Jakarta | Seorang pemilik Geely EX2 mengeluhkan mobil listriknya tidak dapat diisi daya pada masa awal penggunaan. Kendala tersebut disampaikan setelah kendaraan digunakan selama enam hari, sebagaimana tercantum dalam unggahan pemilik di Threads. Pengalaman ini menjadi perhatian karena gangguan muncul ketika mobil masih relatif baru, tetapi informasi yang tersedia menggambarkan kejadian pada satu kendaraan dan satu pemilik saja. Belum ada keterangan yang menunjukkan bahwa masalah serupa dialami seluruh unit Geely EX2.
Pemilik tersebut membagikan ceritanya melalui akun Threads @heryxxx. Dalam unggahannya, ia menceritakan adanya masalah saat mencoba mengisi daya kendaraan. Gangguan yang terjadi membuat proses pengisian tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga pemilik tidak dapat melanjutkan pengisian baterai dengan normal. Keluhan itu kemudian menjadi titik awal pemeriksaan lebih lanjut, bukan keterangan mengenai hasil diagnosis atau penyebab teknis yang telah dipastikan.
Berdasarkan cerita yang dibagikan, kendala bermula pada pengisian pertama. Artinya, masalah diketahui pada tahap awal pemilik mencoba mengisi daya mobil, bukan setelah kendaraan dipakai dalam waktu lama. Namun, rincian tentang kondisi baterai, perangkat pengisian yang digunakan, maupun langkah yang telah dicoba sebelum meminta bantuan tidak dijelaskan dalam informasi yang tersedia. Karena itu, penyebab gangguan belum dapat ditentukan hanya dari unggahan tersebut.
Setelah mengalami kendala, pemilik membawa Geely EX2 miliknya ke bengkel resmi agar kendaraan diperiksa. Langkah tersebut dilakukan untuk mencari tahu sumber masalah dan penanganan yang diperlukan. Sejauh informasi yang dibagikan, belum ada penjelasan mengenai hasil pemeriksaan bengkel, apakah proses pengisian telah kembali normal, atau apakah komponen tertentu perlu diperbaiki. Perkembangan itu penting untuk membedakan keluhan awal dari kesimpulan teknis. Untuk sementara, kasus ini dapat dipahami sebagai pengalaman seorang pengguna yang menemui masalah pengisian pada awal kepemilikan dan memilih meminta pemeriksaan melalui jaringan layanan resmi. Informasi lanjutan dari pemilik maupun bengkel diperlukan untuk menjelaskan penyebab dan penyelesaiannya secara lebih terang.
Pemilik Geely EX2 tersebut mengatakan bahwa sejak awal mobil itu memang dipilih untuk menunjang kebutuhan keluarga dalam jangka panjang. Ia mempertimbangkan kendaraan yang dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari bersama keluarga, sekaligus tetap nyaman dan efisien. Setelah melakukan riset mengenai sejumlah pilihan mobil listrik, ia kemudian menjatuhkan pilihan pada Geely EX2 varian tertinggi. Keputusan itu diambil setelah menimbang fitur, kenyamanan, serta potensi penghematan penggunaan kendaraan listrik.
Pemesanan atau surat pemesanan kendaraan (SPK) dilakukan pada 5 September 2026. Dalam proses pembelian, pemilik menyetorkan tanda jadi dan uang muka dengan total sekitar Rp128 juta. Ia semula menginginkan unit dengan warna tertentu, tetapi pilihan tersebut tidak lagi tersedia karena unitnya telah diambil oleh konsumen lain. Kondisi itu membuatnya perlu mempertimbangkan kembali warna mobil yang akan diterima.
Setelah berkomunikasi dengan pihak penjual dan melihat pilihan warna yang masih tersedia, pemilik akhirnya menyepakati warna pengganti. Perubahan tersebut memungkinkan proses pembelian berlanjut, meskipun warna itu bukan pilihan awalnya. Mobil kemudian diterima pada Senin, 5 Oktober 2026, sekitar satu bulan setelah SPK dibuat. Pada tahap awal kepemilikan, ia tidak merasakan masalah berarti ketika menggunakan kendaraan tersebut. Mobil dipakai sesuai kebutuhan keluarga, dan belum ada gejala yang membuatnya khawatir terhadap kondisinya.
Pemilik juga menyebut bahwa keputusannya memilih varian tertinggi didasari harapan agar kendaraan dapat memenuhi kebutuhan dalam waktu lama. Efisiensi menjadi pertimbangan penting, tetapi kenyamanan keluarga turut diperhitungkan sebelum transaksi dilakukan. Karena itu, mobil tersebut tidak dibeli semata-mata sebagai kendaraan baru, melainkan sebagai pilihan praktis untuk penggunaan rutin. Pengalaman awal yang berjalan tanpa kendala berarti membuatnya merasa bahwa pilihan tersebut sesuai dengan pertimbangan yang telah dibuat. Situasi berubah setelah mobil digunakan selama beberapa hari, ketika kendaraan tidak dapat diisi daya dan akhirnya perlu dibawa ke bengkel untuk diperiksa lebih lanjut.
Tiga hari setelah menerima Geely EX2, pemilik mencoba mengisi daya mobil untuk pertama kalinya. Pengisian dilakukan pada 8 Oktober 2026 di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) iGreen, dengan menggunakan voucher yang diberikan tenaga penjual. Saat itu, indikator baterai menunjukkan kapasitas sekitar 30 persen. Pemilik bermaksud mengisi baterai hingga 85 persen sebelum kembali menggunakan kendaraan. Pada awalnya, proses pengisian tampak berjalan seperti biasa karena mobil dapat tersambung ke perangkat pengisi daya. Namun, waktu yang dibutuhkan terasa lebih lama dari perkiraannya. Pengisian dari 30 persen hingga 85 persen berlangsung lebih dari satu jam. Durasi tersebut menjadi hal pertama yang membuat pemilik mulai mencurigai adanya gangguan pada sistem pengisian atau kendaraan.
Pemilik kembali mencoba mengisi daya pada 11 Oktober 2026, ketika kapasitas baterai berada di sekitar 30 persen. Kali ini, meskipun kendaraan telah terhubung dengan pengisi daya, angka kapasitas baterai tidak bertambah. Karena percobaan dilakukan di SPKLU, ia sempat menduga sumber masalah mungkin berasal dari perangkat pengisian di lokasi tersebut. Untuk memastikan dugaan itu, pemilik mencoba mengisi daya di beberapa lokasi berbeda. Hasilnya tetap sama: baterai tidak menunjukkan kenaikan kapasitas setelah kendaraan tersambung. Dengan daya yang tersisa semakin terbatas, ia akhirnya membawa mobil pulang. Saat tiba di rumah, indikator baterai menunjukkan sisa 12 persen. Kondisi itu membuat persoalan pengisian menjadi lebih mendesak, sebab mobil tidak dapat diisi di fasilitas umum yang telah dicoba.
Setibanya di rumah, pemilik menggunakan portable charger untuk memeriksa apakah pengisian dapat dilakukan dari sumber listrik rumah. Akan tetapi, upaya tersebut tidak menghasilkan perubahan pada kapasitas baterai. Ia kembali melakukan percobaan pada hari berikutnya, dengan harapan gangguan sebelumnya hanya bersifat sementara atau berkaitan dengan proses pengisian tertentu. Namun, baterai tetap tidak bertambah meskipun portable charger telah digunakan. Dengan demikian, kegagalan tidak terbatas pada satu SPKLU atau satu perangkat pengisi daya saja. Sejak pengisian pertama yang memakan waktu lebih dari satu jam hingga percobaan di rumah, gejala yang terlihat menunjukkan bahwa daya tidak masuk sebagaimana mestinya. Rangkaian kejadian ini menjadi alasan pemilik membawa Geely EX2 ke bengkel agar kondisi kendaraan dapat diperiksa lebih lanjut.
Setelah pengisian daya di beberapa lokasi tidak berhasil, pemilik Geely EX2 mencoba menggunakan portable charger. Namun, upaya tersebut juga tidak membuat mobil dapat diisi daya. Karena berbagai cara yang telah dicoba belum menyelesaikan kendala, pemilik kemudian menghubungi tenaga penjual untuk meminta arahan mengenai penanganan berikutnya. Dari komunikasi tersebut, pemilik disarankan menghubungi layanan Emergency Road Assistance (ERA), agar mobil dapat dibawa ke bengkel untuk diperiksa lebih lanjut.
Pada 12 Oktober 2026, Geely EX2 itu diderek menuju bengkel dealer. Langkah tersebut ditempuh setelah pengisian di sejumlah lokasi maupun dengan perangkat portable tetap gagal. Dengan membawa kendaraan ke bengkel, pihak dealer dapat melakukan pemeriksaan terhadap kondisi mobil dan menilai bagian yang perlu ditangani. Proses ini menjadi tindak lanjut setelah pemilik menyampaikan kendala kepada tenaga penjual dan menerima saran untuk menghubungi ERA. Kendaraan kemudian berada di bengkel dealer untuk menjalani pemeriksaan, bukan sekadar mengandalkan percobaan pengisian daya di lokasi berbeda.
Dua hari kemudian, pada 14 Oktober 2026, hasil diagnosis awal dari pemeriksaan menyebut port charger perlu diganti. Informasi tersebut merupakan temuan awal yang disampaikan setelah kendaraan diperiksa di bengkel. Pihak purnajual dealer juga berupaya mengambil suku cadang yang dibutuhkan langsung dari pusat, dengan tujuan agar proses perbaikan dapat dipercepat.
Baca juga: Tanggapan Pemilik KM Virgo 8 Pasca Insiden Kecelakaan Laut






