Kota Denpasar | PT Pertamina Patra Niaga menyatakan kondisi pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali mulai berangsur kondusif. Perusahaan terus mengupayakan pemulihan layanan agar penyaluran BBM kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik. Keterangan tersebut disampaikan VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, dalam keterangan tertulis pada Kamis, 15 Oktober.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa situasi pasokan dan distribusi di wilayah Bali mulai bergerak menuju kondisi yang lebih terkendali. Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa upaya pemulihan layanan masih terus dilakukan. Dengan demikian, perusahaan menempatkan kelancaran penyaluran sebagai bagian penting dari langkah yang sedang dijalankan, sembari memantau perkembangan kondisi di lapangan.
Kitty Andhora menyebut perusahaan berupaya mempercepat pemulihan layanan. Keterangan itu menjadi penjelasan Pertamina Patra Niaga mengenai perkembangan pasokan BBM di Bali, sekaligus menegaskan bahwa proses pemulihan belum berhenti. Perusahaan berupaya menjaga agar distribusi dapat kembali berjalan lebih kondusif dan pelayanan kepada masyarakat semakin pulih. Pertamina Patra Niaga menyampaikan perkembangan tersebut melalui keterangan tertulis, tanpa merinci dalam pernyataan ini wilayah tertentu yang telah mengalami perubahan kondisi.
Berangsur kondusifnya pasokan dan distribusi menjadi perkembangan yang penting bagi aktivitas masyarakat serta kebutuhan layanan di Bali. Meski demikian, keterangan perusahaan menekankan upaya yang masih berlangsung untuk mempercepat pemulihan, bukan menyatakan bahwa seluruh kondisi telah sepenuhnya kembali normal. Penyaluran BBM dan layanan terkait masih menjadi perhatian dalam proses tersebut. Informasi yang disampaikan Kitty memberikan gambaran mengenai arah penanganan yang dilakukan Pertamina Patra Niaga, yaitu mendorong pemulihan layanan dan menjaga distribusi tetap berlangsung. Perusahaan menyatakan terus berupaya agar kondisi pasokan BBM di Bali semakin kondusif. Keterangan itu disampaikan pada Kamis, 15 Oktober, sebagaimana tercantum dalam pernyataan tertulis perusahaan.
Pertamina mengoptimalkan kedatangan kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat pasokan di Bali. Pengaturan jadwal kedatangan ini dilakukan untuk mendukung pemulihan ketersediaan BBM sekaligus menjaga penyaluran kepada masyarakat tetap berjalan. Pasokan tambahan yang direncanakan mencapai sekitar 57,9 juta liter, dengan pengiriman dilakukan melalui terminal yang melayani kebutuhan wilayah tersebut.
Hingga tahap ini, sekitar 19 juta liter BBM telah tiba di Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis. Kedatangan tersebut merupakan bagian dari rencana tambahan pasokan, bukan keseluruhan volume yang disiapkan. Sisa pasokan dijadwalkan tiba secara bertahap dalam dua hingga tiga hari ke depan. Dengan pengaturan berjenjang, Pertamina dapat menyesuaikan penerimaan pasokan di terminal dengan proses penyaluran berikutnya ke berbagai SPBU di Bali.
Tambahan BBM yang didatangkan mencakup Pertalite dan Pertamax. Kedua jenis bahan bakar ini ditujukan untuk memperkuat ketersediaan produk yang dibutuhkan konsumen serta membantu memperlancar distribusi ke SPBU. Pasokan yang masuk akan menjadi dukungan bagi rantai penyaluran, mulai dari penerimaan di terminal hingga pengiriman ke titik layanan. Proses tersebut dijalankan secara bertahap seiring tibanya kapal dan kesiapan distribusi di lapangan.
Jadwal kedatangan pada 14–17 Oktober dan rencana tibanya sisa pasokan dalam beberapa hari berikutnya menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kelancaran suplai. Dengan volume tambahan yang terus diterima, ketersediaan Pertalite dan Pertamax diharapkan semakin kuat dan penyaluran ke SPBU dapat berlangsung lebih lancar. Pertamina mengatur kedatangan serta distribusi pasokan agar kebutuhan BBM masyarakat Bali dapat dilayani sejalan dengan pemulihan pasokan di wilayah tersebut.
Untuk memperlancar distribusi BBM di Bali, Pertamina mengerahkan 108 mobil tangki dengan dukungan 465 awak mobil tangki. Armada dan personel tersebut menopang kegiatan pengangkutan serta penyaluran BBM agar pasokan dapat bergerak lebih cepat dari terminal menuju SPBU. Kesiapan kendaraan dan awak menjadi unsur penting dalam menjaga kelancaran distribusi, terutama ketika kebutuhan masyarakat perlu dipenuhi di tengah upaya pemulihan pasokan. Dengan dukungan operasional ini, pengiriman ke berbagai titik layanan dapat dilakukan secara berkesinambungan. Pengaturan armada juga membantu memastikan proses distribusi berlangsung lebih terkoordinasi, sementara petugas di lapangan mendukung kegiatan pengisian dan pengiriman sesuai kebutuhan. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Pertamina untuk mempercepat pemulihan pasokan dan menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat Bali.
Di sisi penerimaan dan penyaluran, Fuel Terminal Sanggaran serta Integrated Terminal Manggis dioperasikan selama 24 jam. Jam operasional tersebut memberi ruang bagi kedua fasilitas untuk mengoptimalkan penerimaan BBM dan menyalurkannya sesuai kebutuhan distribusi. Pengoperasian sepanjang hari mendukung kesinambungan proses di terminal, sehingga armada mobil tangki dapat memperoleh pasokan dan melanjutkan pengiriman. Sinergi terminal, kendaraan, dan awak menjadi penopang layanan di berbagai wilayah. Upaya ini juga membantu mengurangi hambatan dalam rantai pasok, sekaligus memberi dukungan bagi SPBU yang melayani masyarakat. Dengan operasi terminal yang terus berjalan, penyaluran BBM dapat disesuaikan secara lebih sigap dengan kebutuhan di lapangan, termasuk pada saat sejumlah lokasi memerlukan tambahan pasokan untuk memperbaiki ketersediaan dan memperlancar pelayanan kepada konsumen.
Untuk memperluas akses masyarakat, sebanyak 66 SPBU di Denpasar dan Badung turut beroperasi selama 24 jam. Layanan tanpa jeda ini memberi pilihan waktu pengisian yang lebih leluasa dan membantu mengurai antrean, karena konsumen tidak hanya bergantung pada jam operasional terbatas. Dukungan tersebut melengkapi penambahan armada dan pengoperasian terminal sepanjang hari, sehingga penyaluran dapat menjangkau titik layanan sekaligus mendukung kebutuhan pengguna kendaraan. Kitty menyatakan bahwa upaya pemulihan akan terus dilanjutkan agar penyaluran BBM semakin lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Pertamina melanjutkan koordinasi operasional dengan mengoptimalkan fasilitas, kendaraan, personel, dan layanan SPBU. Melalui langkah-langkah tersebut, perusahaan berupaya menjaga akses BBM tetap tersedia selama proses pemulihan pasokan di Bali berlangsung.
Pertamina Patra Niaga turut mengoptimalkan layanan penjualan BBM secara literan di sejumlah SPBU di Kota Denpasar. Layanan ini disiapkan sebagai salah satu upaya untuk membantu masyarakat memperoleh bahan bakar, terutama di tengah tingginya kepadatan kendaraan dan antrean pada titik-titik tertentu. Penempatan layanan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan, sehingga penjualan literan dapat mendukung pelayanan di lokasi yang membutuhkan perhatian lebih. Sejak hari pertama pelaksanaan, volume penjualan melalui layanan tersebut mencapai sekitar 5.000 liter per hari. Capaian itu menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat terhadap pilihan layanan yang lebih mudah dijangkau ketika antrean kendaraan meningkat.
Optimalisasi penjualan literan berjalan sebagai bagian dari langkah pelayanan di SPBU, sementara pasokan dan distribusi BBM tetap dikelola sesuai kebutuhan wilayah. Masyarakat diimbau mengikuti arahan petugas dan ketentuan yang berlaku saat membeli BBM, termasuk memperhatikan jumlah pembelian serta jenis bahan bakar yang sesuai dengan kendaraannya. Dengan demikian, pelayanan dapat berlangsung tertib dan BBM yang tersedia dapat menjangkau lebih banyak pengguna. Pertamina Patra Niaga juga terus mengupayakan layanan yang responsif terhadap kondisi kepadatan di lapangan, agar masyarakat dapat memperoleh BBM dengan aman dan tidak menimbulkan hambatan bagi pengguna jalan maupun kegiatan operasional SPBU.
Perusahaan mengingatkan masyarakat agar menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Pembelian hendaknya dilakukan untuk pemakaian yang wajar, bukan untuk disimpan dalam jumlah berlebihan atau dialihkan kepada pihak lain. Masyarakat juga diminta tidak menimbun BBM, serta tidak membeli BBM subsidi dengan maksud menjualnya kembali secara ilegal. Praktik tersebut dapat mengganggu kelancaran distribusi, mengurangi ketersediaan bagi pengguna yang berhak, dan merugikan masyarakat luas.
Baca juga: Transformasi BPJS Kesehatan: Menuju Layanan Berbasis Nilai | Di tengah antrean yang terjadi di sejumlah SPBU, Pertamina memastikan ketersediaan BBM di Makassar tetap aman | Penambahan SPBU Modular untuk Meningkatkan Layanan BBM di Makassar






