Bogor | Kabar duka datang dari dunia perfilman Indonesia. Aktor senior Yadi Timo, yang memiliki nama asli Yadi Mulyadi, meninggal dunia pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kepergiannya menjadi kehilangan bagi keluarga, sahabat, dan rekan-rekan sesama seniman yang mengenalnya. Kabar tersebut disampaikan oleh sahabatnya, sutradara sekaligus penulis skenario Joko Nugroho, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Informasi itu menandai berpulangnya seorang pelaku seni yang namanya dikenal di lingkungan perfilman tanah air.
Penyampaian kabar melalui akun pribadi Joko Nugroho menghadirkan berita duka itu kepada publik. Dalam momen seperti ini, informasi mengenai berpulangnya seorang seniman juga menjadi pengingat akan hubungan yang terjalin di orang-orang di dunia kreatif. Bagi keluarga, kehilangan anggota keluarga tentu merupakan peristiwa yang sangat berat. Bagi sahabat dan rekan kerja, kepergian Yadi Timo berarti kehilangan seseorang yang pernah hadir dalam perjalanan maupun lingkungan kesenian mereka. Namun, tanpa keterangan lebih lanjut, tidak ada rincian lain mengenai ungkapan atau respons pribadi dari pihak-pihak tersebut yang dapat disampaikan.
Nama Yadi Timo dan nama aslinya, Yadi Mulyadi, kini dikenang dalam kabar yang dibagikan oleh sahabatnya itu. Kepergiannya menyentuh lingkaran keluarga dan pertemanan, sekaligus menjadi kabar kehilangan bagi sesama seniman yang berada di dunia perfilman Indonesia. Berita ini disampaikan secara terbatas pada informasi mengenai waktu wafat dan pihak yang membagikannya. Karena itu, perhatian utama tertuju pada kabar berpulangnya aktor senior tersebut serta dampak kehilangan yang dirasakan oleh orang-orang terdekat dan rekan seprofesinya. Keluarga, sahabat, dan para seniman yang pernah mengenalnya kini menghadapi kehilangan masing-masing, sementara kabar duka tersebut menjadi perhatian di lingkungan perfilman. Nama dan perjalanan Yadi Timo pun hadir dalam ingatan mereka yang mengenalnya, baik sebagai keluarga, sahabat, maupun rekan sesama seniman. Kepergiannya menandai berakhirnya satu kehidupan dan meninggalkan ruang kehilangan bagi orang-orang di sekitarnya.
Keterangan Joko menggambarkan perubahan kondisi Yadi yang berlangsung setelah ia bertemu sejumlah teman pada Kamis malam, 15 Oktober 2026. Saat pertemuan itu, Yadi masih tampak sehat. Ia bahkan sempat bernyanyi dan bercanda bersama orang-orang yang hadir. Tidak ada keterangan dari Joko bahwa pada kesempatan tersebut Yadi menunjukkan keluhan yang kemudian ia sampaikan setelah pulang.
Momen ketika Yadi terlihat bugar itu menjadi bagian dari kronologi terakhir yang disampaikan Joko. Suasana pertemuan, menurut keterangannya, masih diwarnai aktivitas biasa: Yadi berinteraksi dengan teman-temannya, bernyanyi, dan melontarkan candaan. Keterangan tersebut memberi gambaran bahwa sebelum pulang, Yadi masih tampak menjalani pertemuan tanpa keluhan yang disebutkan dalam cerita Joko. Namun, informasi yang disampaikan tidak menjelaskan lebih jauh mengenai durasi pertemuan, siapa saja yang hadir, atau kegiatan lain yang berlangsung.
Setelah pulang dari sebuah pertemuan kreatif, Yadi kemudian mengeluh sakit perut. Joko menyebut bahwa Yadi dibawa menuju Rumah Sakit Grand Melia Cibubur setelah menyampaikan keluhan tersebut. Perjalanan menuju rumah sakit menjadi tahap berikutnya dalam kronologi yang ia ceritakan. Tidak ada rincian lain mengenai kondisi Yadi selama perjalanan, langkah yang dilakukan sebelum berangkat, ataupun kapan tepatnya keluhan mulai dirasakan.
Menurut Joko, Yadi meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Dengan demikian, keterangan yang tersedia menempatkan peristiwa itu setelah Yadi mengeluh sakit perut dan saat ia sedang dibawa menuju Rumah Sakit Grand Melia Cibubur. Joko tidak menyampaikan diagnosis maupun penyebab medis, sehingga kronologi ini terbatas pada hal-hal yang ia sebutkan: Yadi masih tampak sehat saat bertemu teman, sempat bernyanyi dan bercanda, lalu mengeluh sakit perut setelah pulang dari pertemuan kreatif, sebelum meninggal dalam perjalanan. Informasi tersebut tidak memuat rincian waktu tambahan atau penjelasan medis mengenai kejadian itu.
Sebelum wafat, Yadi diketahui tengah menyiapkan keterlibatan dalam sebuah film pendek yang akan digarap bersama sutradara Gita Asmara. Informasi mengenai rencana tersebut disampaikan oleh Joko Nugroho. Kabar itu memberi gambaran tentang salah satu kegiatan yang sedang direncanakan Yadi menjelang kepergiannya, sekaligus menunjukkan bahwa masih ada agenda kreatif yang belum sempat terlaksana. Namun, informasi yang disampaikan hanya mencakup rencana keterlibatan Yadi dalam proyek tersebut dan nama sutradara yang bekerja bersamanya. Tidak ada rincian tambahan yang dapat dipastikan mengenai pekerjaan itu.
Rencana membuat film pendek bersama Gita Asmara itu masih berada dalam tahap persiapan, sebagaimana disampaikan Joko Nugroho. Karena Yadi meninggal sebelum rencana tersebut terlaksana, film itu menjadi proyek yang belum sempat diwujudkan bersama dirinya. Keterangan tersebut penting untuk disampaikan secara terbatas, tanpa menambahkan gambaran tentang bentuk keterlibatan Yadi yang belum dijelaskan. Tidak ada informasi yang memastikan apakah ia akan tampil di depan kamera atau mengambil bagian dalam pekerjaan lain. Karena itu, penjelasan yang tersedia cukup menyebut bahwa Yadi sedang menyiapkan keterlibatan dalam film pendek bersama Gita Asmara.
Kepergian Yadi membuat rencana tersebut tidak berlanjut menjadi karya yang melibatkan dirinya. Meski demikian, kabar dari Joko Nugroho tetap menjadi catatan mengenai aktivitas yang sedang dipersiapkan Yadi sebelum wafat. Sampai keterangan yang tersedia disampaikan, belum ada penjelasan lebih jauh mengenai tema film, jadwal pengerjaan, ataupun tahap produksi berikutnya. Oleh sebab itu, hal-hal tersebut tidak dapat dipastikan dan tidak semestinya ditambahkan sebagai fakta. Yang dapat disampaikan ialah bahwa Yadi tengah mempersiapkan keterlibatan dalam sebuah film pendek bersama sutradara Gita Asmara, tetapi rencana itu belum terlaksana sebelum ia meninggal. Informasi tersebut melengkapi kabar tentang Yadi tanpa mengubahnya menjadi rincian yang tidak pernah dikonfirmasi oleh Joko Nugroho.
Jenazah Yadi disemayamkan di rumah duka yang berada di Perumahan Pondok Cibubur, Blok A2 No. 15, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Cimanggis. Alamat tersebut menjadi tempat keluarga menerima kedatangan orang-orang yang ingin menyampaikan belasungkawa. Informasi mengenai rumah duka ini memberikan keterangan bagi kerabat, sahabat, dan rekan yang hendak melayat, sekaligus menjelaskan lokasi jenazah disemayamkan setelah Yadi wafat. Suasana kehilangan dirasakan oleh keluarga dan orang-orang yang mengenal Yadi, meskipun rincian mengenai rangkaian kegiatan di rumah duka tidak disampaikan. Keluarga menjadi pihak yang menerima para pelayat di tempat tersebut.
Menurut Joko, sejumlah kerabat dan rekan kerja datang untuk melawat. Para pelayat itu berasal dari lingkungan teater dan film, bidang yang menjadi bagian dari lingkar pergaulan profesional Yadi. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kabar duka tersebut juga sampai kepada orang-orang yang pernah bekerja dan berkegiatan bersama Yadi. Joko menyampaikan informasi mengenai kedatangan para pelayat tersebut, tanpa merinci nama maupun jumlah orang yang hadir. Karena itu, keterangan yang dapat dipastikan adalah bahwa kerabat serta rekan dari lingkungan teater dan film datang ke rumah duka untuk memberikan penghormatan dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.
Di tengah kedatangan pelayat, keluarga juga menyiapkan rencana pemakaman. Pemakaman Yadi direncanakan berlangsung di Bogor, yang merupakan kampung halaman istrinya. Keterangan itu menyebut kota tujuan pemakaman, tetapi tidak mencantumkan tanggal maupun lokasi pemakaman yang lebih spesifik. Informasi tersebut sebaiknya dipahami sebatas rencana yang telah disampaikan, tanpa menambahkan rincian yang belum tersedia. Dengan demikian, rumah duka di Perumahan Pondok Cibubur menjadi tempat jenazah disemayamkan dan keluarga menerima pelayat, sedangkan pemakaman direncanakan di Bogor.
Baca juga: Kecelakaan Minibus di Kali Cikumpa, Penumpang Dilarikan ke Rumah Sakit | Sidang Perdana Kasus Korupsi Perjalanan Dinas Fiktif di Kementan | Profil Suahasil Nazara: Perjalanan Menuju Kursi Menteri Keuangan






