Jakarta | Seorang perempuan berusia 80 tahun meninggal dunia dalam kebakaran yang melanda sebuah rumah di Jalan Perdatam Terusan, RT 03/05, Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa dini hari, 20 Oktober 2026. Korban diketahui sedang sakit saat kebakaran berlangsung, menurut keterangan anggota Satgas BPBD Jakarta Selatan, Yahya.
Keterangan mengenai kondisi korban disampaikan Yahya ketika memberikan informasi awal terkait kejadian tersebut. Usia korban dan kondisinya yang sedang sakit menjadi bagian penting dari laporan awal kebakaran di kawasan Ulujami itu. Hingga informasi ini disampaikan, peristiwa tersebut menimbulkan satu korban jiwa, yakni perempuan lanjut usia yang berada di rumah saat kebakaran terjadi.
Kebakaran berlangsung pada waktu dini hari, ketika sebagian besar warga biasanya tengah beristirahat. Lokasi kejadian berada di lingkungan permukiman Jalan Perdatam Terusan, tepatnya di wilayah RT 03/05, Kelurahan Ulujami. Secara administratif, kawasan tersebut termasuk Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Identitas korban lebih lanjut belum dicantumkan dalam keterangan yang tersedia.
Yahya, anggota Satgas BPBD Jakarta Selatan, menyampaikan bahwa korban berusia 80 tahun dan sedang sakit. Informasi itu memberikan konteks mengenai kondisi korban, tetapi belum menjelaskan lebih jauh keadaan korban sebelum api muncul. Rincian mengenai awal kebakaran, proses penanganan, maupun penyebab kejadian tidak disertakan dalam keterangan awal tersebut. Karena itu, laporan mengenai peristiwa ini berfokus pada waktu dan lokasi kebakaran serta kabar duka atas meninggalnya seorang warga.
Peristiwa ini menambah catatan kebakaran yang berujung pada korban jiwa di Jakarta Selatan. Informasi yang telah disampaikan memastikan bahwa seorang perempuan lanjut usia meninggal setelah rumah di Ulujami terbakar pada Selasa dini hari. Keterangan lanjutan dari pihak terkait diperlukan untuk menjelaskan kronologi secara lebih lengkap, termasuk bagaimana kebakaran diketahui dan ditangani. Untuk sementara, fakta yang disampaikan BPBD Jakarta Selatan menegaskan bahwa korban berusia 80 tahun dan sedang dalam kondisi sakit ketika kejadian berlangsung.
Laporan mengenai kebakaran rumah di kawasan Ulujami diterima petugas penanggulangan kebakaran pada pukul 01.52 WIB. Informasi tersebut disampaikan warga ketika api telah membesar dan terlihat membakar bagian rumah. Waktu kejadian pada dini hari membuat penanganan harus segera dilakukan, terutama untuk mengurangi risiko api merambat dan membahayakan penghuni maupun bangunan di sekitarnya. Petugas kemudian mengerahkan personel menuju lokasi setelah menerima laporan tersebut.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengatakan petugas tiba sekitar lima menit setelah laporan diterima. Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan upaya pemadaman. Kecepatan respons menjadi penting karena api sudah berkembang saat warga menghubungi petugas. Dalam kondisi seperti itu, tindakan awal diarahkan untuk mengendalikan kobaran sekaligus membatasi kemungkinan kebakaran meluas ke rumah atau bangunan lain di sekitar titik kejadian.
Petugas berupaya menangani api secara terukur agar proses pemadaman dapat berlangsung dengan aman dan efektif. Prioritasnya adalah menekan kobaran di rumah yang terbakar serta mencegah penjalaran ke lingkungan sekitarnya. Kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman dapat menimbulkan risiko lebih luas apabila api tidak segera dikendalikan, sehingga laporan warga dan kedatangan petugas dalam waktu singkat menjadi bagian penting dalam penanganan awal. Informasi mengenai laporan dan waktu kedatangan petugas disampaikan Asril saat menjelaskan respons Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan terhadap peristiwa tersebut. Kronologi ini menggambarkan tahapan awal setelah kebakaran diketahui: warga menyampaikan laporan, petugas bergerak menuju lokasi, lalu pemadaman segera dilakukan setelah mereka tiba. Upaya tersebut ditujukan agar kobaran tidak terus membesar dan merembet ke bangunan lain. Peristiwa kebakaran di Ulujami itu juga mengingatkan pentingnya menyampaikan laporan secepat mungkin ketika api terlihat, tanpa menunda sampai keadaan bertambah parah. Meski demikian, warga perlu menjaga keselamatan diri dan menghindari area yang terbakar, sementara penanganan api diserahkan kepada petugas terlatih. Respons cepat membantu mengurangi potensi dampak kebakaran, khususnya di kawasan dengan bangunan yang berdekatan.Menurut keterangan Asril, penanganan kebakaran di Ulujami dilakukan secara bertahap. Rumah yang terbakar memiliki luas sekitar 80 meter persegi. Setelah upaya pemadaman berlangsung, petugas berhasil melokalisir api pada pukul 02.11 WIB. Tahap ini menandai bahwa penyebaran api telah berhasil dikendalikan, sehingga penanganan dapat dilanjutkan dengan memastikan kondisi di lokasi. Informasi tersebut menjadi bagian dari urutan penanganan yang disampaikan mengenai kejadian itu, mulai dari pengendalian api hingga seluruh proses pemadaman dinyatakan selesai. Dalam laporan, penyebab kebakaran disebut sebagai korsleting listrik. Keterangan yang tersedia tidak merinci dugaan mengenai titik awal munculnya api ataupun penyebab teknis lain, sehingga penyebabnya cukup dicatat sesuai informasi tersebut.
Sesudah api berhasil dilokalisir, petugas melanjutkan penanganan dengan melakukan pendinginan. Tahap ini dilakukan setelah penyebaran api terkendali dan sebelum operasi pemadaman ditutup. Urutan tersebut menunjukkan bahwa pelokalisiran dan pendinginan merupakan tahapan berbeda dalam penanganan kebakaran. Informasi waktu yang disampaikan Asril mencatat pukul 02.11 WIB sebagai saat api berhasil dilokalisir, sedangkan pukul 02.29 WIB menjadi waktu selesainya pemadaman. Dengan demikian, rentang penanganan setelah api dilokalisir hingga operasi dinyatakan selesai mencakup sekitar 18 menit. Keterangan ini menggambarkan alur waktu yang dilaporkan, tanpa memberikan rincian tambahan mengenai metode, peralatan, atau jumlah petugas yang terlibat. Penanganan berlanjut dari upaya mengendalikan api menuju proses pendinginan, lalu berakhir setelah pemadaman selesai.
Pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 02.29 WIB. Catatan waktu tersebut menutup rangkaian penanganan yang disampaikan: api pada rumah seluas 80 meter persegi berhasil dilokalisir lebih dahulu pada pukul 02.11 WIB, kemudian petugas melakukan pendinginan. Penyebab kebakaran disebut korsleting listrik. Tidak ada keterangan dalam informasi yang diberikan mengenai bagian rumah tempat korsleting terjadi, titik pertama api terlihat, maupun unsur teknis lain yang mungkin berkaitan. Karena itu, penyebab kejadian tidak perlu diperluas melampaui keterangan tersebut. Rangkaian waktu dan tahapan penanganan ini memberi gambaran singkat tentang respons petugas di lokasi, sekaligus membedakan waktu api berhasil dikendalikan dari waktu keseluruhan pemadaman selesai. Kedua waktu itu merujuk pada tahapan yang berbeda, sebagaimana dijelaskan Asril.
Setelah kebakaran terjadi di Ulujami, petugas gabungan mengevakuasi korban dari lokasi kejadian. Korban kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan dari petugas kesehatan di rumah sakit terdekat. Informasi yang tersedia tidak mencantumkan nama rumah sakit tersebut, sehingga lokasi fasilitas kesehatan tidak dapat disebutkan secara lebih terperinci. Proses evakuasi dan penanganan medis menjadi bagian dari upaya petugas dalam merespons dampak kebakaran, terutama bagi korban yang membutuhkan pertolongan segera. Peristiwa ini juga menimbulkan dampak serius bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi, termasuk kehilangan tempat tinggal dan jatuhnya korban jiwa.
Asril menyampaikan bahwa kebakaran tersebut menyebabkan tujuh orang kehilangan tempat tinggal. Selain kerugian yang dialami warga terdampak, satu orang lanjut usia meninggal dunia dalam kejadian itu. Keterangan mengenai jumlah warga yang kehilangan tempat tinggal dan korban meninggal menggambarkan besarnya dampak peristiwa bagi masyarakat setempat. Bagi warga yang terdampak, kehilangan tempat tinggal dapat menambah beban setelah kebakaran, sementara keluarga korban harus menghadapi duka atas meninggalnya seorang lansia. Informasi yang disampaikan mengenai dampak tersebut menjadi catatan penting dalam laporan kejadian, tanpa menambahkan rincian yang tidak tersedia tentang kondisi rumah maupun identitas para warga.
Yahya mengatakan petugas di lapangan telah berupaya semaksimal mungkin dalam menangani kejadian tersebut.
Baca juga: Relawan Pemadam Kebakaran Hadapi Ancaman Kebakaran saat Musim Kemarau | Aksi Cepat Babinsa dan Warga, Kebakaran Lahan Bambu Di Panggungrejo Berhasil Dipadamkan | Petugas Damkar Berhasil Padamkan Kebakaran Gudang Plastik di Bekasi






