Bisnis  

Avia Catat Penjualan Rp6,9 Triliun dalam Sembilan Bulan 2026

Avia Catat Penjualan Rp6,9 Triliun dalam Sembilan Bulan 2026

Surabaya | PT Avia Avian Tbk (AVIA) membukukan penjualan konsolidasi sebesar Rp2,3 triliun pada kuartal III 2026. Nilai tersebut meningkat 13,9% dibandingkan dengan penjualan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan bahwa kinerja penjualan perusahaan tetap bertumbuh pada triwulan ketiga, sekaligus menjadi bagian penting dari hasil operasional AVIA sepanjang tahun berjalan. Pertumbuhan tersebut didukung oleh kenaikan volume penjualan solusi arsitektur sebesar 3,5%.

Secara kumulatif, penjualan AVIA selama Januari hingga September 2026 mencapai Rp6,9 triliun. Angka ini tumbuh 16,7% secara tahunan dibandingkan periode sembilan bulan yang sama pada 2025. Dengan demikian, pertumbuhan penjualan dalam sembilan bulan tercatat lebih tinggi daripada pertumbuhan kuartal III secara tahunan. Perbedaan tersebut menggambarkan hasil untuk rentang waktu yang berbeda, sehingga kedua angka perlu dibaca sesuai cakupan periodenya.

Kenaikan volume solusi arsitektur menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan penjualan. Pada periode yang dilaporkan, volume kategori tersebut bertambah 3,5%. Perubahan volume ini memberikan konteks terhadap kenaikan nilai penjualan, meskipun persentase pertumbuhan volume tidak sama dengan pertumbuhan penjualan. Nilai penjualan juga dipengaruhi oleh unsur lain, dan data yang tersedia tidak merinci kontribusi setiap unsur terhadap hasil konsolidasi.

Rangkaian capaian tersebut menempatkan penjualan sebagai indikator utama kinerja AVIA hingga akhir kuartal III 2026. Penjualan Rp2,3 triliun pada kuartal ketiga dan Rp6,9 triliun secara kumulatif menunjukkan pertumbuhan pada kedua rentang pelaporan. Untuk menilai perkembangan berikutnya secara menyeluruh, angka penjualan dapat dibandingkan dengan hasil pada periode mendatang serta dibaca bersama indikator operasional lain. Namun, data yang disebutkan di sini berfokus pada penjualan dan volume solusi arsitektur, sehingga belum menggambarkan seluruh aspek kinerja keuangan perusahaan.

Avia mencatat laba bersih sebesar Rp1,38 triliun selama sembilan bulan 2026, dengan marjin laba bersih sebesar 20%. Angka tersebut menunjukkan porsi laba yang diperoleh perusahaan dari pendapatannya pada periode pelaporan. Di tengah tingginya harga bahan baku, Avia tetap membukukan marjin pada tingkat tersebut. Kinerja laba ini menjadi salah satu bagian penting dari catatan keuangan perusahaan, selain penjualan yang mencapai Rp6,9 triliun dalam periode yang sama. Penyajian angka laba bersih dan marjin memberikan gambaran mengenai hasil usaha Avia sepanjang sembilan bulan, tanpa mengubah konteks bahwa perusahaan menghadapi kondisi biaya bahan baku yang tinggi.

Tingginya harga bahan baku dalam sumber dikaitkan dengan konflik di Iran dan ketidakpastian kondisi global. Kedua kondisi tersebut disebut dalam kaitannya dengan tekanan pada biaya bahan baku, dan menjadi latar bagi capaian marjin Avia. Informasi yang tersedia tidak merinci jenis bahan baku, tingkat kenaikan harga, maupun besaran dampaknya terhadap biaya perusahaan. Karena itu, capaian marjin laba bersih 20% dapat dijelaskan berdasarkan data yang dilaporkan, tanpa menarik kesimpulan tambahan mengenai komponen biaya atau faktor lain. Yang tercatat adalah Avia mempertahankan marjin tersebut meskipun harga bahan baku berada pada tingkat tinggi dalam situasi global yang tidak pasti.

Keterangan mengenai strategi perusahaan disampaikan oleh Presiden Direktur PT Avia Avian Tbk, Wijono Tanoko. Penyebutan pihak yang menyampaikan keterangan tersebut memberi konteks mengenai sumber penjelasan strategi perusahaan, tetapi tidak dengan sendirinya menguraikan langkah atau kebijakan tertentu. Dengan demikian, pembahasan mengenai laba bersih, marjin, dan tekanan harga bahan baku tetap berlandaskan pada informasi yang tersedia: laba bersih Rp1,38 triliun, marjin laba bersih 20%, serta kondisi harga bahan baku tinggi yang dikaitkan dengan konflik di Iran dan ketidakpastian global. Capaian itu menunjukkan bahwa Avia mampu mempertahankan marjin yang disebutkan selama periode sembilan bulan 2026, sementara keterangan strategi perusahaan berasal dari Wijono Tanoko dalam kapasitasnya sebagai Presiden Direktur.

Pada kuartal ketiga 2026, Avia melanjutkan penguatan operasional dengan menambah tiga pusat distribusi milik sendiri. Langkah ini membawa jumlah keseluruhan pusat distribusi perusahaan menjadi 150. Penambahan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan kepada pelanggan di berbagai wilayah Indonesia. Dengan jaringan distribusi yang semakin luas, perusahaan dapat mendekatkan titik penyimpanan dan penyaluran produk ke pasar yang dilayani. Ekspansi ini juga menunjukkan bahwa pengembangan usaha tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi mencakup kesiapan infrastruktur untuk mendukung kebutuhan pelanggan. Keberadaan pusat distribusi tambahan diharapkan membantu operasional perusahaan merespons permintaan dengan lebih baik, sekaligus memperkuat dukungan terhadap kegiatan penjualan di berbagai daerah.

Tujuan utama perluasan jaringan tersebut adalah mendukung ketersediaan produk dan mempercepat pengiriman. Pusat distribusi yang tersebar membantu perusahaan mengelola penyaluran barang secara lebih dekat dengan pelanggan, sehingga proses pemenuhan pesanan dapat berlangsung lebih efisien. Ketersediaan produk menjadi aspek penting bagi pelanggan yang membutuhkan pasokan secara berkelanjutan, sementara waktu pengiriman turut memengaruhi pengalaman layanan. Dengan total 150 pusat distribusi milik sendiri, Avia memperkuat kapasitasnya untuk melayani pasar yang beragam di Indonesia. Manfaat jaringan tersebut bergantung pada pengelolaan stok dan koordinasi logistik yang terarah. Karena itu, penambahan tiga fasilitas pada kuartal ketiga menjadi bagian dari langkah operasional yang mendukung pelayanan sekaligus pertumbuhan bisnis perusahaan.

Selain memperluas distribusi, Avia juga memperkuat portofolio melalui peluncuran dua produk inovasi tambahan selama kuartal ketiga 2026. Dengan peluncuran tersebut, jumlah produk baru yang diperkenalkan perusahaan secara kumulatif mencapai 11 selama sembilan bulan pertama tahun ini. Penambahan produk memberi perusahaan ruang untuk menawarkan pilihan yang lebih beragam kepada pelanggan dan mengikuti kebutuhan pasar. Inovasi produk dan pengembangan jaringan distribusi saling melengkapi: produk baru membutuhkan dukungan ketersediaan serta penyaluran yang memadai, sedangkan jaringan yang kuat membantu produk menjangkau lebih banyak wilayah. Langkah pada kuartal ini mencerminkan upaya Avia mengembangkan sisi penawaran dan operasional secara bersamaan. Perusahaan menambah pilihan dalam portofolionya sambil memperkuat infrastruktur yang diperlukan untuk melayani pelanggan di berbagai daerah Indonesia.

Memasuki kuartal terakhir 2026, Avia menempatkan penguatan hubungan dengan pelanggan sebagai salah satu prioritas utama. Perusahaan berupaya memahami kebutuhan konsumen dan mitra usaha yang terus berkembang, sekaligus menjaga komunikasi yang konsisten di berbagai wilayah. Pendekatan ini penting untuk memastikan produk, informasi, dan dukungan yang diberikan tetap relevan dengan kondisi pasar. Dalam industri cat dekoratif, kedekatan dengan pelanggan juga membantu perusahaan menangkap perubahan preferensi terkait warna, fungsi, dan kualitas. Avia akan terus memperkuat interaksi tersebut agar kepercayaan yang telah dibangun dapat terjaga dan berkembang, seiring dengan upaya memperluas jangkauan pasar secara terukur dan berkelanjutan.

Selain membina hubungan pelanggan, perusahaan berencana mengoptimalkan jaringan distribusi agar produk dapat menjangkau pasar dengan lebih efektif. Penguatan jalur distribusi diharapkan mendukung ketersediaan produk dan meningkatkan kemampuan perusahaan melayani kebutuhan di berbagai daerah. Pada saat yang sama, Avia akan melanjutkan langkah untuk meningkatkan efisiensi operasional. Pengelolaan proses dan sumber daya secara cermat dapat membantu perusahaan menjaga produktivitas serta merespons dinamika usaha secara lebih tangkas. Berbagai upaya tersebut akan dijalankan dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar dan sasaran bisnis, sehingga pertumbuhan tetap didukung oleh fondasi operasional yang kuat.

Avia menyatakan akan menjalankan strategi pertumbuhan secara disiplin untuk memperkuat posisinya di industri cat dekoratif Indonesia. Pelaksanaan strategi ini mencakup konsistensi dalam melayani pelanggan, optimalisasi distribusi, dan peningkatan efisiensi, dengan tetap berfokus pada kebutuhan jangka panjang perusahaan. Wijono menegaskan bahwa kepercayaan pelanggan menjadi dasar pertumbuhan Avia.

Baca juga: Penjualan Tiket Pertandingan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 | Kerugian Negara Mencapai Rp 10 Triliun dalam Kasus Korupsi Program Makan Bergizi Gratis | Menikmati Ragam Pameran Seni di Jakarta Bulan September 2026