Jakarta | Kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah Wuling Binguo EV, truk kontainer, dan bus Transjakarta terjadi sekitar pukul 07.00 WIB pada Selasa, 20 Oktober 2026. Peristiwa tersebut berlangsung di Tol Wiyoto Wiyono KM 20, kawasan Ancol Barat, Jakarta Utara. Tiga kendaraan yang terlibat masing-masing tercatat dengan nomor polisi Wuling B-1891-SNV, truk kontainer B-9871-GYU, dan bus Transjakarta V-7205-TGX.
Dalam kejadian itu, Wuling Binguo EV dengan nomor polisi B-1891-SNV menabrak truk kontainer dan bus Transjakarta. Lokasi kecelakaan berada di ruas Tol Wiyoto Wiyono, tepatnya pada KM 20 di Ancol Barat. Peristiwa tersebut melibatkan kendaraan pribadi, kendaraan angkutan barang, serta bus layanan Transjakarta, dengan waktu kejadian sekitar pukul 07.00 WIB.
Informasi mengenai kecelakaan ini mengidentifikasi tiga kendaraan berdasarkan jenis dan nomor polisinya. Truk kontainer yang terlibat memiliki nomor B-9871-GYU, sedangkan bus Transjakarta tercatat bernomor V-7205-TGX. Kendaraan lainnya adalah Wuling Binguo EV bernomor B-1891-SNV. Ketiganya terlibat dalam tabrakan beruntun di lokasi yang sama pada pagi hari tersebut.
Dengan demikian, peristiwa yang dilaporkan berlangsung di Tol Wiyoto Wiyono KM 20, Ancol Barat, Jakarta Utara, pada Selasa, 20 Oktober 2026, sekitar pukul 07.00 WIB. Kendaraan yang disebut dalam kejadian adalah Wuling Binguo EV, truk kontainer, dan bus Transjakarta. Data kendaraan yang tercantum ialah B-1891-SNV untuk Wuling, B-9871-GYU untuk truk kontainer, serta V-7205-TGX untuk bus Transjakarta. Informasi inti kejadian menyebut Wuling menabrak kedua kendaraan tersebut dalam kecelakaan beruntun. Lokasi, waktu, jenis kendaraan, dan nomor polisi itu menjadi rincian utama dalam laporan peristiwa ini.
Dugaan awal mengenai penyebab kecelakaan melibatkan mobil Wuling di Tol Ancol disampaikan oleh AKBP Reiki Indra Bramanggala, Kasat Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Metro Jaya. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pengemudi berinisial WS, perhatian pengemudi diduga teralihkan saat berusaha mengambil kartu e-toll yang terjatuh di lantai mobil. Informasi tersebut menjadi salah satu keterangan awal dalam penanganan peristiwa, bukan kesimpulan akhir mengenai penyebab kecelakaan. Penyelidikan lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan rangkaian kejadian dan faktor-faktor yang berkontribusi.
Reiki menjelaskan, menurut pengakuan WS, mobil Wuling itu melaju dari Gerbang Tol Ancol Barat dengan tujuan menuju Pluit. Ketika kendaraan tiba di lokasi kejadian, kartu e-toll yang dibutuhkan pengemudi disebut terjatuh ke lantai mobil. WS kemudian berupaya mengambil kartu tersebut. Tindakan itu diduga membuat fokusnya terhadap kondisi jalan dan kendali kendaraan berkurang. Dalam situasi berkendara, perhatian yang berpindah dari jalan, meski hanya sesaat, dapat meningkatkan risiko kendaraan tidak terkendali, terutama ketika pengemudi melakukan aktivitas lain di dalam kabin.
Menurut keterangan yang disampaikan Reiki, setelah mengambil kartu e-toll, WS kehilangan kendali atas mobilnya. Kendaraan kemudian terlibat dalam kecelakaan yang, sesuai peristiwa yang diberitakan, melibatkan kontainer dan bus Transjakarta di kawasan Tol Ancol. Keterangan mengenai upaya mengambil kartu tersebut masih berupa dugaan yang bersumber dari penuturan pengemudi kepada petugas. Karena itu, informasi tersebut perlu dipahami sebagai gambaran awal, bukan penetapan bahwa faktor itu menjadi satu-satunya penyebab tabrakan. Aparat berwenang dapat memeriksa keterangan, kondisi kendaraan, lokasi kejadian, serta bukti lain untuk menyusun kronologi secara menyeluruh. Hingga ada penjelasan resmi lebih lanjut, pemicu kecelakaan sebaiknya disebut sebagai dugaan berdasarkan keterangan WS yang disampaikan Reiki. Kasus ini juga mengingatkan pentingnya menjaga perhatian tetap pada jalan dan berhenti di tempat aman apabila perlu mengambil barang yang terjatuh di dalam kendaraan.
Rangkaian kecelakaan bermula ketika mobil Wuling menabrak bagian belakang kanan truk kontainer yang sedang berhenti di on ramp Ancol Barat. Benturan pertama terjadi di area akses menuju jalan tol tersebut. Setelah mengenai kontainer, laju Wuling berubah dan kendaraan itu oleng ke arah kanan. Pergerakan tersebut membuat mobil keluar dari jalur semula dan masuk ke lajur 1. Dengan demikian, tabrakan dengan truk menjadi awal dari rangkaian benturan berikutnya. Kendaraan kontainer diketahui berada dalam posisi berhenti saat ditabrak. Informasi mengenai alasan truk berhenti maupun kondisi lalu lintas sebelum kejadian tidak disebutkan dalam uraian ini.
Ketika Wuling bergerak ke kanan dan memasuki lajur 1, sebuah bus Transjakarta sedang melaju di lajur yang sama. Bus tersebut datang dari arah Tanjung Priok menuju Pluit. Perbedaan posisi dan arah pergerakan kendaraan membuat mobil dan bus berada pada jalur yang berpotensi saling berhadapan. Setelah menabrak kontainer, Wuling kemudian menabrak bus Transjakarta. Benturan kedua ini terjadi setelah mobil oleng dan masuk ke lajur tempat bus melaju. Urutan tersebut menunjukkan bahwa tabrakan dengan bus berlangsung sesudah benturan awal dengan truk kontainer, bukan sebelum mobil berpindah jalur.
Setelah mengenai bus, mobil listrik Wuling akhirnya berhenti dalam posisi melintang di lajur 1. Bagian depan kendaraan menghadap ke selatan. Posisi akhir itu berbeda dari arah pergerakan bus yang disebut melaju dari Tanjung Priok menuju Pluit. Secara runtut, kecelakaan melibatkan dua benturan: pertama, Wuling menghantam bagian belakang kanan kontainer yang berhenti di on ramp Ancol Barat; kedua, mobil yang oleng ke kanan masuk lajur 1 dan menabrak bus Transjakarta. Kendaraan kemudian berhenti melintang di lajur tersebut. Rincian ini menggambarkan perpindahan Wuling dari titik benturan pertama hingga posisi akhirnya, tanpa menyimpulkan penyebab lain yang belum dipastikan.
Akibat tabrakan di Tol Ancol, sejumlah kendaraan mengalami kerusakan dengan kondisi yang berbeda. Mobil Wuling yang terlibat dalam insiden tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah pada bagian bodi. Tingkat kerusakan itu menjadi salah satu dampak yang paling terlihat setelah mobil tersebut bertabrakan dengan truk kontainer dan bus Transjakarta. Informasi yang tersedia menyebut kerusakan pada bodi Wuling secara umum, tanpa merinci bagian tertentu atau menjelaskan apakah kendaraan masih dapat dijalankan setelah kejadian.
Truk kontainer juga mengalami kerusakan pada bagian belakang. As roda belakang truk tersebut dilaporkan patah. Kerusakan ini berbeda dari kerusakan yang dialami Wuling, yang disebut parah pada bodi, maupun bus Transjakarta yang mengalami kerusakan di sisi kiri. Tidak ada rincian tambahan mengenai bagian truk lain yang terdampak atau kondisi kendaraan setelah tabrakan. Karena itu, dampak terhadap truk dapat dijelaskan berdasarkan keterangan mengenai patahnya as roda belakang tersebut.
Sementara itu, bus Transjakarta mengalami kerusakan pada bodi samping kiri. Keterangan tersebut menunjukkan lokasi kerusakan yang dilaporkan pada bus, tetapi tidak menyebutkan tingkat keparahannya. Adapun pengemudi Wuling berinisial WS mengalami luka robek di bagian kepala. Setelah terluka, WS dibawa menggunakan ambulans ke RS Hermina Sunter, Jakarta Utara. Informasi yang disampaikan tidak mencantumkan kondisi lanjutan WS setelah tiba di rumah sakit. Dengan demikian, dampak terhadap pengemudi yang dapat dipastikan adalah luka robek di kepala dan pengangkutan menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan di rumah sakit.
Rincian kerusakan pada ketiga kendaraan dan kondisi pengemudi tersebut menggambarkan akibat yang dilaporkan dari insiden di Tol Ancol. Wuling mengalami kerusakan parah pada bodi, truk kontainer mengalami patah as roda belakang, sedangkan bus Transjakarta rusak pada bodi samping kiri. Untuk WS, keterangan yang ada menyebut adanya luka robek di kepala serta rujukan dengan ambulans ke RS Hermina Sunter di Jakarta Utara.
Baca juga: Transportasi Jakarta: Integrasi LRT dan Transjakarta di Stasiun Manggarai






