Pramono Minta Seluruh Kelurahan Jakarta Ikuti Benyamin S Award 2027

Pramono Minta Seluruh Kelurahan Jakarta Ikuti Benyamin S Award 2027

Jakarta | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginginkan seluruh 267 kelurahan di Ibu Kota berpartisipasi dalam Benyamin S Award pada 2027. Target tersebut berarti setiap kelurahan di Jakarta diharapkan ikut serta dalam ajang yang mendorong keterlibatan wilayah dan masyarakat dalam pembangunan. Pramono meminta pencapaian itu dilakukan tahun depan, bukan menunggu hingga beberapa tahun mendatang.

Jumlah peserta menunjukkan peningkatan dalam penyelenggaraan terakhir. Pada 2026, sebanyak 52 kelurahan tercatat mengikuti Benyamin S Award, naik dari 27 kelurahan pada tahun sebelumnya. Pertambahan tersebut memperlihatkan semakin banyak wilayah yang terlibat, meskipun jumlah peserta masih jauh dari keseluruhan 267 kelurahan yang ada di Jakarta. Dengan demikian, perluasan partisipasi menjadi perhatian untuk penyelenggaraan berikutnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Kerja Sama Daerah Setda DKI Jakarta, Tona Hutauruk, menyampaikan harapan agar seluruh kelurahan dapat berpartisipasi pada 2029. Usulan itu memberikan rentang waktu beberapa tahun untuk memperluas keikutsertaan dari jumlah peserta saat ini. Namun, Pramono menilai tenggat tersebut terlalu lama. Ia meminta agar target partisipasi penuh dipercepat dan dicapai pada 2027.

Perbedaan waktu sasaran itu menegaskan dorongan pemerintah provinsi untuk memperluas jangkauan penghargaan lebih cepat. Dari 52 peserta pada 2026, jumlah kelurahan yang terlibat perlu bertambah secara signifikan agar seluruh wilayah dapat terwakili tahun depan. Target tersebut juga menuntut persiapan yang terencana, sehingga kelurahan memiliki kesempatan untuk memahami proses dan memenuhi ketentuan keikutsertaan.

Dengan arahan gubernur, penyelenggaraan 2027 menjadi tenggat penting bagi upaya mengikutsertakan seluruh kelurahan. Pencapaian sasaran akan bergantung pada koordinasi pemerintah daerah serta kesiapan masing-masing wilayah untuk mengambil bagian. Perkembangan dari 27 menjadi 52 peserta menyediakan gambaran awal tentang peningkatan partisipasi, sementara sasaran 267 kelurahan menetapkan skala ambisi yang jauh lebih luas. Pemerintah DKI kini mendorong agar perluasan itu berlangsung dalam waktu lebih singkat daripada rencana awal 2029.

Dalam penganugerahan Benyamin S Award 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Jumat, 30 Oktober, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan harapannya agar partisipasi kelurahan dalam ajang tersebut terus meningkat. Ia menyoroti bertambahnya jumlah peserta dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya sebagai perkembangan positif. Menurut Pramono, peningkatan keikutsertaan menunjukkan bahwa semakin banyak kelurahan bersedia terlibat dalam kompetisi yang mendorong inovasi serta peningkatan kualitas pelayanan kepada warga. Ia pun mendorong agar semangat tersebut tidak berhenti pada peserta yang telah mengikuti acara tahun ini.

Pramono secara khusus meminta seluruh kelurahan di Jakarta untuk ikut serta dalam Benyamin S Award pada tahun berikutnya, yakni 2027. Target itu disampaikan sebagai dorongan agar setiap wilayah memiliki kesempatan memperlihatkan upaya, gagasan, dan hasil kerja yang dilakukan bagi masyarakat. Dengan keterlibatan yang lebih merata, ajang penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus pemacu bagi kelurahan untuk terus memperbaiki pelayanan publik. Ia menginginkan tidak ada kelurahan yang tertinggal dari proses tersebut, sehingga peningkatan jumlah peserta dapat berlanjut hingga seluruh kelurahan berpartisipasi.

Untuk menegaskan ajakannya, Pramono berkelakar bahwa tunjangan kinerja lurah yang tidak berpartisipasi pada 2027 akan dipotong. Pernyataan itu disampaikan dalam nada bercanda saat ia mendorong para lurah agar mengikuti penghargaan tersebut. Karena itu, ucapan mengenai pemotongan tunjangan tidak dapat dipahami sebagai kebijakan atau keputusan resmi yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Inti pesannya adalah ajakan agar partisipasi meningkat dan seluruh kelurahan ikut pada penyelenggaraan mendatang, bukan pengumuman sanksi administratif. Penegasan konteks ini penting agar kelakar tersebut tidak diberitakan seolah-olah menjadi keputusan pemerintah yang berlaku. Pramono menyampaikan target itu ketika hadir dalam acara penganugerahan 2026, sekaligus memberikan dorongan bagi jajaran kelurahan untuk menyiapkan keterlibatan mereka sejak dini. Dengan demikian, pernyataannya memadukan apresiasi atas kenaikan peserta dengan seruan memperluas keikutsertaan pada tahun berikutnya.

Benyamin S Award merupakan ajang apresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bagi para lurah yang dinilai berhasil meningkatkan kualitas wilayahnya. Penghargaan ini memberi pengakuan atas kerja pemerintah kelurahan dalam mengelola lingkungan dan mendorong pelayanan publik yang lebih baik. Melalui penilaian terhadap berbagai aspek, penyelenggara dapat melihat upaya nyata yang dilakukan di tingkat kelurahan, termasuk menjaga kebersihan, memperbaiki kenyamanan ruang bersama, serta melibatkan warga dalam kegiatan pembangunan. Ajang ini juga menjadi ruang untuk mengenali praktik baik yang dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Jakarta. Karena itu, partisipasi seluruh kelurahan penting untuk memperluas manfaat kompetisi, bukan hanya bagi peserta yang meraih penghargaan.

Penghargaan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan kepada kelurahan yang menunjukkan komitmen dalam mewujudkan Jakarta yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera. Komitmen itu tercermin melalui perhatian pada lingkungan, keteraturan wilayah, kualitas ruang publik, dan kesejahteraan masyarakat. Penilaian tidak semata-mata menjadi perlombaan untuk memperoleh gelar, tetapi juga mendorong lurah beserta jajaran dan warga agar terus meningkatkan mutu wilayah secara berkelanjutan. Dengan adanya apresiasi, kerja kolektif di tingkat lokal mendapat perhatian, sementara kelurahan terdorong mempertahankan capaian dan memperbaiki hal-hal yang masih perlu ditingkatkan. Semangat tersebut sejalan dengan upaya membangun kota yang layak dihuni dan memberi manfaat bagi seluruh warga.

Pada edisi 2026, sepuluh kelurahan berhasil masuk sebagai finalis. Mereka adalah Kebon Sirih, Kelapa Gading Timur, Srengseng, Sukabumi Utara, Taman Sari, Kebon Baru, Cilandak Barat, Utan Kayu Selatan, Malaka Sari, dan Pulau Panggang. Daftar finalis ini mencakup wilayah dari berbagai bagian Jakarta, sehingga menunjukkan beragam upaya peningkatan kualitas lingkungan dan pelayanan di tingkat kelurahan. Kehadiran mereka dalam tahap final memberi kesempatan bagi praktik dan capaian masing-masing wilayah untuk dikenal lebih luas. Pengalaman para finalis dapat menjadi bahan pembelajaran bagi kelurahan lain yang ingin memperkuat pengelolaan wilayah. Dengan mendorong seluruh kelurahan mengikuti Benyamin S Award 2027, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat memperluas partisipasi sekaligus menumbuhkan persaingan yang sehat demi kemajuan bersama.

Hasil Benyamin S Award 2027 menetapkan tiga kelurahan sebagai penerima penghargaan berdasarkan kategori yang diumumkan. Kelurahan Utan Kayu Selatan meraih kategori nyaman, Kelurahan Kelapa Gading Timur menjadi pemenang kategori indah, sedangkan Kelurahan Sukabumi Utara memperoleh penghargaan kategori sejahtera. Pembagian tersebut menunjukkan bahwa penilaian mencakup sejumlah aspek lingkungan dan kehidupan warga, bukan hanya satu ukuran keberhasilan. Ketiga penerima itu mewakili capaian yang berbeda, sesuai kategori masing-masing. Pramono menyampaikan hasil penghargaan tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong kelurahan di Jakarta untuk memperhatikan kualitas wilayah dan kondisi masyarakatnya. Penghargaan ini juga menempatkan kerja di tingkat kelurahan sebagai bagian penting dari perbaikan kota.

Dalam kategori nyaman, kemenangan Utan Kayu Selatan menandai pengakuan atas capaian kelurahan tersebut pada bidang yang dinilai. Kelapa Gading Timur menerima penghargaan untuk kategori indah, sementara Sukabumi Utara meraih kategori sejahtera. Dengan menyebut pemenang secara terpisah, hasil penghargaan memberi gambaran tentang beberapa dimensi yang menjadi perhatian dalam kompetisi. Meski demikian, informasi yang disampaikan berfokus pada nama penerima dan kategori yang mereka menangkan. Karena itu, rincian indikator penilaian maupun perbedaan capaian antarkelurahan tidak perlu diasumsikan di luar keterangan tersebut. Pengumuman ini sekaligus menjadi rujukan bagi kelurahan lain yang ingin memahami cakupan kategori dalam Benyamin S Award dan menyiapkan partisipasi pada penyelenggaraan berikutnya.

Selain mengumumkan penerima kategori, Pramono merencanakan kesempatan belajar ke luar negeri bagi sepuluh lurah yang menjadi finalis pada 2026.

Baca juga: Kesempatan Tambahan Menonton Konser BigBang di Jakarta | Penataan Kawasan Lapangan Banteng: Menuju Modernisasi Jakarta | Menyelami Keindahan Seni di Jakarta: Empat Pameran Menarik di Bulan September