Kabupaten Ketapang | BNPB menyesuaikan pengerahan armada udara untuk merespons perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Sebagian armada yang sebelumnya mendukung penanganan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan dialihkan ke Jawa Timur. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat upaya penanganan karhutla di wilayah tersebut, sekaligus memastikan sumber daya udara dapat ditempatkan sesuai kebutuhan yang berkembang. Pengalihan sebagian armada bukan berarti dukungan bagi Kalimantan dihentikan, melainkan bagian dari pengaturan sumber daya lintas wilayah agar respons kebencanaan tetap berjalan efektif.
Keputusan pengerahan dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan di lapangan. BNPB perlu menilai perkembangan kejadian, kebutuhan operasi, serta skala prioritas di setiap wilayah sebelum menetapkan penempatan armada. Pertimbangan keselamatan penerbangan juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut, termasuk ketika merencanakan pergerakan pesawat dan helikopter dalam mendukung operasi. Dengan penyesuaian berkala, dukungan udara dapat diarahkan ke lokasi yang memerlukan penguatan tanpa mengabaikan kesiapan untuk merespons kebutuhan di daerah lain.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyampaikan bahwa dukungan udara di Kalimantan tetap dijaga agar memadai. Artinya, setelah sebagian armada dialihkan ke Jawa Timur, BNPB tetap memperhatikan kebutuhan penanganan karhutla di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Ketersediaan dukungan di kawasan tersebut terus disesuaikan dengan situasi aktual, sehingga langkah pengalihan tidak mengurangi kesiagaan yang diperlukan. Pengaturan ini mencerminkan upaya untuk membagi kapasitas operasi secara proporsional, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan efektivitas penanganan di seluruh wilayah terdampak.
BNPB mengalihkan satu pesawat patroli atau operasi modifikasi cuaca (OMC) dari Kalimantan Barat ke Jawa Timur pada Senin (26/10/2026). Pemindahan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi yang tersedia untuk mendukung pelaksanaan operasi di wilayah asal. Di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, belum terdapat potensi pertumbuhan awan yang memadai untuk pelaksanaan OMC. Karena itu, satu pesawat yang semula berada di Kalimantan Barat dialihkan untuk mendukung kebutuhan penanganan di Jawa Timur. Keterangan ini menjelaskan dasar pemindahan armada, tanpa menyebutkan rincian tambahan mengenai operasi di tujuan.
Meski satu pesawat dialihkan, dukungan udara untuk penanganan karhutla di Kalimantan Barat tetap disiagakan. Wilayah tersebut masih didukung tujuh pesawat water bombing, yang terdiri atas tiga unit dari TNI dan empat unit dari BNPB. Selain armada water bombing, dua pesawat patroli atau OMC juga tetap disiagakan di Kalimantan Barat. Susunan dukungan ini menunjukkan bahwa pemindahan satu pesawat tidak berarti seluruh kesiapan udara di wilayah tersebut dihentikan. Armada yang tersisa tetap tersedia sebagai dukungan bagi penanganan karhutla, sesuai keterangan yang disampaikan.
Informasi mengenai pengalihan dan armada yang tetap disiagakan memberikan gambaran tentang pembagian dukungan udara Kalimantan Barat dan Jawa Timur pada Senin (26/10/2026). Keputusan memindahkan satu pesawat berkaitan dengan belum memadainya potensi pertumbuhan awan di Kabupaten Ketapang untuk kegiatan OMC. Pada saat yang sama, tujuh pesawat water bombing serta dua pesawat patroli atau OMC tetap tercatat dalam dukungan di Kalimantan Barat. Dengan demikian, keterangan mengenai pengalihan pesawat perlu dibaca bersama informasi tentang armada yang masih disiagakan. Data tersebut menyampaikan perubahan penempatan satu unit, sekaligus menegaskan keberlanjutan dukungan udara untuk karhutla di Kalimantan Barat.
Satu helikopter water bombing yang sebelumnya berada di Kalimantan Selatan dialihkan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Jawa Timur. Pemindahan ini merupakan bagian dari pengaturan dukungan armada udara yang dilakukan BNPB. Helikopter tersebut ditugaskan ke wilayah Jawa Timur, sementara dukungan udara untuk penanganan karhutla di Kalimantan Selatan tetap disiagakan melalui sejumlah pesawat dan helikopter lain. Informasi mengenai pengalihan itu tidak dengan sendirinya menunjukkan perubahan pada kondisi kebakaran di kedua wilayah; rincian yang disampaikan terbatas pada penempatan armada dan kesiapan dukungan.
Di Jawa Timur, jarak pandang di wilayah yang menjadi perhatian belum memungkinkan helikopter untuk melakukan penerbangan pemadaman langsung. Dengan kondisi tersebut, helikopter water bombing yang dialihkan belum dapat digunakan untuk menjatuhkan air dari udara di lokasi. Keterangan ini menjelaskan batas pelaksanaan penerbangan pemadaman saat ini, tanpa memberikan kesimpulan mengenai perkembangan kebakaran ataupun dampak yang mungkin ditimbulkan oleh pemindahan armada. Informasi tentang kemampuan terbang juga perlu dibaca sesuai kondisi jarak pandang yang disebutkan, bukan sebagai keterangan tambahan mengenai penyebab atau perkiraan waktu perubahan situasi.
Sementara itu, susunan dukungan yang masih disiagakan di Kalimantan Selatan mencakup sembilan pesawat untuk kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan patroli, serta enam helikopter water bombing. Dengan demikian, selain satu helikopter yang dialihkan ke Jawa Timur, sejumlah armada udara tetap berada dalam kesiapan di Kalimantan Selatan sesuai peruntukannya. Sembilan pesawat tersebut dialokasikan untuk OMC dan patroli, sedangkan enam helikopter disiagakan untuk dukungan water bombing. Rincian ini menyajikan jumlah dan fungsi armada yang tersedia, tanpa menyatakan bahwa seluruhnya sedang terbang atau sedang melakukan operasi pada waktu yang sama. Pengalihan satu helikopter dan kesiapan armada lainnya merupakan informasi penempatan yang disampaikan, bukan dasar untuk menyimpulkan hasil penanganan di lapangan.
Dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan, operasi modifikasi cuaca (OMC) menjadi upaya yang lebih diutamakan. Pendekatan ini dilakukan dengan memanfaatkan bahan semai untuk mendorong terbentuknya hujan di wilayah sasaran. Penggunaan OMC melengkapi kesiapsiagaan dukungan udara, meskipun sebagian armada dialihkan untuk membantu penanganan di Jawa Timur. Dengan demikian, perhatian terhadap karhutla di Kalimantan tetap dijaga melalui langkah yang disesuaikan dengan kebutuhan penanganan di daerah.
Bahan semai yang digunakan dalam OMC meliputi dry ice dan natrium klorida (NaCl). Keduanya disiapkan untuk memicu pembentukan hujan melalui penyemaian awan, sebagai bagian dari upaya penanganan kondisi karhutla. Pelaksanaan dan pemilihan bahan semai berada dalam kerangka operasi modifikasi cuaca, bukan sebagai pernyataan bahwa hujan telah terbentuk atau kebakaran telah tertangani. Penjelasan mengenai pendekatan ini menegaskan bahwa OMC menjadi prioritas dalam dukungan untuk Kalimantan Selatan.
Pengalihan sebagian armada udara tidak menghapus kebutuhan untuk terus memantau perkembangan karhutla di Kalimantan. Kesiapan dukungan tetap diperhatikan, sementara kebutuhan di lapangan menjadi salah satu pertimbangan dalam pengaturan sumber daya. Karena itu, evaluasi kecukupan dukungan udara perlu dilakukan secara berkala, seiring pemantauan kondisi dan perkembangan penanganan. Langkah tersebut membantu pihak terkait meninjau apakah dukungan yang tersedia masih sesuai dengan situasi serta kebutuhan darurat di wilayah terdampak.
BNPB berkoordinasi dengan TNI, BPBD, pemerintah daerah, dan unsur terkait untuk memantau perkembangan karhutla serta mengevaluasi kecukupan dukungan udara secara berkala. Koordinasi ini menjadi bagian dari pengelolaan penanganan, termasuk dalam menyelaraskan pemantauan dan kebutuhan dukungan antarpihak. Perkembangan di lapangan menjadi perhatian bersama, tanpa mendahului hasil evaluasi atau menyatakan capaian yang belum disampaikan. Tujuan koordinasi tersebut adalah agar penanganan darurat berjalan efektif dan tepat sasaran, sebagaimana disampaikan oleh BNPB. Melalui pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan, dukungan dapat ditinjau sesuai perkembangan kebutuhan penanganan di Kalimantan.
Baca juga: Lanud Sjamsudin Noor Dukung Operasi Modifikasi Cuaca, Perkuat Upaya Penanganan Karhutla Kalimantan | Cuaca Panas dan Angin Kencang Warnai Jawa Timur | KPK Lakukan Penggeledahan di Kantor BPN Jawa Timur Terkait Dugaan Korupsi
