Personel TNI AU Bersama Satgas Gabungan Padamkan Karhutla di Kabupaten Banjar

Personel TNI AU Bersama Satgas Gabungan Padamkan Karhutla di Kabupaten Banjar

Kabupaten Banjar | Personel TNI Angkatan Udara dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Penanganan tersebut berlangsung pada Minggu, 11 Oktober, di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, tepatnya di depan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, Kecamatan Gambut.

Pengerahan dilakukan oleh personel Lanud Sjamsudin Noor bersama satuan tugas gabungan yang berada di lokasi. Kehadiran unsur gabungan itu ditujukan untuk melaksanakan penanganan dan pemadaman kebakaran pada area yang terdampak, sesuai tugas masing-masing dalam kegiatan penanggulangan karhutla.

Di lokasi, personel TNI AU berkoordinasi dengan satuan tugas gabungan untuk mendukung proses pemadaman. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama agar penanganan kebakaran dapat dilakukan secara terarah di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, khususnya di sekitar depan RSJ Sambang Lihum.

Kegiatan ini menunjukkan keterlibatan Lanud Sjamsudin Noor dalam respons terhadap kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Banjar. Dengan bergabung dalam satuan tugas gabungan, personel TNI AU turut memperkuat penanganan di lapangan pada Minggu tersebut. Informasi yang tersedia berfokus pada pengerahan personel, lokasi kejadian, waktu pelaksanaan, serta tindakan pemadaman yang dilakukan bersama unsur terkait.

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar diawali dengan apel personel gabungan. Kegiatan tersebut menjadi tahap awal sebelum seluruh unsur yang terlibat bergerak menuju lokasi kebakaran. Apel dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personel serta menyampaikan arahan mengenai pengerahan dalam mendukung upaya pemadaman di lapangan.

Apel personel dipimpin oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq. Dalam kegiatan itu, personel gabungan mengikuti pengarahan sebagai bagian dari koordinasi penanganan karhutla. Setelah apel selesai, tahapan berikutnya dilanjutkan dengan pengiriman unsur pemadam menuju wilayah yang terdampak kebakaran di Kabupaten Banjar.

Satgas Darat Karhutla Lanud Sjamsudin Noor kemudian mengirimkan 15 personel menuju lokasi kebakaran. Pengerahan tersebut dilakukan setelah apel sebagai langkah lanjutan untuk mendukung proses pemadaman. Para personel menjadi bagian dari upaya bersama dalam menangani kebakaran yang terjadi di wilayah Kabupaten Banjar.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi menyampaikan informasi mengenai jumlah personel dan tahapan pengerahan tersebut. Keterangan itu menjelaskan bahwa kegiatan diawali melalui apel yang dipimpin Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, kemudian dilanjutkan dengan pengiriman 15 personel dari Satgas Darat Karhutla Lanud Sjamsudin Noor ke lokasi kebakaran. Urutan kegiatan tersebut menunjukkan pelaksanaan penanganan yang dimulai dari kesiapan dan koordinasi personel, sebelum dilanjutkan dengan tindakan pemadaman di lapangan.

Personel TNI Angkatan Udara tidak melaksanakan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seorang diri. Dalam penanganan di Kabupaten Banjar, mereka bergabung dengan sejumlah unsur yang tergabung dalam upaya penanggulangan karhutla di wilayah Kalimantan Selatan. Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa pemadaman dilakukan melalui kerja sama lintas instansi dan kelompok masyarakat.

Unsur yang terlibat lain Satgas Karhutla Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, personel Yonif TP 828, serta relawan pemadam kebakaran dari BPK Provinsi Kalimantan Selatan. Setiap unsur bekerja dalam kegiatan penanganan langsung di lapangan, termasuk mendukung proses pemadaman pada area yang terdampak. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat respons terhadap karhutla, terutama ketika penanganan membutuhkan keterlibatan personel dari berbagai organisasi.

Kerja sama tersebut juga memperlihatkan adanya koordinasi unsur TNI AU, satuan tugas kebencanaan, satuan militer lainnya, dan relawan pemadam kebakaran. Dengan bergabung dalam satu upaya, proses penanganan dapat dilaksanakan secara bersama sesuai peran masing-masing. Langkah ini diarahkan untuk membantu mengendalikan kebakaran serta mendukung upaya pemadaman di lokasi kejadian.

Feri Yunaldi menyampaikan bahwa proses pemadaman berjalan lancar dan aman. Pernyataan tersebut menjadi gambaran mengenai pelaksanaan kegiatan di lapangan tanpa menambahkan informasi di luar kondisi yang disampaikan. Meskipun demikian, keterlibatan sejumlah unsur tetap menjadi bagian dari upaya bersama dalam menangani karhutla di Kabupaten Banjar. Sinergi TNI AU, Satgas Karhutla BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Yonif TP 828, dan relawan BPK Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat penanganan langsung terhadap kejadian tersebut.

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Banjar masih terus dilakukan oleh personel TNI AU bersama Satgas Gabungan. Setiap unsur tetap menjalankan tugas sesuai peran dan tanggung jawabnya untuk menangani titik api serta mengendalikan potensi penyebaran kebakaran. Pelaksanaan di lapangan dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kondisi dan perkembangan situasi, sehingga langkah penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Keterlibatan personel TNI AU menjadi bagian dari dukungan terhadap operasi bersama yang melibatkan berbagai pihak dalam menghadapi karhutla.

TNI AU juga menegaskan kesiapan untuk membantu pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Dukungan tersebut mencakup penguatan personel serta koordinasi dengan unsur terkait sesuai kebutuhan operasi. Kesiapan ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla memerlukan komitmen bersama, bukan hanya dari satu institusi. Pemerintah dan seluruh unsur yang terlibat diharapkan terus membangun komunikasi yang efektif agar informasi mengenai perkembangan kebakaran dapat ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Sinergi antarlembaga akan terus diperkuat untuk mencegah kebakaran meluas dan mengurangi dampaknya terhadap lingkungan serta masyarakat. Kerja sama yang konsisten diperlukan dalam setiap tahap penanganan, mulai dari pemadaman, pemantauan wilayah, hingga langkah pencegahan terhadap potensi munculnya titik api baru. Dengan koordinasi yang semakin solid, upaya penanggulangan dapat berjalan lebih terarah dan responsif. Pemadaman yang masih berlangsung menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan, kolaborasi, dan dukungan berkelanjutan dari seluruh pihak dalam menjaga wilayah Kabupaten Banjar.

Baca juga: Kesiap Siagaan Babinsa Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla Di Buluqsen | Tingkatkan Kesadaran Bahaya Karhutla, TNI Kembali Laksanakan Penyuluhan Pencegahan Karhutla di Kabupaten Sambas | TNI intensifkan Penyuluhan Pencegahan Karhutla di Kabupaten Melawi Kalbar