Martha Tilaar dan Dukungan Panjangnya bagi Fesyen Indonesia

Martha Tilaar dan Dukungan Panjangnya bagi Fesyen Indonesia

Jakarta | Desainer Asha Smara Darra mengenang Martha Tilaar sebagai sosok yang konsisten memberikan dukungan kepada fesyen Indonesia. Asha menyampaikan kenangan tersebut di Jakarta pada Kamis, 15 Oktober, seraya menyoroti perhatian Martha terhadap perkembangan karya dan pelaku mode di Tanah Air. Menurut Asha, dukungan itu bukan sekadar hadir sesekali, melainkan bagian dari sikap yang terus ditunjukkan Martha dalam waktu panjang.

Asha, yang dikenal sebagai kakak Mario Lawalata, menyebut dukungan itu berlangsung melalui sejumlah acara mode yang ia rancang. Dalam peragaan-peragaan tersebut, kehadiran Martha memberi dorongan bagi penyelenggaraan acara sekaligus menunjukkan bahwa fesyen Indonesia layak memperoleh ruang dan perhatian. Asha mengenang bantuan tersebut sebagai bagian penting dari perjalanan kreatifnya, terutama ketika ia berupaya menghadirkan karya dan gagasan baru melalui panggung peragaan.

Kenangan Asha juga menempatkan dukungan Martha dalam konteks yang lebih luas. Dukungan terhadap desainer tidak hanya berkaitan dengan sebuah pertunjukan, tetapi turut membantu membangun kepercayaan terhadap ekosistem mode nasional. Perhatian yang konsisten dapat membuka peluang bagi pelaku kreatif untuk bertemu dengan publik, memperlihatkan identitas karya, serta mengembangkan jaringan di industri. Karena itu, pengalaman Asha menjadi salah satu gambaran tentang bagaimana dukungan personal dapat memberi pengaruh bagi perjalanan fesyen Indonesia.

Bagi Asha, sikap Martha tersebut meninggalkan kesan yang bertahan hingga kini. Ia mengingat Martha bukan hanya sebagai tokoh yang memberikan dukungan pada acara yang diselenggarakannya, tetapi juga sebagai sosok yang menunjukkan kepedulian terhadap kemajuan fesyen Tanah Air. Kenangan itu mempertegas penghargaan Asha atas kontribusi Martha dalam memberi ruang bagi desainer lokal dan mendukung tumbuhnya kreativitas Indonesia.

Bagi Asha, Martha Tilaar memiliki kecintaan dan kepedulian yang besar terhadap perkembangan budaya Indonesia. Perhatian tersebut tampak terutama dalam bidang fesyen dan tata rias, dua ranah yang berkaitan erat dengan cara masyarakat mengenali serta menampilkan kekayaan budaya. Asha memandang kepedulian Martha sebagai bentuk perhatian yang terus diberikan kepada perkembangan kedua bidang itu, bukan hanya sebagai bagian dari industri, tetapi juga sebagai ruang bagi budaya Indonesia untuk hadir dan berkembang.

Dalam pandangan Asha, dukungan Martha juga menjangkau para desainer Indonesia. Perhatian terhadap karya dan kiprah para perancang lokal merupakan bagian penting dari dukungan bagi kemajuan fesyen di tanah air. Asha menyampaikan rasa terima kasih atas cinta Martha terhadap fesyen Indonesia serta dukungan yang telah diberikannya kepada para desainer. Ucapan tersebut menegaskan bahwa kontribusi Martha dikenang melalui kepeduliannya terhadap perkembangan fesyen dan orang-orang yang berkarya di dalamnya.

Asha turut mengungkapkan doa agar Martha beristirahat dalam kedamaian di surga. Doa itu disampaikan bersama ungkapan terima kasih atas cinta dan dukungan Martha bagi kemajuan fesyen serta para desainer di Indonesia. Bagi Asha, perhatian Martha terhadap budaya Indonesia, khususnya fesyen dan tata rias, merupakan bagian dari hal-hal yang ingin ia kenang. Ia menyampaikan penghargaan atas dukungan yang diberikan kepada perkembangan fesyen lokal dan kepada para perancang yang menjadi bagian dari bidang tersebut. Melalui pernyataannya, Asha mengenang kepedulian Martha terhadap budaya Indonesia sekaligus menyampaikan doa bagi kepergiannya. Ungkapan itu memadukan rasa kehilangan dengan apresiasi atas cinta serta dukungan yang telah diberikan Martha kepada fesyen Indonesia dan para desainer. Pesan Asha berfokus pada kepedulian tersebut, tanpa memisahkan kecintaan terhadap budaya dari dukungan bagi orang-orang yang turut mengembangkan fesyen di Indonesia. Ia berharap Martha beristirahat dengan damai di surga, sembari menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungannya selama ini.

Martha Tilaar meninggal dunia pada Rabu, 14 Oktober, pukul 06.22 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta. Ia wafat dalam usia 89 tahun. Kabar kepergiannya menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang tokoh yang berperan penting dalam perkembangan industri kecantikan Indonesia. Rencana pemakamannya dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 16 Oktober, di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat. Kepergian Martha menjadi kehilangan bagi keluarga, rekan kerja, serta berbagai kalangan yang mengikuti kiprahnya dalam membangun usaha kecantikan berbasis pengetahuan dan warisan lokal.

Dalam perjalanan profesionalnya, Martha dikenal sebagai pelopor yang mendorong kosmetik buatan Indonesia agar tumbuh dengan identitas tersendiri. Ia melihat kekayaan alam dan tradisi perawatan tubuh Nusantara sebagai sumber pengetahuan yang dapat dikembangkan secara bertanggung jawab. Gagasan tersebut diwujudkan melalui terobosan kosmetik lokal berbahan natural, dengan perhatian pada pemanfaatan bahan-bahan yang dikenal dalam tradisi Indonesia. Pendekatan ini membantu memperluas pilihan konsumen sekaligus menunjukkan bahwa produk dalam negeri dapat memiliki karakter dan mutu yang bersaing.

Salah satu ciri penting dari kiprahnya ialah upaya memadukan perawatan kecantikan tradisional dengan ilmu kosmetik modern. Pengetahuan tentang ramuan, kebiasaan merawat diri, dan bahan alami tidak hanya dipertahankan sebagai warisan, tetapi juga dikembangkan melalui formulasi dan proses produksi yang sesuai dengan kebutuhan masa kini. Perpaduan tersebut tercermin dalam beragam produk perawatan kulit, riasan wajah, serta perawatan tubuh. Dengan demikian, pendekatan tradisional memperoleh bentuk yang lebih praktis dan dapat digunakan dalam rutinitas sehari-hari, sementara inovasi modern tetap berpijak pada konteks budaya lokal.

Kontribusi Martha Tilaar tidak terbatas pada pengembangan produk. Kiprahnya ikut membentuk cara industri kecantikan Indonesia memandang hubungan ilmu pengetahuan, bahan alam, dan identitas budaya. Perjalanan yang ia bangun memperlihatkan bagaimana gagasan lokal dapat diterjemahkan menjadi usaha yang berkembang dalam jangka panjang. Warisan tersebut menjadi bagian penting dari sejarah kosmetik Indonesia dan memberi ruang bagi generasi berikutnya untuk meneruskan inovasi dengan menghargai pengetahuan tradisional. Di tengah kabar duka, rekam jejaknya tetap dikenang melalui produk, gagasan, dan pengaruhnya pada industri kecantikan nasional.

Jabatan terakhir Martha Tilaar di organisasi profesi adalah sebagai dewan kehormatan Tiara Kusuma, persatuan ahli kecantikan dan pengusaha salon Indonesia. Peran tersebut mencerminkan keterlibatannya yang panjang dalam bidang kecantikan dan usaha salon, sekaligus hubungannya dengan komunitas profesi di Indonesia. Pengakuan atas kiprah Martha datang dari beragam lembaga, baik di tingkat nasional maupun internasional. Penghargaan-penghargaan itu diberikan dalam rentang waktu yang berbeda dan menyoroti berbagai sisi kontribusinya, mulai dari kewirausahaan hingga pendidikan, budaya, dan pembangunan berkelanjutan.

Pada 2008, Martha menerima Women Entrepreneur of the Year dari Asia Pacific Entrepreneurship Awards. Penghargaan tersebut mengakui kiprahnya sebagai wirausaha perempuan. Empat tahun kemudian, Institut Teknologi Bandung menganugerahkan Ganesa Widya Jasa Utama kepadanya pada 2012. Penghargaan dari perguruan tinggi itu menjadi bagian dari apresiasi terhadap jasa dan kontribusinya. Pada 2016, Pemerintah Republik Indonesia memberikan tanda kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma. Ketiga pengakuan ini berasal dari pemberi yang berbeda dan menempatkan perjalanan Martha dalam konteks kewirausahaan, pengabdian, serta budaya. Penyebutan tahun dan lembaga pemberi memperlihatkan bahwa apresiasi tersebut diberikan sepanjang kiprahnya, bukan hanya pada satu fase karier.

Di tingkat internasional, United Nations Global Compact juga memberikan pengakuan atas komitmennya. Martha memperoleh The Outstanding Contribution 2000–2010, sebagai apresiasi atas dukungannya terhadap Global Compact dan penerapan prinsip-prinsipnya. Pengakuan berikutnya adalah SDG Pioneer 2018, yang diberikan atas perannya dalam memajukan keberlanjutan melalui keterlibatan masyarakat. Kedua bentuk apresiasi tersebut menautkan kiprahnya dengan agenda tanggung jawab dan keberlanjutan. Rangkaian penghargaan dari organisasi profesi, institusi pendidikan, pemerintah, dan badan internasional memperlihatkan beragam ranah yang menjadi perhatian dalam perjalanan Martha.

Baca juga: TNI Salurkan Dukungan Peralatan Penanganan Karhutla ke Kalimantan Tengah