Sport  

Mandalika 2026 Diproyeksikan Menggerakkan Ekonomi NTB lewat Pariwisata Olahraga

Mandalika 2026 Diproyeksikan Menggerakkan Ekonomi NTB lewat Pariwisata Olahraga

Jakarta | Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026, yang juga dikenal sebagai The Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, diproyeksikan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan oleh CEO InJourney Maya Watono pada 12 Oktober 2026 ketika membahas arah pengembangan kawasan Mandalika serta dampak ajang MotoGP terhadap perekonomian. Dalam pembahasan itu, penyelenggaraan balapan internasional tersebut ditempatkan sebagai bagian dari upaya menghidupkan kegiatan ekonomi di sekitar kawasan.

Maya Watono menyampaikan bahwa MotoGP Mandalika 2026 dapat menjadi instrumen untuk menggerakkan aktivitas ekonomi di kawasan Mandalika. Kehadiran ajang tersebut dipandang berkaitan dengan tumbuhnya berbagai kegiatan ekonomi yang berlangsung di sekitar lokasi penyelenggaraan. Dengan demikian, perhelatan internasional itu tidak hanya dipahami sebagai agenda olahraga, tetapi juga sebagai sarana yang berpotensi mendukung pergerakan ekonomi daerah dan nasional.

Dalam arah pengembangan kawasan yang dibahas pada 12 Oktober 2026, peran MotoGP terhadap perekonomian menjadi salah satu perhatian utama. Penyelenggaraan The Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 disebut memiliki keterkaitan dengan upaya menghidupkan kegiatan ekonomi di sekitar Mandalika, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi NTB dan Indonesia. Penekanan tersebut menempatkan kawasan Mandalika sebagai ruang berlangsungnya aktivitas ekonomi yang didorong oleh penyelenggaraan ajang olahraga internasional. Melalui pandangan itu, MotoGP Mandalika 2026 diproyeksikan memberi pengaruh terhadap dinamika ekonomi di tingkat kawasan, daerah, dan Indonesia.

Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 diproyeksikan memberi dampak langsung terhadap masyarakat di Nusa Tenggara Barat, terutama melalui keterlibatan tenaga kerja lokal. Sekitar 3.000 tenaga kerja lokal disebut terlibat dalam penyelenggaraan ajang internasional tersebut. Angka ini menunjukkan bahwa event olahraga berskala global tidak hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga membuka ruang partisipasi ekonomi bagi masyarakat setempat.

Keterlibatan tenaga kerja lokal menciptakan hubungan langsung pelaksanaan balapan dan peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan Mandalika. Masyarakat memperoleh kesempatan untuk ikut mendukung kebutuhan penyelenggaraan, sementara berbagai pelaku usaha mendapatkan momentum untuk menawarkan barang dan jasa. Dengan demikian, manfaat event tidak berhenti di area sirkuit, tetapi dapat mengalir ke lingkungan dan komunitas yang berada di sekitarnya.

Pergerakan tersebut turut mendorong kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran penonton, pihak penyelenggara, serta pengunjung dari berbagai daerah berpotensi meningkatkan permintaan terhadap produk dan layanan lokal. Bagi pelaku UMKM, penyelenggaraan MotoGP menjadi kesempatan untuk memperkenalkan usaha sekaligus menjaga kesinambungan kegiatan ekonomi selama periode event berlangsung.

Sektor pariwisata juga ikut menerima dampak dari meningkatnya mobilitas terkait MotoGP Mandalika 2026. Hotel, restoran, dan layanan transportasi menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan pengunjung serta pihak yang terlibat dalam acara. Aktivitas pada sektor-sektor tersebut memperkuat keterkaitan pariwisata olahraga, penyerapan tenaga kerja, dan perputaran usaha lokal. Ketika event internasional terlaksana, kebutuhan akomodasi, konsumsi, dan mobilitas dapat menggerakkan rantai ekonomi secara lebih luas. Karena itu, keterlibatan sekitar 3.000 tenaga kerja lokal dan aktivitas berbagai sektor pendukung menjadi gambaran mengenai kontribusi langsung MotoGP terhadap masyarakat serta perekonomian NTB.

Catatan InJourney menunjukkan bahwa MotoGP Mandalika tidak hanya berfungsi sebagai ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga menghasilkan paparan internasional bagi Nusa Tenggara Barat. Kehadiran penonton, tim, pembalap, media, serta pemangku kepentingan dari berbagai negara membuat Mandalika memperoleh perhatian yang lebih luas. Eksposur tersebut memperkenalkan potensi destinasi kepada publik dan pelaku usaha global, sekaligus memperkuat persepsi bahwa kawasan ini memiliki peluang untuk dikembangkan melalui pariwisata olahraga.

Menurut catatan tersebut, perhatian internasional yang muncul dari penyelenggaraan MotoGP turut membuka ketertarikan investor asing. Pemberitaan dan visibilitas global mengenai Mandalika menjadi salah satu faktor yang mendorong pelaku modal untuk mempertimbangkan peluang usaha di kawasan tersebut. Dengan demikian, dampak ajang balap tidak berhenti pada peningkatan kunjungan selama perlombaan, tetapi juga dapat berlanjut pada minat terhadap pengembangan fasilitas pariwisata.

Salah satu bentuk investasi yang disebut adalah sektor akomodasi, terutama pembangunan hotel dan vila. Ketersediaan tempat menginap menjadi bagian penting dari ekosistem destinasi olahraga karena mendukung kebutuhan pengunjung, peserta, dan berbagai pihak yang hadir dalam rangkaian kegiatan. Kehadiran investasi pada sektor ini berpotensi memperluas kapasitas layanan sekaligus meningkatkan pilihan akomodasi bagi wisatawan yang datang ke Mandalika dan wilayah sekitarnya.

InJourney juga mencatat adanya ketertarikan dari investor asal Spanyol, yang disebut sebagai negara asal MotoGP, untuk masuk ke sektor akomodasi tersebut. Hubungan sebab-akibat yang terlihat adalah bahwa paparan internasional melalui MotoGP membantu membuka akses perhatian dan membangun ketertarikan baru terhadap potensi pariwisata NTB. Minat pada hotel dan vila menunjukkan bahwa promosi melalui ajang olahraga dapat diterjemahkan menjadi peluang investasi nyata tanpa terlepas dari kebutuhan pengembangan destinasi secara berkelanjutan.

InJourney bersama Danantara Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Keuangan, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat menyiapkan pengembangan konsep sport tourism di kawasan Mandalika. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk melengkapi daya tarik kawasan, sehingga Mandalika tidak hanya berfungsi sebagai lokasi penyelenggaraan ajang balap internasional, tetapi juga memiliki rangkaian aktivitas pariwisata olahraga yang dapat menarik pengunjung sepanjang tahun.

Salah satu rencana fasilitas yang disebutkan adalah pengembangan lapangan golf. Fasilitas ini diharapkan memperluas pilihan kegiatan bagi wisatawan dan pelaku olahraga, sekaligus mendukung pembentukan ekosistem pariwisata dengan segmen pasar yang lebih beragam. Selain itu, terdapat rencana penyediaan area parkir otomotif untuk mobil mewah dengan memanfaatkan fasilitas bonded zone. Penggunaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan ruang yang sesuai bagi kegiatan otomotif dan aktivitas terkait di kawasan Mandalika.

Pengembangan berbagai fasilitas itu diarahkan untuk menjaga keberlanjutan ekonomi dan investasi di sekitar Mandalika. Dengan diversifikasi kegiatan, perekonomian daerah diharapkan tidak hanya bergantung pada penyelenggaraan MotoGP. Aktivitas golf, otomotif, dan bentuk pariwisata olahraga lainnya dapat melengkapi agenda balap serta menciptakan kesinambungan kunjungan, usaha, dan investasi di kawasan tersebut. Keterlibatan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pengelola kawasan menjadi bagian dari penataan pengembangan agar potensi ekonomi Mandalika dapat terus diperkuat.

Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 diproyeksikan memberikan kontribusi ekonomi sekitar Rp4,9 triliun hingga Rp5 triliun. Ajang tersebut juga diperkirakan mendorong pertumbuhan ekonomi NTB hingga 10 persen serta berpotensi mengurangi angka kemiskinan. Proyeksi ini menjadi bagian dari gambaran dampak ekonomi yang diharapkan muncul dari penguatan pariwisata olahraga di Mandalika.

Baca juga: Mengoptimalkan Pertumbuhan Ekonomi Bali Melalui Pariwisata yang Berkelanjutan | Dampak Ekonomi dari Penyelenggaraan PON Pantai Ancol 2026 | Persiapan Asian Games 2026: Menuju Perhelatan Olahraga Internasional