JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Komika David Nurbianto mengungkap keterlibatannya dalam proses kreatif penampilan Syahrini di panggung Pestapora yang berlangsung pada akhir September 2026. Dalam penampilan tersebut, Syahrini tidak hanya bernyanyi, tetapi juga menyelipkan sejumlah materi komedi yang menjadi perhatian penonton dan warganet. David berperan membantu mematangkan materi tersebut agar sesuai dengan karakter Syahrini, sekaligus tetap terasa ringan dan menghibur ketika dibawakan di atas panggung.
David menjelaskan, proses penyusunan materi dilakukan melalui pembahasan dan penyesuaian berbagai gagasan sebelum akhirnya digunakan dalam pertunjukan. Ia membantu melihat kemungkinan lelucon, pemilihan kata, serta cara penyampaian yang paling tepat bagi Syahrini. Meski ikut berada di balik persiapan penampilan itu, David mengaku terkejut ketika mengetahui bahwa publik menyadari perannya sebagai konsultan komedi untuk sang penyanyi.
Menurut David, dirinya tidak pernah secara terbuka menyebut bahwa ia memegang peran tersebut dalam penampilan Syahrini. Karena itu, ia menduga informasi mengenai keterlibatannya diketahui setelah ada warganet yang menelusuri proses kreatif di balik aksi panggung tersebut. “Saya juga kaget bisa ketahuan. Saya tidak pernah bilang secara terbuka kalau saya membantu sebagai konsultan komedi,” ujar David saat ditemui di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).
Pengakuan itu sekaligus memperlihatkan bahwa materi komedi yang dibawakan Syahrini telah melalui persiapan, bukan sekadar improvisasi spontan di atas panggung. Kehadiran David di balik proses tersebut membantu menyusun bagian-bagian humor agar menyatu dengan penampilan musik dan persona Syahrini. Bagi David, keterlibatan itu merupakan bagian dari kerja kreatif yang dijalankan di belakang layar, sehingga ia tidak menyangka perannya justru menjadi perhatian setelah pertunjukan Pestapora berakhir.
Keterlibatan David Nurbianto dalam proyek penampilan Syahrini di panggung Pestapora bermula dari sebuah rekomendasi. Komika Ucup menjadi pihak yang membuka jalan dengan merekomendasikan David kepada Dino Hamid, promotor Pestapora. Rekomendasi tersebut kemudian menjadi awal bagi David untuk ikut terlibat dalam persiapan materi komedi yang dibawakan dalam penampilan Syahrini.
Dalam proses tersebut, David menyampaikan apresiasinya karena memperoleh kesempatan untuk membantu penampilan Syahrini. Kesempatan itu membuatnya dapat mengambil bagian dalam proyek yang berlangsung di panggung Pestapora. Bagi David, keterlibatannya tidak terlepas dari peran Ucup yang memberikan rekomendasi serta Dino Hamid yang menjadi promotor acara.
David menempatkan rekomendasi Ucup dan peran Dino sebagai bagian penting dari proses kerja sama tersebut. Ucup memperkenalkannya kepada Dino, sementara Dino menjadi pihak yang menangani Pestapora sebagai promotor. Dari rangkaian itulah David kemudian mendapat kesempatan untuk ikut membantu penampilan Syahrini.
Apresiasi David ditujukan kepada kedua pihak yang berperan dalam membuka kesempatan tersebut. Ia menyebut rekomendasi Ucup kepada Dino sebagai awal keterlibatannya, sekaligus mengakui peran Dino Hamid dalam proyek Pestapora. Kerja sama itu menjadi latar belakang hadirnya David dalam proses penyusunan dan bantuan untuk materi komedi Syahrini di panggung Pestapora.
Kesempatan tampil bersama Syahrini di panggung Pestapora pada awalnya tidak ditujukan kepada David Nurbianto. Tawaran tersebut terlebih dahulu diberikan kepada komika Awe. Namun, karena Awe berhalangan memenuhi kesempatan itu, tawaran kemudian diteruskan kepada David. Perubahan tersebut membuka peluang bagi David untuk mengambil bagian dalam sebuah acara musik besar yang mempertemukan berbagai musisi dan penampil dari beragam latar belakang.
Bagi David, tawaran itu bukan sekadar kesempatan untuk menggantikan komika lain. Ia melihatnya sebagai pengalaman pertama sekaligus tantangan baru yang berbeda dari panggung komedi pada umumnya. Berhadapan dengan penonton dalam festival musik berskala besar menuntut kesiapan untuk menyesuaikan materi, membaca suasana, serta membangun interaksi di tengah atmosfer pertunjukan yang dinamis. Keputusan menerima tawaran tersebut menjadi langkah penting bagi David untuk memperluas pengalaman dan menguji kemampuannya di ruang pertunjukan yang lebih luas.
David juga memandang kerja bersama Syahrini sebagai pengalaman yang istimewa. Ia mengaku terkesan terhadap persona Syahrini yang kuat, baik saat tampil di atas panggung maupun ketika menjadi perhatian publik. Menurut pandangannya, Syahrini memiliki kemampuan untuk membuat hampir setiap ucapan terdengar menarik dan kemudian menjadi bahan pembicaraan. Perkataan maupun tindakannya kerap mendapat perhatian masyarakat, bahkan berlanjut menjadi pemberitaan. Karakter tersebut membuat kolaborasi mereka terasa berbeda dan memberikan pelajaran tersendiri bagi David tentang bagaimana seorang figur publik membangun daya tarik, mengelola penampilan, serta mempertahankan perhatian penonton dalam sebuah pertunjukan besar.
Dalam proses kreatif materi komedi Syahrini untuk panggung Pestapora, David Nurbianto menjelaskan bahwa perannya bukan mengajarkan sang penyanyi cara melucu. Menurut David, Syahrini telah memiliki karakter humor yang muncul secara alami. Cara berbicara, pilihan kata, serta responsnya dalam percakapan dinilai sudah memiliki unsur kelucuan yang genuine, sehingga tidak perlu diubah menjadi gaya komedi tertentu.
David lebih banyak berperan sebagai pemberi masukan mengenai isu dan percakapan yang sedang berkembang. Ia memantau hal-hal yang ramai dibicarakan warganet, termasuk topik yang muncul di media sosial maupun peristiwa yang menjadi perhatian publik. Informasi tersebut kemudian dapat menjadi bahan pertimbangan agar materi yang dibawakan Syahrini terasa relevan dengan situasi yang sedang berlangsung.
Pendekatan itu dilakukan karena Syahrini disebut sudah cukup lama tidak mengikuti perkembangan zaman secara intensif. Kondisi tersebut membuat David membantu mengidentifikasi topik terkini yang berpotensi mendukung penampilan komedinya. Masukan yang diberikan dapat berupa konteks mengenai isu tertentu, tren percakapan, atau hal-hal yang sedang menjadi lelucon di tengah masyarakat.
Dengan demikian, David tidak mengambil alih proses penciptaan materi komedi Syahrini. Ia juga tidak menyusun seluruh bahan lawakan untuk kemudian disampaikan oleh sang penyanyi. Perannya lebih tepat dipahami sebagai pendamping kreatif yang membantu memperbarui referensi dan memastikan topik yang dipilih memiliki kaitan dengan audiens. Sementara itu, karakter humor dan cara penyampaian tetap bertumpu pada kepribadian Syahrini sendiri. Pembagian peran tersebut memungkinkan materi panggungnya mempertahankan ciri khas personal, sekaligus menyentuh isu-isu yang sedang dikenal publik.

