Jakarta | Dewan Pers menggelar Anugerah Dewan Pers 2026 pada Rabu malam, 28 Oktober 2026, di Hall Dewan Pers, Jakarta. Dalam acara tersebut, Dewan Pers bersama Kementerian Sosial menyerahkan piagam penghargaan dan tali asih kepada keluarga lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat meliput erupsi Anak Krakatau. Penyerahan itu menjadi bagian utama dari penyelenggaraan anugerah tahun ini, dengan penghormatan ditujukan kepada para jurnalis melalui keluarga mereka.
Piagam penghargaan diserahkan sebagai tanda penghormatan kepada lima jurnalis tersebut, sementara tali asih diberikan kepada keluarga mereka. Kedua bentuk pemberian itu disampaikan dalam satu rangkaian acara oleh Dewan Pers bersama Kementerian Sosial. Dengan demikian, keluarga menjadi penerima langsung penghargaan yang diberikan dalam Anugerah Dewan Pers 2026. Penyerahan berlangsung di Hall Dewan Pers, Jakarta, pada Rabu malam, 28 Oktober 2026, sebagaimana jadwal penyelenggaraan acara tersebut.
Penghormatan kepada lima jurnalis menjadi sorotan dalam acara itu karena penghargaan diberikan kepada keluarga mereka setelah para jurnalis dilaporkan hilang kontak ketika meliput erupsi Anak Krakatau. Melalui penyerahan piagam dan tali asih, Dewan Pers dan Kementerian Sosial menyampaikan penghargaan kepada keluarga dalam forum resmi tersebut. Anugerah Dewan Pers 2026 pun mencatat momen penyerahan ini sebagai salah satu bagian acaranya. Perhatian utama dalam pemberian penghargaan tetap tertuju pada lima jurnalis dan keluarga yang menerima piagam serta tali asih di Jakarta.
Lima nama yang tercatat dalam kisah jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Anak Krakatau adalah M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudistiro Pranoto atau Yudhis, Firdaus atau Daus, serta Donal Husni. Penyebutan ini mengikuti nama dan keterangan yang tersedia, tanpa menambahkan rincian mengenai jabatan, perjalanan karier, atau latar belakang pribadi masing-masing. Daftar tersebut menempatkan kelima nama secara berdampingan dalam catatan peristiwa yang dikenang di Anugerah Dewan Pers.
M. Bagus Khoirunnas tercatat berasal dari LKBN Biro Banten. Keterangan afiliasi itu dicantumkan sebagaimana tersedia, tanpa perluasan mengenai posisi atau tugasnya. Nama berikutnya adalah Ari Basuki. Dalam sumber yang menjadi acuan bagian ini, tidak disertakan keterangan afiliasi untuk Ari Basuki, sehingga namanya disebut tanpa tambahan informasi. Pencatatan tersebut mempertahankan bentuk nama yang tersedia dan membedakan dengan jelas informasi yang memang tercantum dari keterangan lain yang tidak diberikan.
Nama ketiga ditulis sebagai Yudistiro Pranoto, atau Yudhis, dari iNews TV. Kedua sebutan itu dipertahankan agar pembaca mengenali nama lengkap dan nama panggilan yang tercatat. Selanjutnya, Firdaus disebut juga Daus dan tercatat dari Anadolu Agency. Bentuk nama serta afiliasinya disampaikan sesuai informasi yang tersedia, tanpa menambahkan jabatan, uraian pekerjaan, atau profil personal. Penyebutan alternatif “Yudhis” dan “Daus” di sini mengikuti keterangan yang menyertai nama masing-masing.
Nama kelima yang tercantum adalah Donal Husni, dengan keterangan sebagai jurnalis lepas. Tidak ada afiliasi organisasi yang disebutkan untuknya dalam informasi yang dirujuk di sini, sehingga penyebutan itu tidak dilengkapi dengan nama perusahaan atau media. Dengan demikian, daftar ini memuat M. Bagus Khoirunnas dari LKBN Biro Banten, Ari Basuki, Yudistiro Pranoto atau Yudhis dari iNews TV, Firdaus atau Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni sebagai jurnalis lepas. Ejaan serta keterangan afiliasi dipertahankan sebagaimana tercatat.
Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak sejak 7 September 2026, saat mereka menjalankan tugas meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Kabar tersebut menandai situasi yang mengkhawatirkan bagi keluarga, rekan kerja, dan komunitas pers. Dalam menjalankan peliputan, para jurnalis berada di lapangan untuk menyampaikan informasi mengenai peristiwa alam kepada masyarakat. Namun, sejak tanggal tersebut, komunikasi dengan mereka dilaporkan terputus.
Informasi yang tersedia hanya menyebutkan waktu hilang kontak dan tugas peliputan yang sedang dilakukan. Tidak dijelaskan apa yang menyebabkan komunikasi terputus, bagaimana keadaan kelima jurnalis, ataupun perkembangan upaya pencarian. Karena itu, keterangan mengenai peristiwa ini perlu disampaikan secara hati-hati, tanpa menambahkan dugaan tentang penyebab maupun hasil pencarian. Ketidakjelasan informasi tersebut juga berarti bahwa rincian di luar laporan awal belum dapat dipastikan berdasarkan sumber yang tersedia.
Peristiwa ini berkaitan erat dengan penghormatan yang diberikan kepada keluarga para jurnalis dalam Anugerah Dewan Pers. Penghormatan tersebut menghadirkan ruang untuk mengenang mereka sekaligus mengakui beban yang ditanggung keluarga sejak kabar hilang kontak diterima. Pemberian penghargaan kepada keluarga bukan sekadar seremoni; hal itu menjadi bentuk perhatian terhadap orang-orang terdekat yang menghadapi ketidakpastian dan kehilangan komunikasi dengan anggota keluarga mereka.
Di tengah keterbatasan informasi, penyebutan tanggal dan konteks penugasan membantu publik memahami mengapa keluarga mereka mendapat perhatian dalam acara tersebut. Lima jurnalis itu dikenang bukan hanya melalui profesi yang mereka jalankan, tetapi juga melalui peristiwa yang membuat hubungan dengan keluarga dan rekan-rekan terputus. Penghormatan kepada keluarga menjadi pengingat bahwa tugas jurnalistik dapat membawa seseorang ke situasi lapangan yang sulit, sementara dampaknya dirasakan pula oleh orang-orang di rumah.
Hingga keterangan yang dirujuk dalam laporan ini, tidak ada dasar untuk menyimpulkan lebih jauh mengenai kejadian setelah hilang kontak. Oleh sebab itu, penghormatan dalam Anugerah Dewan Pers dapat dipahami sebagai ungkapan solidaritas dan pengakuan atas keluarga yang terdampak, tanpa mengubah fakta terbatas yang telah disampaikan: kelima jurnalis dilaporkan hilang kontak sejak 7 September 2026 ketika meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Anugerah Dewan Pers mengangkat tema “Kemerdekaan Pers, Jurnalisme Berkualitas, Keberlanjutan Media”. Tema tersebut menempatkan kebebasan pers, mutu kerja jurnalistik, dan daya tahan media sebagai isu yang saling berkaitan. Kemerdekaan pers memungkinkan jurnalis menjalankan tugas mencari dan menyampaikan informasi secara independen. Namun, kebebasan itu juga perlu disertai tanggung jawab profesional, verifikasi, serta perhatian terhadap kepentingan publik. Pada saat yang sama, keberlanjutan media penting agar ruang redaksi dapat terus bekerja dan masyarakat memperoleh informasi yang dapat dipercaya.
Melalui ajang penghargaan ini, Dewan Pers memberikan apresiasi kepada insan pers, media, dan tokoh nasional atas kontribusi mereka dalam menjaga demokrasi serta keterbukaan informasi. Penghargaan tersebut menyoroti peran berbagai pihak dalam mendukung masyarakat untuk mengetahui persoalan publik dan memahami perkembangan yang memengaruhi kehidupan bersama. Dalam konteks demokrasi, pers yang bekerja secara profesional dapat mendorong akuntabilitas, menyediakan ruang bagi beragam pandangan, dan membantu publik mengakses informasi. Apresiasi kepada pihak-pihak yang berkontribusi sekaligus mengingatkan bahwa ekosistem pers memerlukan dukungan berkelanjutan.
Di dalam kerangka penghargaan dan penghormatan terhadap kerja jurnalistik itu, keluarga lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Anak Krakatau menerima piagam dan tali asih. Pemberian tersebut menjadi bentuk perhatian kepada keluarga, sekaligus mengenang para jurnalis yang menjalankan tugas peliputan dalam situasi berbahaya. Penghormatan ini tidak mengubah fokus umum anugerah, tetapi menghubungkannya dengan risiko nyata yang dapat dihadapi pekerja pers ketika mencari informasi di lapangan. Peristiwa tersebut juga menegaskan pentingnya keselamatan jurnalis sebagai bagian dari lingkungan kerja yang memungkinkan kemerdekaan pers dan jurnalisme berkualitas terwujud. Dengan demikian, tema acara mencakup bukan hanya hasil kerja media, tetapi juga tanggung jawab untuk menjaga kondisi yang mendukung kerja jurnalistik secara aman, independen, dan berkelanjutan.
Baca juga: Perkembangan Terbaru Gunung Anak Krakatau | Ponsel Anak Yatim yang Hilang Ditemukan, PAN Luncurkan Sayembara | Warga Temukan Korban Meninggal Setelah 10 Hari Hilang Kontak






