French Open 2026: Ubed, Tiwi/Fadia, dan Tiga Wakil Indonesia Lolos

French Open 2026: Ubed, Tiwi/Fadia, dan Tiga Wakil Indonesia Lolos

Depok | Babak 32 besar French Open 2026 di Arena Grand Paris, Selasa, 20 Oktober, menghadirkan dua pertandingan sesama wakil Indonesia. Mohammad Zaki Ubaidillah, yang akrab disapa Ubed, memastikan langkah ke babak berikutnya setelah menaklukkan seniornya, Jonatan Christie. Sementara itu, di sektor ganda putri, Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti juga memenangi duel melawan pasangan Indonesia lainnya, Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari.

Ubed sempat kehilangan gim pertama setelah Jonatan menang 21-16. Namun, pemain muda itu mampu merespons dengan baik dan mengubah jalannya pertandingan. Ia merebut gim kedua 21-17 untuk menyamakan kedudukan, lalu menjaga kendali pada gim penentuan dengan skor identik, 21-17. Kemenangan dalam laga tiga gim tersebut mengantar Ubed melewati salah satu lawan paling berpengalaman di skuad Indonesia.

Hasil itu menjadi pencapaian penting bagi Ubed, yang harus menghadapi tekanan saat berhadapan dengan seniornya sendiri. Setelah tertinggal, ia mampu mempertahankan fokus dan mengamankan dua gim berikutnya. Jonatan, di sisi lain, tidak berhasil mengulang keunggulan pada gim pembuka. Pertandingan ini menambah satu wakil Indonesia yang melaju dari babak 32 besar, sekaligus memperlihatkan persaingan internal yang ketat di turnamen tingkat tinggi.

Di ganda putri, Tiwi dan Fadia mengalahkan Febriana serta Meilysa dengan skor 21-19, 21-14. Gim pertama berlangsung ketat hingga mendekati akhir, sebelum Tiwi/Fadia mengamankan keunggulan tipis. Pada gim kedua, mereka mampu menjaga jarak dan menuntaskan pertandingan dalam dua gim langsung. Fadia mengaku senang atas kemenangan tersebut, tetapi menyayangkan harus bertemu teman sendiri sejak babak pertama. Menurutnya, kedua pasangan sudah saling memahami pola permainan karena kerap berlatih bersama. Dalam situasi seperti itu, kesiapan menjadi faktor penentu. Hasil ini membawa Tiwi/Fadia melanjutkan perjuangan, sementara Febriana/Meilysa tersingkir dari persaingan. Dua laga tersebut pun menegaskan bahwa pertemuan antarpemain satu negara dapat berlangsung kompetitif, meski para atlet telah akrab dan mengenal kebiasaan lawan masing-masing.

Tiga pasangan Indonesia lainnya turut memastikan langkah mereka berlanjut di French Open 2026. Pada turnamen level Super 750 yang menyediakan total hadiah US$950 ribu tersebut, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, serta Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah sama-sama menuntaskan pertandingan dengan kemenangan. Hasil ini menambah jumlah wakil Merah Putih yang lolos, sekaligus menjaga peluang Indonesia bersaing di berbagai sektor.

Leo/Daniel, peraih medali emas Asian Games 2026, mengatasi perlawanan Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen dari Chinese Taipei dalam dua gim langsung. Mereka membuka pertandingan dengan kemenangan 21-18, sebelum mengunci hasil 21-15 pada gim kedua. Skor tersebut menunjukkan Leo/Daniel mampu menjaga keunggulan di kedua gim dan tidak membiarkan lawan memaksakan pertandingan berlanjut ke gim penentuan. Kemenangan itu menjadi modal penting bagi pasangan Indonesia untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Di sektor ganda putri, Rachel/Febi harus melewati pertandingan tiga gim melawan Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan dari Hong Kong. Pasangan Indonesia kehilangan gim pertama dengan skor 18-21, tetapi segera membalas melalui kemenangan telak 21-11 pada gim kedua. Pada gim penentuan, Rachel/Febi kembali tampil efektif dan menutup laga dengan skor 21-16. Kemampuan bangkit setelah tertinggal menjadi bagian penting dari kemenangan mereka, yang sekaligus mengamankan tempat di babak selanjutnya.

Amri/Nita juga mencatat hasil positif saat berhadapan dengan wakil Malaysia, Jimmy Wong/Cheng Su Yin. Gim pertama berlangsung ketat dan berakhir 22-20 untuk pasangan Indonesia, setelah keduanya harus melewati batas 21 poin untuk menentukan pemenang. Amri/Nita kemudian menjaga momentum pada gim kedua dan menang 21-18. Dengan hasil dua gim langsung itu, mereka memastikan kelolosan tanpa memberi lawan kesempatan menyamakan kedudukan.

Rangkaian kemenangan tersebut memperlihatkan kontribusi penting dari tiga pasangan Indonesia dengan jalur pertandingan yang berbeda. Leo/Daniel dan Amri/Nita menyelesaikan laga dalam dua gim, sementara Rachel/Febi menunjukkan daya juang untuk membalikkan keadaan. Seluruh hasil itu memperkuat kehadiran Indonesia di turnamen dan memberi tambahan wakil yang dapat melanjutkan persaingan menuju babak berikutnya.

Ali Faathir Rayhan dan Devin Artha Wahyudi harus mengakhiri perjalanan mereka di French Open 2026 setelah kalah pada babak 32 besar. Ganda putra Indonesia itu menghadapi pasangan Korea Selatan, Kang Min-hyuk dan Lee Jong-min, dalam pertandingan yang berlangsung ketat. Skor akhir 19-21, 20-22 menunjukkan bahwa Ali dan Devin mampu memberi perlawanan hingga poin-poin penentuan, tetapi belum berhasil merebut satu gim pun. Kekalahan tersebut membuat mereka tersingkir dari turnamen, sementara Kang dan Lee melanjutkan langkah ke babak berikutnya. Hasil ini menjadi catatan tersendiri bagi wakil Indonesia yang telah lebih dahulu bertanding di babak tersebut.

Pada gim pertama, selisih angka yang tipis memperlihatkan persaingan terbuka kedua pasangan. Ali dan Devin mengumpulkan 19 poin, hanya terpaut dua angka dari lawan mereka. Namun, Kang dan Lee mampu mengamankan gim pembuka dengan skor 21-19. Memasuki gim kedua, pasangan Indonesia kembali berusaha menjaga peluang dan menekan wakil Korea Selatan. Pertandingan tetap berjalan seimbang, tetapi mereka kembali kehilangan gim pada fase akhir, kali ini dengan skor 20-22. Dua gim yang berakhir dengan margin kecil itu menegaskan bahwa pertandingan tidak berlangsung mudah bagi pasangan Korea, meski mereka akhirnya keluar sebagai pemenang.

Hasil Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi ini perlu dibedakan dari jadwal pemain Indonesia lain yang belum bertanding. Kekalahan mereka merupakan hasil pertandingan babak 32 besar yang sudah berlangsung, bukan bagian dari daftar laga yang baru dijadwalkan pada Rabu, 21 Oktober 2026. Karena itu, pembaruan mengenai Ali dan Devin tidak berarti seluruh wakil Indonesia telah menyelesaikan pertandingan pada hari tersebut. Sejumlah nama lain masih menunggu giliran sesuai jadwal turnamen. Catatan skor 19-21 dan 20-22 juga menggambarkan bahwa pasangan Indonesia berjuang hingga akhir di kedua gim, walaupun belum mampu membalikkan keadaan atau membawa pertandingan ke gim penentuan. Dengan demikian, langkah mereka di French Open tahun ini berhenti pada babak 32 besar, sedangkan perhatian berikutnya tertuju pada hasil dan penampilan wakil Merah Putih yang masih akan turun bertanding.

Enam wakil Indonesia lainnya belum memulai pertandingan mereka di French Open 2026. Mereka dijadwalkan tampil pada Rabu, 21 Oktober 2026, dengan menghadapi lawan dari sejumlah negara dan dalam beberapa laga yang berpotensi menarik perhatian. Jadwal tersebut mencakup pertandingan tunggal putra dan tunggal putri, serta beberapa pertandingan ganda. Dengan demikian, perjuangan Indonesia pada turnamen ini masih berlanjut setelah rangkaian laga sebelumnya, sementara para pemain yang belum turun ke lapangan akan berusaha membuka kiprah mereka dengan hasil positif.

Di nomor tunggal, Alwi Farhan akan menghadapi Lin Chun Yi dari Chinese Taipei. Sementara itu, Putri Kusuma Wardani dijadwalkan melawan Devika Sihag dari India. Kedua wakil tersebut akan menjalani pertandingan masing-masing pada hari yang sama. Di sektor ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri akan berhadapan dengan pasangan Chinese Taipei, Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi Lin. Pertemuan itu menjadi salah satu tantangan bagi wakil Indonesia, yang perlu tampil konsisten sejak awal untuk menjaga peluang melangkah lebih jauh di turnamen.

Selain.