Makassar | Polisi menggerebek kawasan yang disebut sebagai kampung narkoba di Kompleks Kusta Jongaya, Jalan Dangko, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Operasi tersebut berlangsung sekitar pukul 11.00 Wita dan dipimpin oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Selatan. Dalam kegiatan ini, sebanyak 220 personel gabungan diterjunkan untuk menyisir kawasan Jongaya. Mereka berasal dari Polda Sulsel, BNNP Sulsel, Brimob, serta Satpol PP. Penggerebekan itu menjadi operasi bersama sejumlah unsur yang terlibat dalam penindakan antinarkoba di lokasi tersebut.
Penyisiran di Kompleks Kusta Jongaya juga dibantu dua anjing pelacak dari Unit K-9 Dit Sabhara Polda Sulsel. Keduanya turut membantu petugas saat bergerak di kawasan yang menjadi sasaran operasi. Kehadiran unit K-9 melengkapi pengerahan personel gabungan dalam kegiatan yang dimulai pada sekitar pukul 11.00 Wita itu. Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Selatan memimpin jalannya operasi, dengan dukungan unsur Polda Sulsel lainnya, BNNP Sulsel, Brimob, dan Satpol PP.
Lokasi penggerebekan berada di Kompleks Kusta Jongaya, Jalan Dangko, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Kawasan itu disebut sebagai kampung narkoba dalam informasi mengenai operasi tersebut. Pada Kamis, 22 Oktober 2026, petugas gabungan melakukan penyisiran di lokasi dengan melibatkan total 220 personel serta dua anjing pelacak. Operasi yang dipimpin Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel itu menyatukan keterlibatan berbagai unsur, yakni Polda Sulsel, BNNP Sulsel, Brimob, dan Satpol PP. Anjing pelacak Unit K-9 Dit Sabhara Polda Sulsel ikut mendukung penyisiran yang dilakukan di kawasan Jongaya tersebut.
Dalam penggerebekan di kawasan Jongaya, Makassar, sebanyak 27 orang diamankan oleh petugas dalam operasi antinarkoba. Salah seorang dari mereka diketahui masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Namun, status tersebut belum menjelaskan secara menyeluruh keterlibatan orang yang bersangkutan dalam perkara yang sedang ditangani. Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mengumpulkan keterangan dan memastikan identitas serta latar belakang setiap orang yang dibawa dari lokasi operasi.
Hingga pemeriksaan awal berlangsung, polisi belum menetapkan atau memastikan peran masing-masing dari 27 orang tersebut. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pihak yang berperan sebagai bandar, pengedar, maupun pengguna narkoba. Karena proses klarifikasi belum selesai, orang-orang yang diamankan belum dapat langsung digolongkan ke dalam salah satu peran itu. Penentuan status dan dugaan keterlibatan mereka akan bergantung pada hasil pemeriksaan serta bukti yang ditemukan penyidik.
Setelah diamankan, seluruh orang tersebut dibawa menggunakan truk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menuju Markas Gegana Brimob Polda Sulawesi Selatan di Jalan Sultan Alauddin, Makassar. Pemindahan itu dilakukan agar pemeriksaan lanjutan dapat berlangsung di lokasi tersebut. Di sana, petugas akan meminta keterangan dan menjalankan sejumlah tahapan pemeriksaan, termasuk tes urine, untuk membantu mengetahui kemungkinan penggunaan narkoba. Hasil tes tersebut menjadi salah satu bagian dari proses pendalaman, bukan satu-satunya dasar untuk menyimpulkan peran atau tanggung jawab seseorang.
Dengan demikian, jumlah 27 orang yang dibawa merupakan hasil pengamanan dalam operasi, sementara status hukum maupun keterlibatan mereka masih menunggu proses penyelidikan. Keberadaan satu orang dalam DPO juga menjadi informasi yang sedang ditindaklanjuti, tanpa mengesampingkan pemeriksaan terhadap orang-orang lainnya. Polisi perlu mencocokkan keterangan, hasil tes, dan bukti yang relevan sebelum menyampaikan kesimpulan mengenai dugaan tindak pidana. Sampai ada hasil lebih lanjut, belum tepat menyebut seluruh orang yang diamankan sebagai bandar, pengedar, atau pengguna. Pemeriksaan lanjutan di Markas Gegana diharapkan memberi kejelasan mengenai identitas dan dugaan peran mereka secara terukur, sesuai prosedur yang berlaku.
Dalam operasi antinarkoba di kawasan Jongaya, Makassar, petugas melakukan penyisiran dari satu rumah ke rumah lain yang dicurigai berkaitan dengan aktivitas narkoba. Rumah-rumah tersebut diperiksa karena diduga menjadi lokasi transaksi ataupun tempat penggunaan narkoba. Penyisiran dilakukan untuk memastikan kondisi di dalam bangunan sekaligus mencari orang dan barang yang mungkin berhubungan dengan dugaan kegiatan tersebut.
Saat pemeriksaan berlangsung, petugas menemukan sebuah kamar dalam keadaan terkunci. Karena penghuni di dalamnya tidak segera membuka pintu, petugas kemudian mendobrak kamar tersebut. Seorang pria yang berada di dalam kamar selanjutnya diamankan. Peristiwa itu menjadi salah satu bagian dari rangkaian pemeriksaan di lokasi, ketika petugas berupaya menelusuri rumah-rumah yang dianggap perlu diperiksa lebih lanjut.
Dari penyisiran itu, petugas juga menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penggunaan narkoba. Barang yang dilaporkan lain belasan alat isap sabu atau bong. Selain itu, ditemukan beberapa saset kecil berisi kristal bening yang diduga sabu. Keterangan tersebut menggambarkan temuan awal di lapangan; isi saset belum dapat disebut sebagai sabu yang telah dipastikan tanpa hasil pemeriksaan atau keterangan resmi lebih lanjut.
Pengamanan seorang pria dan penyitaan barang-barang tersebut menjadi bagian dari operasi yang menjaring puluhan orang di Jongaya. Namun, keberadaan seseorang di dalam rumah yang diperiksa maupun ditemukannya barang mencurigakan tidak dengan sendirinya menjelaskan peran setiap orang ataupun memastikan kandungan barang. Karena itu, identifikasi dan pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memastikan keterkaitan temuan dengan dugaan transaksi atau penggunaan narkoba, serta menguji kandungan kristal bening yang disita. Informasi yang tersedia dalam laporan operasi menyebut jenis dan jumlah barang secara umum, tanpa rincian hasil uji laboratorium ataupun kepemilikan setiap benda. Penyebutan yang cermat penting agar temuan awal tidak disamakan dengan kesimpulan pemeriksaan yang telah terverifikasi. Rangkaian penyisiran ini memperlihatkan langkah petugas dalam memeriksa titik-titik yang dicurigai, mengamankan orang yang ditemukan, dan membawa barang untuk ditindaklanjuti sesuai proses pemeriksaan.Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel, AKBP Yudi Frianto, menjelaskan bahwa operasi di kawasan Jongaya ditujukan untuk menindak aktivitas peredaran dan penggunaan narkoba. Keterangan itu disampaikan di Markas Gegana Brimob Polda Sulsel, Jalan Sultan Alauddin, Makassar. Dalam penjelasannya, Yudi memaparkan sejumlah hal yang menjadi perhatian personel saat melakukan penyisiran, termasuk kondisi akses di lorong-lorong kawasan tersebut.
Salah satu tantangan yang disebutkan adalah keberadaan kamera pengawas yang terpasang di sejumlah sudut lorong. Menurut Yudi, kamera-kamera itu diduga digunakan untuk memantau kedatangan petugas. Keberadaan perangkat tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi, karena penyisiran melibatkan personel yang perlu mengawasi akses di area yang dituju. Keterangan mengenai kamera pengawas disampaikan sebagai bagian dari paparan tentang situasi yang dihadapi petugas di lapangan.
Sebelum bergerak, personel terlebih dahulu menerima arahan mengenai pelaksanaan tugas. Setelah itu, mereka ditempatkan di setiap lorong untuk mengawasi akses keluar. Penempatan tersebut dimaksudkan agar jalur keluar dari lorong-lorong dapat diawasi ketika operasi berlangsung. Yudi menyampaikan langkah itu dalam menjelaskan pengaturan personel, selain menyinggung kamera pengawas yang diduga memantau kedatangan petugas. Rangkaian keterangan tersebut menggambarkan langkah yang diterapkan dalam operasi tanpa merinci hal-hal lain di luar penjelasan yang disampaikan.
Usai pengamanan, 27 orang diamankan dalam operasi tersebut. Status mereka masih dalam pemeriksaan dan pendalaman oleh penyidik. Proses itu dilakukan untuk mendalami keterangan serta hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas yang menjadi sasaran operasi. Yudi tidak menyampaikan kesimpulan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan dalam keterangan yang dirujuk di sini. Karena itu, informasi mengenai status orang-orang yang diamankan tetap mengacu pada penjelasan bahwa penyidik masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman.
Baca juga: Operasi TNI AL Cegah Peredaran Rokok Ilegal dan Miras di Jawa Timur | Operasi Gaktib Wira Clurit Digelar di Makodim Probolinggo, Polisi Militer Periksa Kendaraan Prajurit | Truk Dari NTT Terjaring Operasi Pihak Berwajib di Surabaya






