Tuban — Di Desa Ngepon, Kecamatan Jatirogo, suasana pagi terasa berbeda. Burung-burung berkicau di antara pepohonan, sementara sejumlah warga tampak berdiri di pinggir jalan desa, menyaksikan sesuatu yang membuat mereka tersenyum: sebuah Tembok Penahan Jalan (TPJ) baru, berdiri kokoh di tepi jalan desa mereka.
TPJ itu bukan sekadar bangunan dari susunan batu dan semen. Ia adalah simbol harapan, keselamatan, dan kerja keras bersama. Terlebih, pembangunan ini lahir dari program Dana Desa yang dikelola secara transparan, tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Ngepon, Moch. Ali Mansur, proses pembangunan TPJ dilakukan dengan sangat terbuka. Mulai dari perencanaan, pembelian material, hingga proses pengerjaan, semua dicatat dan diumumkan kepada warga. Banner transparansi anggaran dipasang, musyawarah digelar, dan setiap rupiah yang digunakan dapat diketahui oleh masyarakat.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa ini adalah pembangunan milik mereka, bukan milik pemerintah desa semata. Dana Desa itu uang rakyat. Maka rakyat berhak tahu dan terlibat,” ujar Kades Ali Mansur saat ditemui di lokasi pembangunan.
Warga pun menyambut pembangunan ini dengan antusias. Mereka memahami betapa pentingnya TPJ tersebut, mengingat jalan yang berada di tepi tebing itu kerap rawan longsor saat musim hujan. Banyak warga, terutama pengendara motor dan anak sekolah, sebelumnya merasa was-was saat melintas.
Kini, rasa cemas itu perlahan hilang. TPJ yang berdiri megah menjadi bukti nyata bahwa Dana Desa bukan hanya angka di atas kertas, tetapi benar-benar kembali kepada masyarakat.
Seorang warga, Sugiarto, tak kuasa menyembunyikan harunya.
“Dulu tiap hujan kami takut jalan ini ambles. Anak-anak kalau berangkat sekolah kadang kami jemput karena khawatir. Sekarang alhamdulillah, jalannya aman. Terima kasih kepada pemerintah desa yang sudah terbuka dan peduli,” tuturnya.
Tak hanya soal infrastruktur, proses pembangunan ini juga membuka ruang kerja bagi warga sekitar. Sejumlah pemuda desa ikut dilibatkan, membantu sebagai tenaga proyek. Hal ini memberikan tambahan penghasilan di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah.
Transparansi dalam menggunakan Dana Desa menjadi poin penting yang diakui banyak pihak. Dengan sikap terbuka, pemerintah desa tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun kepercayaan—hal yang jauh lebih berharga.
Pemerintah Desa Ngepon berkomitmen untuk terus menjalankan prinsip terbuka dalam program-program berikutnya. Mereka mengajak warga untuk terus mengawasi, memberi masukan, dan terlibat dalam setiap proses pembangunan.
Karena pada akhirnya, pembangunan desa bukan hanya tentang beton dan tembok penahan jalan, tetapi tentang menyatukan kepedulian, menghadirkan rasa aman, dan mewujudkan desa yang tumbuh bersama.
Dengan berdirinya TPJ ini, warga Ngepon tidak hanya mendapatkan bangunan yang kuat, tetapi juga mendapatkan harapan baru: bahwa ketika dana publik dikelola dengan jujur dan transparan, maka manfaatnya akan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat.
