Jakarta | Polemik hak asuh anak Sarwendah dan Ruben Onsu kembali menjadi perhatian publik. Perselisihan tersebut masih berkaitan dengan proses gugatan yang diajukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hingga kini, perkara itu belum mencapai tahap akhir sehingga belum terdapat keputusan hukum yang menetapkan penyelesaian atas persoalan pengasuhan kedua putri mereka.
Dalam perkembangan yang ada, Sarwendah dan Ruben menunjukkan sikap berbeda melalui pernyataan yang disampaikan di ruang publik. Perbedaan sikap itu membuat isu mengenai hubungan keduanya serta pengasuhan anak kembali dibicarakan. Meski demikian, informasi yang tersedia menegaskan bahwa proses hukum masih berjalan dan belum dapat dipandang sebagai perkara yang telah selesai.
Gugatan tersebut diajukan Ruben karena ia mengaku tidak memperoleh hak untuk bertemu dengan kedua putrinya. Anak-anak itu saat ini berada dalam pengasuhan Sarwendah. Pernyataan tersebut menjadi salah satu latar belakang yang melandasi langkah hukum Ruben di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Selain proses persidangan, kedua pihak juga telah menjalani mediasi. Namun, upaya tersebut belum menghasilkan kesepakatan Sarwendah dan Ruben. Dengan demikian, persoalan mengenai hak bertemu serta pengasuhan anak masih menunggu perkembangan lebih lanjut dalam proses hukum yang sedang berlangsung.
Perhatian publik terhadap perkara ini muncul karena pernyataan dari masing-masing pihak disampaikan dalam situasi yang berbeda. Sarwendah mengungkapkan kegelisahan yang dirasakannya di tengah polemik tersebut, sementara Ruben menyampaikan alasan terkait gugatan yang telah diajukannya. Sampai ada keputusan pengadilan atau kesepakatan resmi, fakta yang dapat dipastikan adalah perkara belum selesai dan mediasi belum menemukan titik temu.
Sarwendah menyampaikan kegelisahannya melalui unggahan Instagram Story yang dikutip pada Minggu, 11 Oktober 2026. Dalam unggahan tersebut, ia menyinggung persoalan yang masih berlangsung dengan mantan suaminya, Ruben Onsu. Sarwendah, yang dikenal sebagai mantan personel Cherrybelle, mengungkapkan bahwa situasi tersebut terus berada dalam pikirannya, terutama pada malam hari.
Selain mengungkapkan kegelisahan, Sarwendah juga menyampaikan perasaan malu terhadap keadaan yang terus menjadi perhatian publik. Ia menuliskan, “Saya malu sama diri sendiri.” Pernyataan tersebut turut dimuat dalam unggahan yang sama dan memperlihatkan bagaimana Sarwendah menyampaikan perasaannya secara langsung melalui Instagram Story.
Unggahan Sarwendah berisi dua pernyataan utama mengenai kegelisahan dan rasa malu yang ia rasakan dalam menghadapi persoalan tersebut. Ia menyampaikan pertanyaan tentang akhir masalah yang dihadapinya, kemudian mengungkapkan rasa malu terhadap dirinya sendiri. Kedua pernyataan itu dikutip pada Minggu, 11 Oktober 2026, saat persoalan dengan mantan suaminya masih menjadi perhatian publik.
Melalui Instagram Story tersebut, Sarwendah menyampaikan curahan hati tanpa memberikan keterangan tambahan mengenai penyebab ataupun perkembangan persoalan. Isi unggahan yang dikutip hanya memuat kegelisahan tentang kapan masalah itu selesai serta pengakuan bahwa ia merasa malu terhadap diri sendiri. Pernyataan itu menjadi catatan terbaru mengenai perasaannya di tengah polemik yang melibatkan dirinya dan Ruben Onsu.
Sarwendah menyinggung dampak perseteruan yang terus berlarut di tengah perkara hak asuh anak dengan Ruben Onsu yang belum menemukan penyelesaian. Dalam curahan hatinya, ia menyampaikan kegelisahan karena persoalan pribadi tersebut dinilai tidak lagi hanya berdampak pada pihak-pihak yang terlibat secara langsung. Konflik yang berlanjut membuat berbagai persoalan pribadi muncul ke ruang publik dan menjadi perhatian banyak orang.
Menurut Sarwendah, keadaan tersebut justru memperbesar persoalan. Ia menyayangkan masalah pribadi yang seharusnya dapat diselesaikan dengan cara yang lebih tertutup, tetapi kemudian berkembang melalui pembahasan mengenai masalah masing-masing di hadapan publik. Pernyataan itu memperlihatkan keprihatinannya terhadap arah konflik, terutama ketika persoalan yang belum selesai terus dibicarakan dan berpotensi memperburuk keadaan.
Curahan hati itu muncul dalam konteks proses penyelesaian hak asuh anak yang masih berjalan. Sarwendah menyampaikan pandangannya mengenai dampak konflik tanpa menyatakan pihak mana yang paling bertanggung jawab. Fokus pernyataannya berada pada kondisi perseteruan yang terus berlanjut, terbukanya masalah pribadi kepada publik, serta akibatnya yang menurutnya menyakiti banyak pihak. Ia juga menyayangkan keadaan tersebut karena persoalan yang belum selesai justru semakin melebar melalui pemberitaan dan pernyataan yang disampaikan kepada masyarakat.
Dengan pernyataan itu, Sarwendah menekankan keinginannya agar persoalan tersebut tidak semakin memperburuk hubungan dan keadaan. Namun, perkara hak asuh anak masih menjadi bagian utama dari persoalan yang belum terselesaikan. Kegelisahannya disampaikan sebagai respons terhadap konflik yang berlarut, tanpa memberikan kesimpulan mengenai pihak yang paling bertanggung jawab atas situasi tersebut.
Sebelum Sarwendah mengunggah pernyataan mengenai kegelisahannya, Ruben Onsu lebih dahulu menyampaikan sindiran terkait kemunculan mantan istrinya dalam sebuah podcast YouTube. Dalam tayangan tersebut, Sarwendah hadir bersama tim kuasa hukum barunya yang dipimpin Pablo Benua. Podcast itu merupakan milik Pablo Benua dan Rey Utami, yang selama ini dikenal menghadirkan pembahasan mengenai berbagai persoalan publik, termasuk perkara yang sedang menjadi perhatian masyarakat.
Dalam podcast tersebut, Sarwendah kembali membicarakan perkara hak asuh anak dengan Ruben. Ia juga menyampaikan pengalamannya ketika mendapat teguran dari psikolog. Menurut penuturannya, psikolog tersebut menilai dirinya terkesan memaksa anak untuk bertemu dengan ayahnya. Pernyataan itu kemudian kembali menarik perhatian karena berkaitan dengan pola komunikasi dan pengasuhan anak di tengah proses hukum yang belum selesai.
Menanggapi pembahasan tersebut, Ruben menyampaikan respons melalui siaran langsung di akun TikTok pribadinya. Ia menilai uraian Sarwendah di sejumlah podcast tidak banyak mengalami perubahan. Menurut Ruben, pokok persoalan yang disampaikan masih berada pada isu yang sama, sehingga ia mempertanyakan alasan perkara tersebut terus dibicarakan di luar pengadilan.
Ruben juga menyinggung bahwa proses hukum terkait hak asuh anak masih berjalan. Karena itu, ia mempertanyakan mengapa penjelasan mengenai perkara tersebut kembali disampaikan melalui ruang publik, termasuk podcast dan media sosial, alih-alih menunggu proses persidangan. Respons tersebut menjadi bagian dari rangkaian pernyataan terbuka kedua pihak, ketika masing-masing menyampaikan pandangan mengenai persoalan keluarga dan pengasuhan anak melalui kanal yang dapat diakses publik.
Polemik itu kemudian berkembang melalui unggahan di media sosial, siaran langsung, serta pembahasan dalam podcast. Kemunculan Sarwendah bersama kuasa hukum barunya dan tanggapan Ruben di TikTok membuat isu hak asuh anak kembali menjadi perhatian, sementara proses hukum yang berkaitan dengan perkara tersebut tetap berlangsung.


