MATARAM, NUSA TENGGARA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Ribuan warga memadati sejumlah ruas jalan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu, 7 Oktober 2026. Mereka berkumpul di sepanjang rute dari Taman Sangkareang hingga Taman Udayana untuk menyaksikan riders parade yang menjadi salah satu agenda penting menjelang penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026. Kehadiran masyarakat di pusat kota tersebut menandai meningkatnya antusiasme publik terhadap rangkaian balap motor internasional yang akan berlangsung di Pulau Lombok.
Parade pembalap itu menjadi bagian dari rangkaian menuju race weekend Pertamina Grand Prix of Indonesia. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah. Sebelum kompetisi dimulai di lintasan, para pembalap hadir dalam kegiatan parade yang membawa atmosfer balap lebih dekat ke tengah Kota Mataram. Rute yang menghubungkan Taman Sangkareang dan Taman Udayana menjadi jalur utama bagi masyarakat untuk menyaksikan agenda tersebut.
Suasana Kota Mataram semakin semarak seiring kehadiran pembalap dari tiga kelas yang akan berkompetisi dalam rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia, yakni MotoGP, Moto2, dan Moto3. Keterlibatan para riders dari berbagai kelas membuat parade ini menjadi pengantar menuju akhir pekan balap di Mandalika. Antusiasme warga di sepanjang rute memperlihatkan perhatian masyarakat terhadap MotoGP Indonesia 2026, sekaligus memperkuat nuansa penyambutan menjelang dimulainya kompetisi pada 9 Oktober.
Parade pembalap menjelang MotoGP Indonesia 2026 menghadirkan enam nama dari kelas MotoGP yang menarik perhatian warga Mataram. Mereka adalah Marc Marquez, Fabio Di Giannantonio, Franco Morbidelli, Marco Bezzecchi, Brad Binder, dan Maximo Quiles. Kehadiran para pembalap tersebut menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian kegiatan promosi balapan yang akan berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Selain enam pembalap internasional, parade ini juga diikuti dua talenta Indonesia, yakni Veda Pratama dan Mario Aji. Keduanya disebut sebagai pembalap muda tanah air yang tengah berjuang menorehkan prestasi di panggung balap dunia. Keterlibatan Veda dan Mario memberikan warna tersendiri bagi acara tersebut, sekaligus memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki generasi pembalap yang berpotensi berkembang dan bersaing di level internasional.
Masyarakat yang memadati rute parade memperoleh kesempatan untuk melihat para pembalap dari jarak lebih dekat serta menyampaikan dukungan secara langsung. Interaksi tersebut turut memperkuat antusiasme publik terhadap MotoGP Indonesia 2026 dan membangun suasana meriah di Kota Mataram. Kehadiran pembalap juga menjadi momen penting bagi penggemar untuk memberikan sambutan sebelum mereka melanjutkan persiapan menghadapi agenda balap di Mandalika.
Acara ini turut dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Indah Dhamayanti Putri, dan Wali Kota Mataram Mohan Roliskana. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron serta Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Troy Warokka juga hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran para pejabat dan penyelenggara menegaskan dukungan pemerintah serta berbagai pihak terhadap pelaksanaan ajang balap internasional di Nusa Tenggara Barat.
Rangkaian kegiatan parade pembalap berlangsung meriah sejak rombongan bergerak menyusuri sejumlah ruas jalan di Kota Mataram. Warga telah memadati tepi rute untuk menyaksikan pembalap dunia dari jarak dekat, sekaligus menikmati suasana perayaan menjelang MotoGP Indonesia 2026. Di sepanjang perjalanan, berbagai atraksi budaya NTB turut ditampilkan sehingga parade tidak hanya menjadi agenda promosi olahraga otomotif, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan kekayaan tradisi daerah kepada masyarakat dan para tamu internasional.
Sesampainya di Taman Udayana, acara berlanjut dengan sesi meet and greet yang memberikan kesempatan kepada penggemar untuk berinteraksi secara lebih dekat dengan para pembalap. Suasana semakin semarak melalui permainan tradisional yang melibatkan masyarakat serta pertunjukan gendang beleq, kesenian khas Lombok yang dikenal dengan tabuhan energik dan penampilan kelompok yang dinamis. Atraksi tersebut menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian karena memperlihatkan pertemuan budaya lokal dan panggung olahraga global.
Momen istimewa terjadi ketika sejumlah pembalap dunia ikut mencoba memainkan gendang beleq bersama para seniman. Meskipun dilakukan secara sederhana, keterlibatan mereka disambut antusias oleh warga dan menjadi gambaran nyata perpaduan olahraga otomotif internasional dengan kekayaan budaya khas Nusa Tenggara Barat. Interaksi ini juga memperkuat kesan bahwa kehadiran MotoGP dapat menjadi sarana pertukaran budaya yang melampaui arena balap.
Setelah seluruh pertunjukan dan rangkaian hiburan selesai, acara ditutup dengan pembagian merchandise secara langsung dari para pembalap kepada masyarakat. Momen tersebut menciptakan kenangan tersendiri bagi warga yang hadir, terutama para penggemar yang sejak awal menunggu di sepanjang rute hingga lokasi akhir. Antusiasme publik pun tetap terjaga sampai kegiatan berakhir, menandai suksesnya parade sebagai perayaan olahraga sekaligus budaya NTB.
Riders parade dinilai menjadi momentum penting untuk membawa semangat MotoGP lebih dekat kepada masyarakat. Menurut Troy Warokka, kehadiran para pembalap di ruang publik membuat pengalaman ajang balap internasional tersebut tidak hanya dirasakan oleh penonton yang berada di dalam sirkuit. Warga Kota Mataram dan masyarakat Nusa Tenggara Barat dapat menyaksikan langsung suasana menjelang kompetisi, sekaligus merasakan bahwa Mandalika merupakan bagian dari kehidupan sosial dan kebanggaan daerah.
Parade yang menempuh rute dari Taman Sangkareang menuju Taman Udayana juga dipandang sebagai ruang pertemuan olahraga, budaya, dan antusiasme masyarakat NTB. Sepanjang perjalanan, warga berkesempatan menyambut riders dalam suasana yang lebih terbuka dan meriah. Kehadiran masyarakat di sepanjang rute menunjukkan bahwa MotoGP telah berkembang melampaui agenda olahraga. Kegiatan tersebut menjadi peristiwa bersama yang mempertemukan energi kompetisi motorsport dengan karakter, keramahan, serta ekspresi budaya lokal.
Bagi Troy, keterlibatan publik melalui parade turut memperkuat posisi Mandalika dan NTB sebagai destinasi sport tourism. Gelaran MotoGP tidak hanya menghadirkan kompetisi kelas dunia, tetapi juga membuka peluang bagi wisatawan untuk menikmati destinasi, tradisi, kuliner, dan berbagai pengalaman pariwisata di NTB. Kedekatan pembalap dan masyarakat dapat memperluas daya tarik kawasan sekaligus memperkuat citra Mandalika sebagai tujuan wisata olahraga. Ia juga menyambut harapan atas kehadiran Mario Aji dan Veda Pratama yang dapat membangun kebanggaan masyarakat serta menumbuhkan semangat untuk mendukung talenta Indonesia di panggung balap internasional. Dukungan tersebut diharapkan menjadi bagian dari pengalaman kolektif yang menginspirasi generasi muda untuk mengenal dan mencintai olahraga motorsport.

