Jakarta | Daftar harga BBM Pertamina yang berlaku pada Jumat, 16 Oktober 2026, masih mengacu pada ketentuan harga yang diberlakukan sejak 2 September 2026. Dengan demikian, tanggal 16 Oktober bukan menjadi penanda adanya perubahan tarif baru. Konsumen yang mencari informasi harga untuk tanggal tersebut perlu memperhatikan bahwa acuan yang digunakan tetap harga dari periode sebelumnya, bukan penyesuaian khusus yang diumumkan pada pertengahan Oktober.
Pertamina belum melakukan penyesuaian harga terbaru untuk BBM nonsubsidi pada Oktober 2026. Artinya, harga produk nonsubsidi masih sama seperti yang berlaku setelah perubahan pada 2 September. Kondisi ini berlaku hingga tanggal yang dibahas, sehingga tidak tepat menyebut adanya kenaikan atau penurunan harga pada 16 Oktober. Jika terdapat kabar mengenai tarif baru, pembaca sebaiknya memeriksa tanggal dan sumber informasinya agar tidak keliru membedakan pemberlakuan harga lama dengan pengumuman terbaru.
Perlu dipahami bahwa perubahan harga BBM tidak otomatis terjadi setiap bulan atau pada tanggal tertentu. Kebijakan harga dapat ditinjau sesuai kondisi dan keputusan perusahaan, lalu diumumkan melalui kanal resmi. Karena belum ada penyesuaian lanjutan pada Oktober, daftar harga yang digunakan untuk BBM nonsubsidi pada 16 Oktober tetap mengikuti periode yang dimulai pada awal September. Informasi tersebut membantu masyarakat menyusun perkiraan pengeluaran tanpa menganggap tanggal baru sebagai bukti perubahan tarif.
Bagi pemilik kendaraan, langkah paling aman adalah mengecek informasi resmi Pertamina sebelum mengisi bahan bakar, terutama jika membutuhkan angka harga berdasarkan jenis produk dan wilayah. Harga dapat memiliki perbedaan menurut ketentuan wilayah, sehingga rujukan umum perlu dicocokkan dengan lokasi masing-masing. Namun, untuk konteks perubahan sejak September, pokok informasinya jelas: harga nonsubsidi yang berlaku pada Jumat, 16 Oktober 2026, masih sama dengan periode sebelumnya karena belum ada penyesuaian harga baru pada Oktober. Karena itu, pembaruan tanggal pada kalender saja tidak mengubah acuan harga. Pastikan pula informasi yang beredar menyebut tanggal efektifnya secara tegas.Pada 16 Oktober 2026, harga Pertamax Turbo tercatat Rp19.600 per liter untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen. Wilayah yang menggunakan patokan tersebut mencakup DKI Jakarta dan sejumlah daerah di sekitarnya. Dibandingkan harga sebelumnya, yaitu Rp18.300 per liter, tarif ini mengalami kenaikan Rp1.300 per liter.
Pertamax Green 95 juga mengalami perubahan harga. Produk bensin tersebut dijual dengan harga Rp19.150 per liter, naik dari harga sebelumnya sebesar Rp16.600 per liter. Selisihnya mencapai Rp2.550 per liter, sehingga kenaikannya lebih besar daripada perubahan harga Pertamax Turbo dalam nominal rupiah. Angka ini dapat menjadi acuan bagi konsumen yang ingin membandingkan biaya pengisian kedua jenis bahan bakar.
Perlu diperhatikan bahwa harga Rp19.600 untuk Pertamax Turbo dan Rp19.150 untuk Pertamax Green 95 bukanlah penyesuaian yang baru diberlakukan pada 16 Oktober. Kedua harga tersebut telah berlaku sejak 2 September 2026. Dengan demikian, daftar harga pada 16 Oktober menunjukkan tarif yang masih diterapkan setelah perubahan pada awal September, bukan kenaikan tambahan pada pertengahan Oktober.
Perbedaan harga antardaerah dapat dipengaruhi oleh ketentuan PBBKB yang berlaku di masing-masing wilayah. Karena itu, nominal untuk kawasan dengan tarif pajak berbeda mungkin tidak sama dengan harga yang tercantum untuk wilayah ber-PBBKB 5 persen. Pengendara sebaiknya memeriksa informasi harga berdasarkan lokasi SPBU sebelum mengisi bahan bakar, terutama ketika bepergian ke luar daerah. Memastikan wilayah acuan juga membantu membedakan perubahan harga nasional dan perbedaan tarif lokal. Untuk perencanaan pengeluaran, selisih harga per liter dapat dikalikan dengan jumlah liter yang dibeli. Sebagai contoh, pembelian 40 liter Pertamax Turbo pada harga tersebut memerlukan biaya Rp784.000, sedangkan 40 liter Pertamax Green 95 memerlukan Rp766.000, sebelum mempertimbangkan kemungkinan variasi harga setempat. Dengan mencermati tanggal mulai berlaku serta wilayah penerapan, konsumen dapat memahami perbandingan harga secara lebih tepat dan menghindari anggapan bahwa tarif tersebut baru berubah pada tanggal laporan. Informasi resmi terbaru tetap penting untuk memastikan harga yang berlaku di lokasi pengisian.Dalam daftar harga BBM Pertamina yang berlaku sejak 2 September 2026, Dexlite tercatat dijual seharga Rp23.700 per liter. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan harga sebelumnya, yaitu Rp19.700 per liter. Dengan demikian, terdapat selisih sebesar Rp4.000 per liter harga lama dan harga yang tercantum dalam daftar terbaru. Informasi ini menjadi salah satu perubahan harga yang perlu diperhatikan ketika membandingkan rincian BBM pada 16 Oktober 2026 dengan catatan harga sebelumnya. Penyebutan harga per liter membantu pembaca memahami dasar perbandingan, sementara tanggal berlakunya daftar memberikan konteks waktu yang jelas bagi angka tersebut. Harga Dexlite yang tercantum itu merupakan bagian dari rincian harga yang dirujuk dalam pembaruan ini.
Selain Dexlite, Pertamina Dex juga mengalami perubahan harga. Produk tersebut tercatat sebesar Rp25.200 per liter, naik dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp21.150 per liter. Perbedaan kedua angka itu mencapai Rp4.050 per liter. Dalam daftar yang berlaku sejak 2 September 2026, harga Pertamina Dex berada di atas harga Dexlite. Perbandingan ini menyajikan posisi kedua produk berdasarkan harga per liter yang tercantum, tanpa mengubah atau menambahkan keterangan lain di luar data tersebut. Untuk membaca perubahan dengan tepat, harga terbaru dan harga sebelumnya sebaiknya diperhatikan secara berpasangan, sehingga nominal kenaikan untuk masing-masing produk dapat dibedakan dengan mudah.
Angka Dexlite Rp23.700 per liter dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter merujuk pada daftar harga yang berlaku sejak 2 September 2026, sebagaimana digunakan dalam rincian pada 16 Oktober 2026. Dibandingkan nilai sebelumnya, Dexlite bertambah Rp4.000 per liter, sedangkan Pertamina Dex naik Rp4.050 per liter. Penyajian tanggal dan nominal secara bersamaan penting agar pembaca tidak mencampuradukkan harga yang baru tercantum dengan harga sebelumnya. Kedua produk memiliki selisih harga terbaru sebesar Rp1.500 per liter. Rincian ini merangkum perubahan pada dua jenis BBM tersebut saja: harga yang berlaku, angka terdahulu, serta perbedaan nominalnya. Dengan begitu, informasi dapat dibaca secara langsung sebagai perbandingan harga Dexlite dan Pertamina Dex dalam daftar yang sama.
Pada 16 Oktober 2026, harga Pertamax tercatat sebesar Rp15.950 per liter. Angka ini menjadi acuan bagi konsumen yang memilih BBM nonsubsidi tersebut untuk kebutuhan kendaraan sehari-hari. Dalam membaca rincian harga, penting memperhatikan jenis produk dan satuan yang digunakan, karena informasi di sini disajikan dalam rupiah per liter. Harga Pertamax yang disebutkan tetap sama dengan keterangan sebelumnya, sehingga tidak ada kenaikan ataupun penurunan yang dilaporkan untuk produk ini pada tanggal tersebut. Perubahan harga BBM dapat menjadi perhatian masyarakat karena memengaruhi perencanaan pengeluaran, terutama bagi pengguna kendaraan yang rutin membeli bahan bakar.
Untuk BBM bersubsidi, Pertalite dibanderol Rp10.000 per liter. Sementara itu, Bio Solar tercatat seharga Rp6.800 per liter. Kedua harga ini disampaikan sebagai rincian terpisah dari harga Pertamax, sebab kategori produk dan peruntukannya berbeda. Dengan demikian, konsumen dapat melihat tiga angka utama secara berdampingan: Pertamax Rp15.950 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, dan Bio Solar Rp6.800 per liter.
Baca juga: Kenaikan Harga BBM Pertamina September 2026 | Perubahan Jadwal KRL Jabodetabek hingga Akhir September 2026 | Perubahan Jadwal KRL Jabodetabek di Bulan September







