KABUPATEN TANGERANG, BANTEN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai aplikasi Sistem Donor Darah Indonesia (Sidoni) yang dikembangkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang sebagai inovasi anak bangsa yang layak digunakan secara nasional. Penilaian tersebut disampaikan Kepala BRIN Prof. Arif Satria dalam keterangannya terkait pengembangan dan pemanfaatan Sidoni. Menurut dia, sistem digital itu menunjukkan potensi untuk mendukung pelayanan darah dengan cakupan lebih luas, sehingga tidak hanya digunakan dalam lingkup PMI Kabupaten Tangerang, tetapi dapat dipertimbangkan untuk diterapkan di berbagai daerah.
Sidoni dirancang untuk menelusuri rantai pelayanan darah secara menyeluruh. Sistem ini menghubungkan informasi sejak seseorang mendaftarkan diri sebagai pendonor, proses donor darah, pengelolaan darah, hingga penyalurannya kepada penerima atau pasien di rumah sakit. Kemampuan tersebut menjadi bagian utama yang dinilai BRIN dalam melihat kesiapan Sidoni untuk digunakan secara lebih luas. Melalui pencatatan digital pada setiap tahapan, alur pelayanan darah dapat dipantau dari awal sampai akhir dalam satu sistem.
Prof. Arif Satria menyebut Sidoni sebagai inovasi yang lahir dari kemampuan anak bangsa dan memiliki peluang untuk mendukung kebutuhan pelayanan darah secara nasional. Pernyataan tersebut menempatkan aplikasi yang dikembangkan PMI Kabupaten Tangerang sebagai sistem yang dapat digunakan untuk memperkuat keterhubungan pendonor, pengelola pelayanan darah, serta rumah sakit dan pasien sebagai penerima. Penilaian BRIN itu menjadi dasar bahwa Sidoni layak dipertimbangkan untuk diterapkan di tingkat nasional, dengan fungsi penelusuran yang mencakup seluruh rantai pelayanan darah.
Menurut dr. Zainal Muttaqin, Sidoni berfungsi sebagai penghubung informasi pelayanan donor darah di wilayah Kabupaten Tangerang. Platform ini menyediakan informasi yang membantu masyarakat memperoleh gambaran mengenai layanan donor darah secara lebih terarah. Dengan menempatkan berbagai informasi dalam satu kanal, Sidoni mempertemukan kebutuhan masyarakat akan informasi dengan pelayanan donor darah yang tersedia di wilayah tersebut.
Salah satu informasi yang disediakan ialah jadwal donor darah. Masyarakat dapat mengetahui waktu pelaksanaan kegiatan donor melalui keterangan yang tercantum dalam Sidoni, sehingga informasi mengenai agenda donor dapat diakses dengan lebih mudah. Selain itu, platform ini memuat data ketersediaan stok darah berdasarkan golongan. Informasi tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi stok yang tersedia tanpa menghilangkan kebutuhan untuk mengikuti ketentuan pelayanan darah yang berlaku.
Sidoni juga dilengkapi formulir pendaftaran donor darah. Fitur ini menjadi bagian dari penyediaan informasi pelayanan, karena masyarakat dapat mengisi data yang diperlukan untuk mengikuti kegiatan donor melalui kanal yang telah disediakan. Di samping informasi teknis tersebut, Sidoni memuat berita kegiatan. Berita ini menyajikan informasi mengenai aktivitas pelayanan donor darah, sehingga masyarakat dapat mengikuti perkembangan kegiatan yang berlangsung di wilayah Kabupaten Tangerang.
Fungsi Sidoni tidak berhenti pada penyediaan informasi mengenai jadwal, stok, pendaftaran, dan berita kegiatan. Berdasarkan keterangan dr. Zainal Muttaqin, platform ini dirancang untuk membangun pelayanan darah yang transparan, mudah ditelusuri, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Artinya, informasi pelayanan disusun agar dapat dipahami dan diikuti melalui alur yang lebih jelas. Sidoni menjadi sarana penghubung informasi yang tersedia dan masyarakat yang memerlukannya, dengan penekanan pada keterbukaan serta kemudahan penelusuran informasi donor darah.
Transformasi digital menjadi strategi penting bagi PMI Kabupaten Tangerang untuk memperkuat pelayanan publik di bidang pengelolaan darah. Kehadiran Sidoni menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi tidak semata-mata ditujukan untuk mempercepat pekerjaan administratif, tetapi juga membangun tata kelola layanan yang lebih mudah diakses, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam konteks kebutuhan darah yang sering kali mendesak, kecepatan informasi dan ketepatan koordinasi memiliki peran besar dalam membantu masyarakat, pendonor, rumah sakit, serta pasien. Pendekatan digital memungkinkan setiap pihak memperoleh informasi yang relevan melalui alur layanan yang lebih tertata, sekaligus mengurangi ketergantungan pada proses manual yang berpotensi menimbulkan keterlambatan.
Nilai penting lainnya terletak pada kemampuan sistem untuk menghadirkan keterlacakan secara menyeluruh. Melalui Sidoni, proses pelayanan dapat dipantau dari satu tahapan ke tahapan berikutnya sehingga status dan riwayat pengelolaan darah memiliki jejak yang jelas. Keterlacakan tersebut mendukung akuntabilitas organisasi, memudahkan pemantauan, dan menyediakan dasar informasi yang lebih kuat bagi pengambilan keputusan. Dengan demikian, transformasi digital tidak berhenti pada penggunaan aplikasi, melainkan berkembang menjadi mekanisme pengelolaan yang mendorong keterbukaan, konsistensi, dan peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan.
Harapan ke depan adalah terbentuknya ekosistem pengelolaan darah yang terhubung secara utuh, mulai dari proses donor, pencatatan dan pengelolaan persediaan, hingga pemanfaatan darah bagi pasien di rumah sakit. Integrasi antarpihak akan membantu menciptakan kesinambungan informasi dan memperkecil kesenjangan koordinasi dalam situasi yang membutuhkan respons cepat. Jika dikembangkan secara konsisten, Sidoni berpotensi menjadi fondasi layanan yang lebih responsif sekaligus model inovasi publik yang dapat diterapkan di wilayah lain. Perluasan tersebut tentu memerlukan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, perlindungan data, dan komitmen kolaboratif agar manfaat digitalisasi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh pengguna layanan.
Pengembangan Sidoni tidak berhenti pada penerapan di lingkungan PMI Kabupaten Tangerang. Inovasi tersebut direncanakan untuk diperkenalkan secara lebih luas melalui keikutsertaan dalam Innovation Summit and Expo (IISE), yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026 di ICE BSD, Tangerang. Forum ini menjadi kesempatan penting untuk memperlihatkan bagaimana pemanfaatan teknologi digital dapat mendukung pelayanan darah yang lebih terintegrasi, cepat, dan mudah dipantau.
Menurut Zainal, kehadiran Sidoni dalam ajang tersebut diharapkan mampu memperkenalkan inovasi pelayanan darah kepada lebih banyak pihak, termasuk pemerintah, lembaga riset, dunia usaha, fasilitas kesehatan, serta calon mitra pengembang teknologi. Pengenalan pada tingkat yang lebih luas juga dapat membuka peluang untuk mengevaluasi sistem, memperkuat fitur, dan menyesuaikan penerapannya dengan kebutuhan berbagai daerah. Dengan demikian, Sidoni tidak hanya dipandang sebagai produk inovasi lokal, tetapi sebagai model yang memiliki potensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
IISE juga dapat menjadi ruang untuk membangun kolaborasi strategis. Melalui pertukaran pengalaman dan pemaparan hasil penerapan, PMI Kabupaten Tangerang berpeluang mendapatkan masukan mengenai pengelolaan data, keamanan informasi, interoperabilitas sistem, hingga pengembangan layanan berbasis analitik. Kolaborasi dengan institusi lain dapat mempercepat penyempurnaan Sidoni sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat dan jejaring pelayanan transfusi darah.
PMI Kabupaten Tangerang memandang sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai unsur penting dalam perjalanan pengembangan tersebut. Dukungan riset, pengujian, dan penguatan metodologi diharapkan dapat meningkatkan keandalan inovasi sebelum direplikasi dalam skala yang lebih besar. Melalui kerja sama itu, Sidoni diharapkan tidak hanya menjadi solusi bagi kebutuhan daerah, tetapi juga menjadi inspirasi dan referensi strategis bagi transformasi pelayanan darah nasional pada masa depan. Keikutsertaan dalam IISE menjadi salah satu langkah untuk menghubungkan pengalaman lokal dengan agenda inovasi yang lebih luas.


