BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026, Operasi pencarian KM Virgo Transport 8 yang terbalik pada 13 September 2026 memasuki hari ke-20 pada Jumat, 2 Oktober 2026. Hingga tahap ini, sebanyak 55 korban masih belum ditemukan. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa upaya pencarian belum berakhir dan masih menjadi prioritas dalam rangkaian operasi SAR.
Tim SAR tetap melanjutkan penyisiran untuk memaksimalkan peluang menemukan korban yang belum dievakuasi. Kegiatan pencarian dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan wilayah-wilayah yang dinilai perlu diperiksa kembali. Setiap penyisiran menjadi bagian penting dari upaya memastikan seluruh korban dapat ditemukan dan proses penanganan berjalan secara menyeluruh.
Memasuki hari ke-20, operasi ini terus mengandalkan koordinasi dan ketekunan seluruh unsur yang terlibat. Pencarian terhadap 55 korban masih dilakukan, sementara perkembangan di lapangan terus menjadi perhatian. Operasi SAR akan tetap berlangsung selama upaya pencarian masih diperlukan, dengan penyisiran di sejumlah wilayah untuk membuka peluang ditemukannya korban yang hingga kini belum berhasil dievakuasi.
Jumlah korban yang masih dicari menjadi dasar bagi keberlanjutan operasi pada tahap ini. Tim terus berupaya menjalankan pencarian secara optimal, sehingga setiap kemungkinan dapat ditindaklanjuti. Dengan demikian, hari ke-20 bukan menjadi penanda berakhirnya operasi, melainkan bagian dari proses pencarian yang masih berlangsung untuk menemukan seluruh korban KM Virgo Transport 8.
Memasuki hari ke-20 operasi pencarian KM Virgo Transport 8, tim SAR masih berupaya menemukan puluhan korban yang belum diketahui keberadaannya. Data terbaru menunjukkan bahwa proses pencarian telah menemukan 80 korban dalam kondisi meninggal dunia. Temuan tersebut menjadi bagian penting dari perkembangan operasi, sekaligus memperlihatkan besarnya dampak kecelakaan kapal yang hingga kini masih ditangani oleh berbagai unsur penyelamat.
Kasi Operasi Basarnas Banjarmasin, Arianto, menyampaikan bahwa masih terdapat 55 korban yang belum ditemukan. Jumlah tersebut menjadi fokus utama pencarian pada hari ke-20 operasi. Tim SAR terus melakukan penyisiran untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan dan proses penanganan dapat berjalan sesuai prosedur.
Arianto menjelaskan, wilayah pencarian tidak hanya terpusat di sekitar lokasi kejadian. Tim SAR mencakup kawasan pesisir Kalimantan Tengah serta wilayah perairan yang dinilai masih berkaitan dengan kemungkinan lokasi korban. Penyisiran di kawasan pesisir dilakukan untuk menjangkau area yang mungkin menjadi tempat korban terbawa arus, sementara pencarian di perairan dilakukan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan.
Perluasan cakupan tersebut menunjukkan bahwa tim gabungan masih mempertahankan upaya pencarian secara menyeluruh. Setiap informasi mengenai kemungkinan keberadaan korban menjadi bahan evaluasi dalam menentukan sektor penyisiran berikutnya. Dengan 55 korban yang masih dicari, Basarnas dan unsur terkait melanjutkan operasi di pesisir Kalimantan Tengah dan wilayah perairan hingga perkembangan terbaru dapat dipastikan.
Memasuki hari ke-20 operasi pencarian KM Virgo Transport 8, upaya menemukan 55 korban yang masih dicari terus dilakukan melalui penyisiran dari wilayah pesisir dan perairan. Tim di lapangan membagi pelaksanaan pencarian berdasarkan kondisi serta area yang perlu ditelusuri. Dari sisi pesisir, petugas menyisir garis pantai dan lokasi yang dinilai berkaitan dengan kemungkinan keberadaan korban. Sementara itu, dari atas laut, unsur pencarian mengamati permukaan perairan dan bergerak di wilayah operasi sesuai rencana yang telah ditetapkan.
Penyisiran tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan unsur terkait yang bekerja di lapangan. Setiap tim terus berkoordinasi untuk memastikan operasi berjalan maksimal, baik dalam menentukan sektor pencarian maupun menyesuaikan langkah dengan keadaan di lokasi. Koordinasi diperlukan agar penyisiran dari pesisir dan kegiatan di atas laut dapat berlangsung selaras, sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya selama operasi hari ke-20. Seluruh upaya masih diarahkan untuk mencari para korban yang belum ditemukan, tanpa mengurangi perhatian terhadap keselamatan personel dalam menjalankan tugas.
Di sisi lain, tim penyelam berada di Banjarmasin untuk menjalani recovery dan menunggu proses evaluasi. Keberadaan mereka menjadi bagian dari evaluasi terhadap operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8. Proses tersebut dilakukan untuk menilai pelaksanaan kegiatan yang telah berlangsung serta menentukan langkah berikutnya sesuai kebutuhan operasi. Informasi mengenai tim penyelam dalam tahap ini berkaitan dengan pemulihan kondisi dan evaluasi, sehingga belum terdapat keterangan mengenai hasil penyelaman atau temuan baru. Operasi pencarian tetap dilanjutkan melalui penyisiran pesisir dan perairan dengan koordinasi antartim sebagai unsur penting dalam pelaksanaannya.
Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari ke-20 dan dijadwalkan berakhir pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Hingga jadwal tersebut, tim gabungan masih berupaya menemukan 55 korban yang belum diketahui keberadaannya. Basarnas masih mengerahkan personel, kapal, peralatan pendukung, serta unsur terkait untuk menyisir wilayah pencarian sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan.
Namun, Basarnas belum memastikan apakah masa operasi akan diperpanjang setelah batas waktu tersebut. Kepala Kantor Basarnas, Arianto, menyampaikan bahwa keputusan mengenai perpanjangan operasi masih menunggu evaluasi tim di lapangan. Evaluasi itu akan menjadi dasar untuk menilai perkembangan pencarian, kondisi wilayah, efektivitas metode yang digunakan, serta kemungkinan adanya petunjuk baru terkait keberadaan korban.
Menurut Arianto, evaluasi diperlukan sebelum menentukan langkah berikutnya. Tim perlu menyampaikan laporan mengenai hasil penyisiran selama operasi berlangsung, termasuk area yang telah diperiksa, kendala yang dihadapi, dan informasi yang berhasil dikumpulkan. Seluruh hasil tersebut akan dipertimbangkan secara menyeluruh agar keputusan yang diambil sesuai dengan kondisi faktual di lapangan dan kebutuhan pencarian korban.
Penilaian tersebut juga dapat menentukan pola operasi selanjutnya apabila pencarian masih membutuhkan waktu tambahan. Basarnas bersama unsur gabungan akan melihat apakah terdapat wilayah yang masih perlu disisir ulang, perubahan strategi yang diperlukan, atau dukungan tambahan yang dapat meningkatkan peluang menemukan korban. Sampai saat ini, belum ada keputusan resmi mengenai durasi operasi setelah 3 Oktober.
Meski keputusan perpanjangan belum ditetapkan, proses pencarian tetap dilakukan hingga batas waktu operasi. Personel di lapangan masih menjalankan penyisiran dan pemantauan berdasarkan pembagian sektor yang telah ditentukan. Koordinasi Basarnas, pemerintah daerah, aparat, serta unsur masyarakat juga terus berjalan untuk memastikan setiap informasi dapat ditindaklanjuti. Perkembangan operasi akan menjadi bahan evaluasi sebelum keputusan berikutnya disampaikan.




