Jakarta | Ayu Ting Ting memilih tidak memberikan komentar ketika ditanya mengenai pengakuan Krizna Fahrezi, mantan penata rambut sekaligus asistennya. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan pernyataan Krizna yang mengaku menggunakan uang endorsement milik Ayu. Dalam pengakuannya, Krizna menyebut jumlah uang yang digunakan mencapai Rp150 juta. Namun, saat isu itu disinggung, Ayu tidak menyampaikan tanggapan atau penjelasan di hadapan awak media.
Alih-alih menjawab pertanyaan mengenai pengakuan tersebut, Ayu memilih berpamitan. Ia kemudian meninggalkan lokasi tanpa memberikan komentar lebih lanjut tentang klaim Krizna maupun nominal yang disebutkan. Sikap itu membuat pertanyaan mengenai uang endorsement tersebut belum memperoleh jawaban langsung dari Ayu. Hingga saat meninggalkan tempat, ia tidak menjelaskan apakah mengetahui penggunaan uang itu, bagaimana kronologi yang terjadi, ataupun langkah yang akan diambil terkait pengakuan tersebut.
Pengakuan Krizna menjadi perhatian karena menyangkut dana yang disebut berasal dari endorsement Ayu. Meski demikian, informasi mengenai penggunaan uang Rp150 juta itu sejauh ini merupakan pengakuan yang disampaikan oleh Krizna, sementara Ayu belum memberikan pernyataan saat ditanya. Karena tidak ada tanggapan langsung dari Ayu di lokasi, keterangan mengenai perkara tersebut belum dapat dilengkapi dari sisi dirinya melalui kesempatan itu.
Peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa Ayu memilih menjaga jarak dari pertanyaan media mengenai pengakuan mantan asistennya. Ia berpamitan dan pergi, tanpa menyampaikan klarifikasi ataupun membahas tudingan tersebut. Dengan demikian, hal yang dapat dipastikan dari momen itu adalah keputusan Ayu untuk tidak menjawab pertanyaan yang diajukan, sedangkan rincian mengenai pengakuan Krizna tetap merujuk pada pernyataan yang telah disampaikannya. Belum ada komentar Ayu yang disampaikan dalam situasi tersebut untuk menanggapi angka yang disebut maupun klaim penggunaan dana endorsement itu.
Pertemuan Ayu Ting Ting dengan awak media berlangsung di studio Brownis Trans TV, kawasan Mampang, Jakarta Selatan, pada Jumat (30/10/2026). Pada awalnya, suasana tampak santai. Ayu menjawab pertanyaan ringan dari wartawan, termasuk soal kebiasaannya makan sebelum bernyanyi. Ia terlihat ceria saat menanggapi topik tersebut dan berbincang tanpa menunjukkan keberatan untuk meladeni pertanyaan seputar aktivitasnya.
Situasi kemudian berubah ketika wartawan mengarahkan pembicaraan pada dugaan penggelapan uang endorsement yang disebut melibatkan Krizna, mantan asistennya. Pertanyaan itu membuat Ayu memilih tidak memberikan tanggapan. Peralihan dari obrolan ringan ke persoalan yang lebih sensitif terasa jelas dalam momen tersebut. Ayu tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai dugaan itu, maupun menguraikan hubungannya dengan persoalan yang ditanyakan. Ia juga tidak mengonfirmasi ataupun membantah informasi yang menjadi bahan pertanyaan awak media.
Alih-alih menjawab, Ayu melambaikan tangan kepada para wartawan, lalu menyampaikan salam perpisahan. Ia meminta maaf karena belum dapat berkomentar mengenai isu tersebut. Sikap itu menjadi tanda bahwa sesi tanya jawab telah diakhiri tanpa pernyataan darinya tentang dugaan yang menyeret nama mantan asistennya. Salah seorang asistennya turut menyampaikan permohonan maaf kepada awak media. Setelah itu, Ayu tidak memberikan keterangan tambahan. Dengan demikian, pertemuan di lokasi syuting tersebut berakhir tanpa penjelasan langsung dari Ayu mengenai dugaan penggelapan uang endorsement. Respons singkat itu memperlihatkan batas yang ia pilih dalam menghadapi pertanyaan tentang persoalan tersebut, sementara detail dan kebenaran dugaan itu belum disampaikan olehnya di hadapan wartawan. Kronologi yang terlihat hanya menunjukkan perubahan suasana, dari percakapan ringan tentang makanan sebelum bernyanyi menjadi penutupan singkat ketika topik Krizna dan endorsement ditanyakan. Hingga meninggalkan sesi tersebut, Ayu tetap tidak menguraikan alasan lebih jauh atas keputusannya untuk diam. Permintaan maaf dari asistennya pun tidak disertai penjelasan tambahan mengenai perkara yang ditanyakan.Pengakuan Krizna mengenai hubungannya dengan Ayu Ting Ting disampaikan dalam sebuah siniar yang tayang di kanal YouTube Ratu Meta. Dalam perbincangan tersebut, Krizna mengungkap bahwa hubungan kerja sekaligus pertemanannya dengan Ayu mengalami keretakan. Ia menyebut persoalan keuangan sebagai pemicu masalah di mereka. Pengakuan itu berkaitan dengan dana pembayaran kerja sama dari sebuah brand yang hendak memberikan endorsement kepada Ayu. Krizna menjelaskan bahwa uang tersebut diterimanya secara bertahap, bukan sekaligus. Seiring waktu, jumlah dana yang diambil itu mencapai Rp150 juta, menurut pengakuannya dalam siniar tersebut.
Krizna mengakui bahwa dana kerja sama itu digunakan untuk kebutuhan pribadi dan gaya hidup. Penggunaan uang tersebut menjadi bagian dari persoalan yang, menurut ceritanya, berdampak pada hubungan profesional dan personalnya dengan Ayu. Pengakuan mengenai dana yang berasal dari pembayaran brand itu disampaikan Krizna saat menceritakan keretakan hubungan mereka kepada Ratu Meta. Ia menyampaikan bahwa pengambilan uang berlangsung bertahap hingga totalnya mencapai Rp150 juta. Dalam penuturannya, Krizna mengaitkan peristiwa tersebut dengan memburuknya hubungan kerja dan pertemanan. Rincian yang disampaikan dalam siniar terbatas pada pengakuan tersebut, termasuk asal dana, cara penerimaan, jumlah, dan penggunaannya.
Dengan demikian, inti pengakuan Krizna dalam tayangan itu adalah bahwa ia mengambil uang pembayaran kerja sama brand yang ditujukan untuk endorsement Ayu, kemudian memakainya untuk kepentingan pribadi dan gaya hidup. Ia menyebut jumlah keseluruhan dana mencapai Rp150 juta setelah diterima secara bertahap. Krizna juga menghubungkan persoalan keuangan tersebut dengan keretakan hubungan kerja dan pertemanannya dengan Ayu Ting Ting. Pernyataan itu merupakan keterangan Krizna dalam siniar di kanal YouTube Ratu Meta. Tidak ada rincian lain yang perlu ditambahkan di luar hal-hal yang ia ungkapkan tersebut: kerja sama brand, pembayaran bertahap, penggunaan dana, jumlah yang disebut, serta dampaknya terhadap hubungan mereka.
Dalam pengakuannya, Krizna menyebut pernah menemui Ayu Ting Ting secara langsung untuk menyampaikan permintaan maaf. Pertemuan itu, menurut Krizna, menjadi kesempatan baginya untuk menjelaskan penyesalan atas persoalan yang terjadi selama hubungan kerja mereka. Ia mengatakan bahwa permintaan maaf tersebut tidak hanya disampaikan kepada Ayu, tetapi juga di hadapan keluarga sang penyanyi. Krizna mengaku bahkan bersujud sebagai bentuk kesungguhan dan rasa bersalahnya. Tindakan itu ia gambarkan sebagai upaya menunjukkan bahwa dirinya memahami dampak dari peristiwa tersebut dan ingin bertanggung jawab, bukan sekadar menyampaikan kata-kata tanpa tindakan.
Krizna juga mengatakan bahwa ia sempat menawarkan diri untuk tetap bekerja selama satu tahun tanpa menerima bayaran. Tawaran itu, sebagaimana diceritakannya, dimaksudkan sebagai cara untuk mengganti kerugian yang muncul akibat persoalan tersebut. Ia menyampaikan usulan itu setelah meminta maaf, dengan harapan masih dapat memperbaiki keadaan melalui kontribusi langsung. Meski demikian, tawaran tersebut tidak dengan sendirinya menghapus masalah yang telah terjadi. Permintaan maaf, sikap bersujud, maupun kesediaan bekerja tanpa upah merupakan langkah yang disebut Krizna sebagai bentuk penyesalan, sementara keputusan mengenai kelanjutan hubungan kerja tetap berada pada Ayu. Pengakuan itu menggambarkan upaya Krizna untuk memperoleh kesempatan memperbaiki hubungan, tetapi juga memperlihatkan bahwa persoalan tersebut telah menimbulkan kekecewaan serius.
Ayu, menurut keterangan yang disampaikan dalam sumber, memilih mengakhiri hubungan kerja profesionalnya dengan Krizna. Keputusan tersebut diambil karena kekecewaan yang mendalam, sehingga hubungan sebagai penyanyi dan asisten tidak dilanjutkan meskipun permintaan maaf telah disampaikan. Dengan demikian, usaha Krizna untuk meminta maaf dan menawarkan penggantian melalui pekerjaan tidak mengubah keputusan Ayu. Peristiwa ini menegaskan bahwa dalam hubungan profesional, penyesalan dari satu pihak tidak selalu berarti kerja sama dapat dipulihkan. Bagi Ayu, persoalan yang terjadi tampaknya telah melewati batas yang dapat diterima dalam hubungan kerja mereka.






