Tiga Pelajar Diamankan Usai Dua Siswa SMP Tewas dalam Kecelakaan di Alam Sutera

Tiga Pelajar Diamankan Usai Dua Siswa SMP Tewas dalam Kecelakaan di Alam Sutera

Kota Tangerang | Dua siswa SMP Negeri 34 Kota Tangerang, Wira Kusuma dan Azhfar Aftan Ilham, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di kawasan Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (9/10) sekitar pukul 17.00 WIB. Keduanya dilaporkan sedang berupaya menyelamatkan diri dari kelompok pelajar lain yang mengejar menggunakan senjata tajam.

Berdasarkan keterangan kepolisian, korban bersama sejumlah temannya baru selesai menjadi suporter dalam pertandingan futsal di sekitar SPBU Pertamina Alam Sutera. Setelah itu, rombongan bergerak menuju Sport Center Alam Sutera. Dalam perjalanan, mereka diduga dikejar kelompok pelajar lain yang datang dari arah Graha Raya.

Saat pengejaran berlangsung, Wira dan Azhfar berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy berwarna merah. Kendaraan tersebut melaju di Jalan Sutera Utama, tepat di seberang pintu masuk Sekolah Laurensia. Dalam kondisi berusaha menghindar, motor yang mereka kendarai kemudian menabrak pembatas jalan dan tiang listrik hingga keduanya terjatuh.

Kecelakaan itu menyebabkan kedua siswa mengalami luka serius. Mereka sempat mendapat penanganan, tetapi nyawa keduanya tidak tertolong. Peristiwa tersebut juga menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi karena diduga berkaitan dengan aksi kejar-kejaran antarkelompok pelajar.

Sementara itu, seorang pelajar lain yang berada dalam rombongan berhasil menyelamatkan diri dengan berlari menuju pos keamanan Alam Sutera. Polisi kemudian melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian, termasuk identitas kelompok yang diduga mengejar para korban serta peran masing-masing pihak sebelum kecelakaan terjadi.

Dua pelajar sekolah menengah pertama ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area trotoar setelah kecelakaan terjadi di kawasan Alam Sutera. Petugas yang datang ke lokasi mendapati kedua korban telah meninggal dunia. Berdasarkan keterangan awal, korban dinyatakan tewas di tempat dan kemudian dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut. Proses evakuasi dilakukan dengan memperhatikan kondisi tempat kejadian serta kebutuhan penyidik dalam mengumpulkan informasi mengenai rangkaian peristiwa tersebut.

Pemeriksaan luar terhadap jenazah dilakukan di RSUD Kabupaten Tangerang. Dari pemeriksaan itu, petugas medis tidak menemukan luka yang mengarah pada penggunaan senjata tajam, seperti luka akibat sabetan atau tusukan. Temuan tersebut menjadi bagian dari data medis yang dicatat dalam penanganan perkara. Polisi juga masih menunggu dan mencermati seluruh keterangan serta hasil pemeriksaan yang berkaitan dengan penyebab kematian kedua pelajar tersebut.

Pada sejumlah bagian tubuh korban, pemeriksa menemukan memar dan lecet, termasuk pada area wajah dan dahi. Luka-luka itu diduga timbul akibat benturan dengan benda keras ketika kecelakaan berlangsung. Temuan tersebut tidak serta-merta menjadi satu-satunya dasar untuk menggambarkan seluruh kejadian, sehingga penyidik tetap melakukan pendalaman terhadap kondisi kendaraan, posisi korban, serta situasi di sekitar lokasi.

Setelah kejadian, polisi melakukan pengecekan tempat kejadian perkara untuk mendokumentasikan kondisi trotoar, mengamankan barang bukti, dan mencari keterangan dari saksi. Penyelidikan juga dilakukan dengan memeriksa informasi mengenai para pelajar yang diduga terlibat. Langkah berikutnya akan ditentukan setelah petugas mengumpulkan hasil pemeriksaan medis, temuan di lokasi, keterangan saksi, dan data lain yang diperlukan dalam proses penanganan perkara.

Setelah melakukan penyelidikan terkait kecelakaan yang menewaskan dua siswa SMP di kawasan Alam Sutera, Unit Reskrim Polsek Serpong mengamankan tiga pelajar. Ketiganya diduga membawa senjata tajam dan diketahui merupakan siswa SMK Yadika 4 Ciledug. Pengamanan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pendalaman perkara untuk mengetahui rangkaian peristiwa serta kemungkinan keterkaitan para pelajar dengan kejadian yang sedang diselidiki.

Satu pelajar diamankan petugas di sekitar lokasi kejadian. Sementara itu, dua pelajar lainnya ditangkap di rumah masing-masing setelah polisi memperoleh informasi yang diperlukan dalam proses penyelidikan. Langkah tersebut dilakukan secara bertahap berdasarkan keterangan dan temuan awal di lapangan. Polisi masih memeriksa para pelajar serta mengumpulkan keterangan dari saksi dan pihak lain yang dianggap mengetahui peristiwa tersebut.

Dalam pengamanan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti. Barang tersebut meliputi satu celurit berukuran besar berwarna merah, satu arit, dan satu golok. Selain senjata tajam, petugas turut mengamankan satu unit sepeda motor serta sejumlah barang lain yang masih diperiksa keterkaitannya dengan perkara. Seluruh barang bukti tersebut akan didokumentasikan dan diteliti untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.

Dugaan tindak pidana terkait kepemilikan senjata tajam saat ini masih ditangani Polsek Serpong sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Polisi perlu memastikan status, peran, serta alasan penguasaan setiap barang yang diamankan sebelum menentukan langkah berikutnya. Karena para pihak yang diperiksa masih berstatus anak, proses penanganannya juga harus memperhatikan ketentuan peradilan pidana anak, termasuk perlindungan identitas dan pemenuhan hak anak yang berhadapan dengan hukum. Informasi mengenai perkembangan perkara akan disampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan resmi kepolisian.

SMK Yadika 4 menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Wira Kusuma dan Azhfar Aftan Ilham dalam kecelakaan di kawasan Alam Sutera. Pihak sekolah menyatakan duka cita kepada keluarga, kerabat, serta seluruh pihak yang turut merasakan kehilangan atas peristiwa tersebut. Sekolah juga mendoakan agar kedua korban memperoleh pengampunan atas segala kesalahan dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam pernyataannya, SMK Yadika 4 berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi masa sulit ini. Sekolah memahami bahwa kehilangan tersebut menimbulkan duka yang mendalam, sehingga dukungan dan penghormatan terhadap keluarga korban perlu menjadi perhatian bersama. Ungkapan belasungkawa itu juga disampaikan sebagai bentuk kepedulian institusi pendidikan terhadap korban dan keluarganya.

Terkait tiga pelajar yang diamankan, pihak sekolah menyerahkan sepenuhnya penyelidikan serta penanganan perkara kepada kepolisian. SMK Yadika 4 menyatakan akan bersikap kooperatif dan menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan. Sekolah juga berkomitmen memberikan informasi yang diperlukan aparat penegak hukum agar perkara dapat ditangani secara objektif, transparan, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

SMK Yadika 4 mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi mengenai peristiwa tersebut. Informasi yang belum terverifikasi berpotensi menambah beban bagi keluarga korban serta mengganggu proses penyelidikan. Masyarakat diharapkan menghormati privasi keluarga Wira Kusuma dan Azhfar Aftan Ilham, sekaligus memberikan ruang bagi kepolisian untuk bekerja secara profesional. Sikap menghargai proses hukum menjadi penting agar penanganan perkara berjalan tertib dan setiap pihak memperoleh perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Tragedi Kecelakaan Beruntun di Kembangan: Keluarga Tewas di Tempat | Keparahan Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Raya Muchtar Depok | Kecelakaan Motor di Cinere, Dua Pengendara Terluka