Sosial  

Mensos sebut data penerima bansos sudah lebih baik

Mensos sebut data penerima bansos sudah lebih baik

Kota Semarang. Berbagai | Hal tersebut disampaikannya saat Dialog Penguatan dan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial, di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang. Semarang ( ) – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa data penerima bantuan sosial (bansos) saat ini relatif sudah lebih baik dan lebih akurat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Keterangan yang tercatat menyebut Di mana dengan digitalisasi bansos ini kita harapkan bisa meregistrasi ulang, mendaftar ulang seluruh penerima bansos," kata Gus Ipul, sapaan akrabnya. Kemudian, ia mengatakan, pihaknya juga membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin mendapatkan perlindungan sosial. Karena itu, kata dia, Kemensos membuka dua jalur, yakni jalur pemerintah lewat RT, RW dan seterusnya sampai ke pusat, kemudian juga yang lewat jalur partisipasi melibatkan masyarakat luar. Karena belum semua masyarakat bisa mengakses layanan digital, kata dia, agen bansos atau yang biasa disebut relawan memberikan bantuan, terutama memasukkan data. Atau yang ketiga, dia punya smartphone dan ngerti caranya tetapi tidak percaya diri untuk mendaftar," katanya Untuk tahap pertama ini, kata dia, diperlukan agen-agen perlinsos, yaitu relawan-relawan yang bersedia membantu masyarakat, terutama tetangganya untuk bisa masuk ke dalam sistem layanan digital bansos.

Data lain dalam laporan menunjukkan Tetapi, dibanding dengan 2 tahun yang lalu, dengan 1 tahun yang lalu, data kita sekarang lebih aman," katanya di Semarang, Sabtu malam. Berbagai upaya dilakukan, termasuk di Semarang kali ini, kata dia, yakni untuk menyamakan aksi dan pikiran untuk memperbaiki data dalam rangka perlindungan sosial. Sekolah Rakyat Deli Serdang utamakan pendidikan karakter "Kalau datanya akurat pasti kita akan menyalurkan kepada orang yang tepat atau keluarga yang tepat. Tapi kalau datanya salah maka tentu kita akan menyalurkan kepada orang yang salah," katanya. Untuk itulah, kata dia, Kemensos sejak 2025 sampai sekarang terus melakukan konsolidasi data lewat berbagai saluran, dan terakhir ini lewat program strategis, yakni digitalisasi bansos.

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Wamenhan minta kadet Unhan bina siswa Sekolah Rakyat tanpa perundungan "Yang menjawab nanti adalah sistem, di mana sistem ini sudah terhubung dengan data-data yang dimiliki oleh pemerintah. Misalnya data kepemilikan tanah, data kepemilikan kendaraan bermotor," katanya. Termasuk pula, data pelanggan listrik, data Dukcapil sehingga data-data yang dimiliki oleh pemerintah akan saling bicara untuk menjawab pengajuan dari masyarakat. Nanti sistem yang akan menjawab, apakah seseorang memenuhi syarat dan dinyatakan layak untuk menerima bansos atau tidak? Nah ini adalah hal yang baru dan memerlukan dukungan dari pemerintah dan masyarakat," katanya.

Sudah kita uji cobakan di Banyuwangi, sekarang kita uji cobakan di beberapa kabupaten/kota, termasuk Kota Semarang dan terus diperluas, sementara perlinsos.kemensos.go.id sudah bisa diakses secara nasional," katanya. Kemensos-Kemhan berangkatkan kadet Unhan dampingi siswa Sekolah Rakyat "Kita sudah melakukan uji coba di Banyuwangi. Ada 60 persen masyarakat Banyuwangi melakukan daftar ulang dan juga mengajukan bansos. Itu yang daftar secara mandiri 10 persen, sisanya dibantu oleh agen-agen bansos (perlinsos)," katanya. Karena tidak semua masyarakat memiliki smartphone. Atau yang kedua, dia memiliki smartphone mungkin enggak ngerti cara. Kemensos-BRIN sepakati hasil riset dukung operasional Sekolah Rakyat Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita .