Jurnalis Jadi Korban Pencurian dengan Modus Pecah Kaca di Depok

Jurnalis Jadi Korban Pencurian dengan Modus Pecah Kaca di Depok

DEPOK, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Jurnalis Investortrust.id, Fana Fadzikirillahi Suparman, menjadi korban pencurian dengan modus pecah kaca mobil. Peristiwa tersebut berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026, saat kendaraan milik korban terparkir di Rumah Makan Padang Jaya, Jalan Kemakmuran Raya, Depok.

Dalam kejadian itu, kaca yang dirusak merupakan kaca pintu belakang sebelah kiri kendaraan. Kerusakan tersebut menjadi bagian utama dari peristiwa pencurian yang dialami korban ketika kendaraan berada di area parkir rumah makan.

Lokasi kejadian berada di Rumah Makan Padang Jaya, yang terletak di Jalan Kemakmuran Raya, Depok. Peristiwa itu diketahui sebagai pencurian dengan modus pecah kaca, yakni tindakan yang dilakukan dengan merusak bagian kaca kendaraan ketika mobil sedang terparkir. Namun, informasi yang tersedia dalam peristiwa ini berfokus pada kerusakan kaca pintu belakang sebelah kiri.

Fana Fadzikirillahi Suparman tercatat sebagai jurnalis Investortrust.id yang mengalami kejadian tersebut. Pencurian itu berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026, dan menjadikan kendaraan yang terparkir di Rumah Makan Padang Jaya sebagai sasaran. Hingga bagian informasi ini, keterangan yang disampaikan mencakup lokasi kejadian, waktu peristiwa, identitas korban, serta bagian kendaraan yang mengalami kerusakan.

Peristiwa pecah kaca tersebut menambah catatan mengenai kejadian pencurian yang terjadi ketika kendaraan ditinggalkan dalam kondisi terparkir. Dalam kasus ini, kerusakan terlihat pada kaca pintu belakang sebelah kiri kendaraan milik Fana Fadzikirillahi Suparman. Kejadian itu berlangsung di kawasan Jalan Kemakmuran Raya, Depok, tepatnya di Rumah Makan Padang Jaya, pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Peristiwa itu bermula ketika Fana datang bersama keluarganya untuk singgah makan malam di sebuah lokasi di Depok. Kedatangan tersebut berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB. Waktu itu menjadi perkiraan berdasarkan rangkaian kejadian yang dialami korban, sehingga bukan penanda waktu yang benar-benar presisi. Fana dan keluarganya kemudian memarkirkan kendaraan di area yang sama dengan sejumlah kendaraan lain.

Saat tiba di lokasi, setidaknya terdapat dua mobil lain yang juga terparkir di tempat tersebut. Keberadaan kendaraan-kendaraan itu menjadi bagian dari situasi awal sebelum Fana menyadari adanya masalah pada mobil miliknya. Setelah memarkirkan kendaraan, Fana bersama keluarganya masuk untuk makan malam dan meninggalkan mobil dalam keadaan terparkir.

Beberapa waktu kemudian, setelah selesai singgah, Fana kembali menuju kendaraannya. Pada saat itulah ia mendapati kondisi mobil telah berubah dan terdapat kerusakan pada bagian kaca. Temuan tersebut mengindikasikan adanya tindakan pencurian dengan modus pecah kaca. Fana kemudian memeriksa kendaraannya untuk mengetahui bagian yang rusak serta barang-barang yang kemungkinan hilang. Rangkaian kejadian itu membuat waktu makan malam yang semula dilakukan bersama keluarga berubah menjadi pengalaman yang merugikan bagi korban.

Sekitar 15 menit setelah tiba di rumah makan, Fana bersama rekannya kembali menuju mobil yang diparkir di lokasi tersebut. Saat hendak meninggalkan tempat itu, Fana mendapati kondisi kendaraan sudah berubah. Kaca pada pintu belakang sebelah kiri mobil tampak pecah. Kerusakan tersebut menjadi tanda bahwa kendaraan diduga telah dibobol ketika ditinggalkan untuk sementara waktu.

Setelah memeriksa bagian dalam mobil, Fana menyadari sebuah tas sudah tidak ada. Tas tersebut berisi dompet dan barang berharga lainnya. Kehilangan itu diketahui ketika mereka mengecek kendaraan setelah berada di rumah makan selama kurang lebih seperempat jam. Tidak disebutkan adanya kehilangan kendaraan, melainkan tas beserta isi yang berada di dalam mobil.

Informasi mengenai kejadian tersebut hanya menyebut tas yang berisi dompet dan barang berharga lainnya telah raib. Sumber tidak mencantumkan nilai kerugian yang dialami korban. Selain dompet, tidak ada rincian lebih lanjut mengenai jenis, jumlah, maupun barang berharga lain yang berada di dalam tas. Karena itu, detail mengenai isi tas dan total kerugian belum dapat dipastikan berdasarkan keterangan yang tersedia.

Temuan kaca pintu belakang kiri yang pecah dan hilangnya tas itu menunjukkan bahwa pencurian kemungkinan berlangsung dalam waktu singkat, saat korban berada di dalam rumah makan. Fana baru mengetahui kejadian tersebut setelah kembali ke mobil sekitar 15 menit kemudian. Peristiwa ini menjadi pengalaman bagi korban bahwa barang yang ditinggalkan di dalam kendaraan tetap berisiko menjadi sasaran, meskipun kendaraan hanya ditinggalkan dalam waktu relatif singkat.

Korban dalam peristiwa pencurian dengan modus pecah kaca di Depok diketahui bernama Fana. Ia merupakan seorang jurnalis yang bekerja di Investortrust.id. Identitas dan pekerjaan tersebut menjadi keterangan penting dalam pemberitaan mengenai kejadian yang dialaminya, sekaligus menjelaskan latar belakang profesional korban. Fana menjalankan aktivitas jurnalistik sebagai bagian dari pekerjaannya di media tersebut.

Selain bekerja sebagai jurnalis Investortrust.id, Fana juga memiliki tanggung jawab organisasi di lingkungan profesi kewartawanan. Ia menjabat sebagai Kepala Departemen Penelitian dan Pengembangan Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum). Jabatan itu menempatkannya dalam posisi yang berkaitan dengan bidang penelitian dan pengembangan di organisasi tersebut. Keterangan mengenai peran ini melengkapi informasi tentang aktivitas profesional Fana di luar pekerjaannya sebagai jurnalis.

Dengan demikian, Fana dikenal memiliki dua peran profesional, yakni sebagai jurnalis Investortrust.id dan sebagai Kepala Departemen Penelitian dan Pengembangan Iwakum. Informasi tersebut disampaikan sebagai bagian dari identitas korban dalam berita ini. Keterangan mengenai pekerjaan dan jabatan organisasi itu tidak mengubah fakta utama bahwa Fana menjadi korban pencurian dengan modus pecah kaca di Depok.

Uraian tentang identitas serta aktivitas profesional Fana menjadi penutup informasi mengenai korban. Data yang tersedia mencantumkan nama, tempat bekerja, dan jabatan organisasi yang diembannya. Keterangan tersebut dapat memberikan gambaran singkat mengenai sosok korban tanpa menambahkan informasi di luar bahan yang telah tersedia. Tidak terdapat keterangan tambahan mengenai motif kejadian, perkembangan penyelidikan, laporan kepolisian, maupun identitas pihak yang diduga sebagai pelaku dalam informasi tersebut.