menonjol sekaligus menggambarkan perjalanan pendidikannya hingga berhasil meraih gelar sarjana pada usia yang relatif muda. Pengakuan dalam Wisuda ke-134 ITS memperkuat posisi Hasna sebagai salah satu lulusan yang paling mendapat perhatian dalam agenda tersebut.

Selain pencapaian sebagai wisudawan termuda, Hasna juga diketahui melakukan penelitian mengenai mikroplastik. Informasi ini menjadi bagian lain dari rekam jejak akademiknya selama menempuh pendidikan di ITS. Namun, rincian mengenai metode, hasil, bidang studi, maupun dampak penelitian tersebut tidak disampaikan dalam bahan yang tersedia. Karena itu, pencapaian Hasna dalam wisuda dan usianya saat meraih gelar sarjana menjadi pokok utama yang dapat disoroti.

Kisah Hasna menambah warna dalam pemberitaan mengenai Wisuda ke-134 ITS. Penobatannya pada usia 19 tahun 7 bulan menunjukkan bahwa setiap lulusan memiliki perjalanan pendidikan yang berbeda. Di berbagai agenda dan cerita yang muncul dalam rangkaian wisuda, capaian Hasna menjadi catatan khusus yang menonjol karena keberhasilannya menyelesaikan pendidikan hingga tingkat sarjana pada usia remaja.