Dukungan Pemda Dinilai Menjadi Kunci Pengembangan Kawasan Industri di Jawa Timur

Dukungan Pemda Dinilai Menjadi Kunci Pengembangan Kawasan Industri di Jawa Timur

Surabaya | Menteri Perindustrian RI Muhammad Sarmuji menilai kawasan industri memiliki peran penting sebagai penggerak industrialisasi, termasuk di Jawa Timur. Menurutnya, keberadaan kawasan tersebut dapat menjadi sarana strategis untuk mempercepat pertumbuhan sektor manufaktur, memperluas kapasitas produksi, serta menciptakan ekosistem usaha yang lebih terarah. Pandangan itu disampaikan Sarmuji kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Senin, 12 Oktober 2026.

Kawasan industri dipandang menawarkan paket pendukung yang relatif lengkap bagi kegiatan industri. Di dalamnya, pelaku usaha dapat memperoleh akses terhadap lahan, infrastruktur dasar, jaringan utilitas, pengelolaan lingkungan, hingga layanan penunjang operasional. Ketersediaan berbagai kebutuhan dalam satu kawasan dapat membantu perusahaan menghemat waktu dan biaya ketika memulai maupun mengembangkan kegiatan produksi.

Konsep tersebut juga berpotensi meningkatkan kepastian berusaha. Dengan perencanaan ruang dan fasilitas yang disiapkan secara terpadu, perusahaan dapat lebih mudah menyesuaikan rencana investasi dengan kebutuhan industri. Kondisi ini penting untuk menarik penanaman modal baru, mendorong penguatan rantai pasok, dan meningkatkan daya saing daerah dalam menghadapi persaingan antarwilayah.

Namun, pengembangan kawasan industri tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah pusat. Sarmuji menekankan perlunya dukungan pemerintah daerah agar proses pembangunan berjalan efektif dan memberikan manfaat yang luas. Dukungan itu dapat berupa penyediaan infrastruktur penghubung, penyelarasan kebijakan tata ruang, percepatan layanan perizinan, serta penguatan koordinasi dengan masyarakat dan pelaku usaha.

Sinergi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten atau kota menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan kawasan industri. Pemerintah daerah memiliki pengetahuan lebih dekat mengenai kondisi wilayah, kebutuhan tenaga kerja, dan karakteristik masyarakat setempat. Karena itu, keterlibatan aktif daerah diperlukan untuk memastikan pengembangan kawasan berlangsung tertib, inklusif, dan selaras dengan agenda pembangunan Jawa Timur.

Dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu prasyarat penting dalam pengembangan kawasan industri di Jawa Timur. Menurut Sarmuji, pemerintah daerah perlu menyiapkan berbagai unsur dasar yang memungkinkan kawasan tersebut dibangun dan dioperasikan secara efektif. Dukungan itu tidak hanya berkaitan dengan kebijakan, tetapi juga mencakup penyediaan infrastruktur, ketersediaan lahan, serta kebutuhan pendukung lain yang diperlukan oleh pelaku usaha.

Infrastruktur merupakan bagian utama yang harus dipastikan sejak tahap perencanaan. Akses jalan yang memadai, jaringan listrik, pasokan air, sistem telekomunikasi, serta fasilitas pengelolaan limbah perlu disiapkan agar kegiatan industri dapat berlangsung dengan lancar. Konektivitas kawasan industri, pusat produksi, pelabuhan, dan jalur distribusi juga akan memengaruhi efisiensi logistik serta daya tarik kawasan bagi calon investor.

Selain infrastruktur, pemerintah daerah perlu memastikan tersedianya lahan yang sesuai, baik dari sisi luas, status kepemilikan, maupun kesesuaian tata ruang. Kepastian mengenai lahan dapat mengurangi hambatan dalam proses pembangunan dan memberikan kejelasan bagi perusahaan yang berencana menanamkan modal. Kebutuhan pendukung lainnya, seperti layanan perizinan, fasilitas umum, dan kesiapan tenaga kerja, juga perlu diperhitungkan secara terpadu.

Sarmuji menegaskan bahwa kawasan industri akan dibangun dengan mempertimbangkan potensi wilayah. Artinya, penentuan lokasi tidak dapat dilakukan secara seragam tanpa melihat karakteristik dan keunggulan masing-masing daerah. Di Jawa Timur, ia belum menunjuk lokasi tertentu karena kawasan industri akan ditentukan berdasarkan wilayah yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Penilaian tersebut dapat mencakup ketersediaan lahan, akses transportasi, sumber daya, serta kesesuaian dengan sektor industri yang hendak dikembangkan.

Kesiapan seluruh unsur tersebut menjadi kunci agar kawasan industri tidak sekadar berdiri secara fisik, tetapi benar-benar berfungsi sebagai penggerak pertumbuhan sektor industri. Dengan dukungan pemerintah daerah yang terarah dan berbasis potensi lokal, pengembangan kawasan diharapkan mampu menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat kegiatan ekonomi di berbagai wilayah Jawa Timur.

Pernyataan mengenai pentingnya dukungan pemerintah daerah bagi pengembangan kawasan industri di Jawa Timur disampaikan Sarmuji seusai menghadiri rangkaian kegiatan resmi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pernyataan tersebut muncul setelah ia menerima penghargaan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kategori emas dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dengan demikian, pandangan yang disampaikan Sarmuji berada dalam konteks momentum penghargaan sekaligus peringatan penting bagi provinsi tersebut.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Sarmuji. Penyerahan berlangsung dalam upacara Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Upacara tersebut menjadi tempat berlangsungnya pemberian penghargaan, sebelum Sarmuji menyampaikan pandangannya mengenai peran pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan dan pengembangan kawasan industri di Jawa Timur.

Lencana Jer Basuki Mawa Beya kategori emas diberikan atas dedikasi Sarmuji dalam membangun Jawa Timur. Penghargaan tersebut menandai pengakuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap dedikasi yang telah ia berikan bagi pembangunan provinsi. Setelah menerima penghargaan secara langsung dari Gubernur Jawa Timur, Sarmuji menyampaikan pentingnya dukungan pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya mengembangkan kawasan industri. Konteks ini memperlihatkan bahwa pernyataannya disampaikan dalam suasana resmi, setelah ia memperoleh penghargaan pada peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Momentum tersebut menghubungkan penghargaan atas dedikasinya dalam membangun Jawa Timur dengan pandangannya mengenai kebutuhan dukungan pemerintah daerah bagi kemajuan kawasan industri di wilayah tersebut.

Sarmuji mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjalankan pembangunan di berbagai sektor. Menurutnya, data yang disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan gambaran bahwa pembangunan daerah berjalan cukup baik, sekaligus menunjukkan adanya capaian yang patut dihargai. Penyampaian data tersebut menjadi dasar penting untuk melihat perkembangan Jawa Timur secara objektif, terutama dalam konteks pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing daerah.

Berdasarkan data yang dipaparkan gubernur, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur berada di atas rata-rata nasional. Capaian itu juga tercatat sebagai yang tertinggi di kawasan Jawa. Bagi Sarmuji, posisi tersebut mencerminkan kinerja pembangunan yang terus bergerak dan kemampuan pemerintah daerah dalam menjaga momentum pertumbuhan. Ia menilai capaian itu tidak terlepas dari kerja bersama pemerintah, dunia usaha, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan yang berkontribusi terhadap kemajuan Jawa Timur.

Penghargaan yang diterimanya juga memiliki makna tersendiri bagi Sarmuji. Ia memandang penghargaan tersebut sebagai bentuk penilaian Gubernur Jawa Timur dan jajaran terhadap akumulasi perjalanan pengabdiannya selama ini. Penghargaan itu membuatnya merasa diperhatikan sebagai warga Jawa Timur yang berusaha memberikan kontribusi bagi daerah. Karena itu, penghargaan tersebut tidak hanya dipandang sebagai pengakuan, tetapi juga sebagai dorongan moral untuk terus bekerja dan memberikan manfaat yang lebih besar.

Sarmuji menyatakan bahwa penghargaan tersebut akan memotivasinya untuk berbuat lebih baik pada masa mendatang. Ia menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan, sekaligus memberikan penghormatan terhadap peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur. Baginya, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mengapresiasi perjalanan pembangunan daerah dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga kemajuan Jawa Timur.

Baca juga: Kebakaran Hutan Melanda Tiga Gunung di Jawa Timur | Tantangan Terkini dalam Industri Asuransi Kesehatan Indonesia | Bandara-Bandara Kunci di Jawa Kembali Beroperasi Pasca Erupsi