Sport  

Pengamanan MotoGP Mandalika 2026 Didukung 50 Kendaraan dan 380 Personel

Pengamanan MotoGP Mandalika 2026 Didukung 50 Kendaraan dan 380 Personel

MATARAM, NUSA TENGGARA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat menyiapkan 50 kendaraan roda empat untuk mendukung pengamanan ajang MotoGP Mandalika 2026. Kendaraan tersebut dipersiapkan sebagai bagian dari sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam pengamanan kegiatan balap motor internasional itu. MotoGP Mandalika dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.

Penyiapan armada tersebut menjadi bagian dari kesiapan Ditlantas Polda NTB dalam mendukung pelaksanaan pengamanan selama rangkaian kegiatan berlangsung. Sebanyak 50 kendaraan roda empat disediakan untuk menunjang kebutuhan sarana prasarana pengamanan MotoGP Mandalika. Persiapan itu dilakukan dengan memperhatikan jadwal pelaksanaan kegiatan yang telah ditetapkan, yakni selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Oktober 2026.

Direktur Lalu Lintas Polda NTB Kombes Pol. Iman Pribadi Santoso menyampaikan keterangan mengenai persiapan tersebut di Mataram pada Sabtu. Ia menjelaskan bahwa 50 kendaraan roda empat telah dipersiapkan untuk mendukung pengamanan MotoGP Mandalika. Armada itu merupakan bagian dari sarana dan prasarana yang disiapkan Direktorat Lalu Lintas Polda NTB untuk menunjang pelaksanaan pengamanan kegiatan.

Dengan demikian, dukungan kendaraan roda empat menjadi salah satu unsur yang disiapkan Ditlantas Polda NTB menjelang pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026. Pengadaan dan kesiapan armada tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan sarana prasarana pengamanan pada kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026. Keterangan Direktur Lalu Lintas Polda NTB itu menegaskan bahwa persiapan kendaraan telah dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap pengamanan MotoGP Mandalika.

Sebanyak 50 kendaraan operasional disiapkan untuk mendukung pengamanan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Armada tersebut merupakan gabungan dukungan dari sejumlah unsur kepolisian, sehingga kebutuhan mobilitas personel dan peralatan selama kegiatan dapat dipenuhi secara terkoordinasi. Ketersediaan kendaraan menjadi bagian penting dalam memastikan setiap titik pengamanan, jalur pergerakan, serta area kegiatan dapat dipantau dan ditangani secara cepat.

Dari keseluruhan armada, sebanyak 25 kendaraan roda empat berasal dari Polda Nusa Tenggara Barat. Kendaraan ini menjadi komponen utama dalam mendukung operasi di wilayah hukum setempat, termasuk pengawasan kawasan sirkuit, akses menuju lokasi acara, serta sejumlah titik yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat dan penonton. Dukungan tersebut juga memperkuat kesiapan satuan di tingkat provinsi selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Selain armada Polda NTB, sebanyak 10 unit kendaraan diberikan oleh polres jajaran. Kontribusi ini menunjukkan adanya pelibatan satuan kewilayahan dalam mendukung pengamanan ajang internasional tersebut. Kendaraan dari polres jajaran dapat digunakan untuk memperkuat pengaturan lalu lintas, membantu pengamanan di wilayah sekitar Mandalika, serta menunjang koordinasi petugas lapangan dan pusat kendali operasi.

Sementara itu, 15 unit lainnya merupakan dukungan dari Kakorlantas Mabes Polri. Kehadiran armada tambahan tersebut memberikan penguatan terhadap kebutuhan operasional, terutama dalam pengelolaan arus kendaraan dan pelaksanaan tugas lalu lintas selama MotoGP. Dengan komposisi 25 kendaraan dari Polda NTB, 10 unit dari polres jajaran, dan 15 unit dari Kakorlantas, seluruh armada diposisikan sebagai sarana pendukung bagi 380 personel yang bertugas. Kendaraan-kendaraan itu disiapkan untuk menunjang pengamanan sejak persiapan, pelaksanaan, hingga berakhirnya rangkaian MotoGP Mandalika 2026.

Pengamanan MotoGP Mandalika 2026 didukung oleh kekuatan personel yang disiapkan untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan selama rangkaian kegiatan berlangsung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 350 personel berasal dari Direktorat Lalu Lintas Polda Nusa Tenggara Barat. Mereka akan menjalankan tugas pengaturan, pengawasan, serta pengamanan lalu lintas di sekitar kawasan sirkuit dan jalur yang menjadi akses utama penonton, tamu, maupun kendaraan operasional.

Untuk memperkuat pelaksanaan di lapangan, Kakorlantas Mabes Polri turut menambahkan 30 personel. Kehadiran personel tambahan ini diharapkan mendukung koordinasi serta meningkatkan kesiapan menghadapi kepadatan arus kendaraan yang berpotensi terjadi sebelum, selama, dan setelah pertandingan. Penempatan petugas akan disesuaikan dengan titik-titik yang memiliki tingkat mobilitas tinggi, termasuk pintu masuk, jalur menuju area parkir, dan ruas yang menghubungkan kawasan Mandalika dengan wilayah sekitarnya.

Pengaturan lalu lintas tidak dilakukan oleh kepolisian secara terpisah, melainkan melalui koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan. Salah satu mitra utama dalam pelaksanaan tersebut adalah Dinas Perhubungan NTB. Koordinasi ini mencakup penentuan pola pergerakan kendaraan, pengaturan akses, serta penyediaan informasi bagi pengguna jalan agar perjalanan dapat berlangsung lebih tertib.

Petugas juga akan melakukan kanalisasi untuk memisahkan dan mengarahkan arus sesuai kebutuhan di setiap ruas. Apabila kondisi lapangan menunjukkan peningkatan kepadatan atau hambatan tertentu, rekayasa lalu lintas dapat diterapkan secara dinamis. Beberapa alternatif pengaturan arus telah disiapkan sebagai langkah antisipasi, sehingga keputusan di lapangan dapat menyesuaikan situasi aktual. Pelaksanaannya akan dilakukan secara kolaboratif bersama Dinas Perhubungan, dengan mempertimbangkan keselamatan, kelancaran, dan akses masyarakat. Melalui pola kerja terpadu tersebut, pengamanan diharapkan mampu menjaga mobilitas kendaraan tanpa mengabaikan kebutuhan warga serta kelancaran agenda balap internasional.

Persiapan pengamanan MotoGP Mandalika 2026 diarahkan untuk menjaga mobilitas masyarakat, penonton, dan pengguna jalan umum selama rangkaian kegiatan internasional berlangsung. Pengaturan tersebut mencakup pergerakan kendaraan menuju kawasan acara serta aktivitas masyarakat yang tetap menggunakan akses jalan di sekitar Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Dengan pengelolaan lalu lintas yang terarah, setiap pengguna jalan diharapkan dapat menyesuaikan perjalanan dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh petugas.

Iman menyampaikan bahwa kelancaran lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh kesiapan personel dan sarana pendukung. Kepatuhan masyarakat terhadap aturan, rambu, pembatasan, serta arahan petugas di lapangan juga menjadi bagian penting selama pelaksanaan kegiatan. Karena itu, masyarakat dan penonton diminta memperhatikan informasi lalu lintas, mengikuti petunjuk petugas, serta tidak memaksakan diri menggunakan jalur yang tidak diperuntukkan bagi kendaraan mereka.

Khusus di kawasan KEK Mandalika, penonton perlu mengikuti pembagian jalur kendaraan berdasarkan warna gelang yang telah ditentukan. Pembagian tersebut menjadi acuan untuk mengarahkan kendaraan ke akses yang sesuai dengan ketentuan kawasan. Pengendara umum lainnya juga diimbau menggunakan jalur yang telah disediakan bagi pengguna jalan umum dan mengikuti pengaturan yang berlaku selama kegiatan berlangsung.

Masyarakat yang hendak melintas di sekitar kawasan acara diharapkan merencanakan perjalanan dengan memperhatikan arahan terbaru dari petugas. Penonton juga perlu mematuhi petunjuk sejak memasuki area kegiatan hingga meninggalkan kawasan. Ketaatan terhadap pembagian jalur, arahan petugas, dan aturan lalu lintas diperlukan agar mobilitas masyarakat, penonton, serta pengguna jalan umum tetap terjaga selama MotoGP Mandalika 2026 berlangsung.