Jakarta | PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menggelar BSI International Expo 2026 dengan tema “Buy Local, Go Global” untuk menghubungkan generasi muda, khususnya Gen Z, dengan produk lokal dan gaya hidup halal. Pameran ini dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Melalui acara tersebut, BSI ingin menghadirkan ruang bagi pengunjung untuk mengenal lebih dekat ragam produk Indonesia sekaligus memahami peluangnya di pasar yang lebih luas.
Ajakan untuk membeli produk lokal dalam expo ini tidak semata-mata bertumpu pada asal produk. Fokusnya adalah memperkenalkan karya dan usaha Indonesia yang memiliki kualitas, daya saing, serta kapasitas untuk memenuhi kebutuhan konsumen modern. Sejumlah produk dalam negeri telah menembus pasar internasional, menunjukkan bahwa label lokal dapat berjalan seiring dengan standar dan aspirasi global. Karena itu, dukungan terhadap produk Indonesia dapat didasarkan pada mutu, inovasi, dan nilai yang ditawarkan, bukan hanya pada identitas asalnya.
Bagi Gen Z, pilihan konsumsi kerap berkaitan dengan nilai, gaya hidup, dan kemudahan menemukan informasi. Expo ini dapat menjadi kesempatan untuk melihat langsung bagaimana prinsip halal hadir dalam berbagai kategori produk, serta bagaimana pelaku usaha mengembangkan produk yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari. Pendekatan tersebut memperluas pemahaman bahwa halal lifestyle tidak terbatas pada makanan, tetapi juga dapat mencakup pilihan produk dan layanan yang selaras dengan prinsip halal.
Dengan tema “Buy Local, Go Global”, BSI menempatkan kebanggaan terhadap produk lokal dalam konteks yang lebih luas: mendukung usaha Indonesia sekaligus mengakui potensi mereka untuk bersaing lintas negara. Pameran di JICC diharapkan mempertemukan konsumen, pelaku usaha, dan mitra dari berbagai sektor. Bagi pengunjung muda, pengalaman tersebut dapat membantu membangun apresiasi yang lebih kritis terhadap produk lokal—dengan menilai kualitas, manfaat, proses, dan nilai tambahnya. Dukungan Gen Z, pada akhirnya, dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem usaha halal Indonesia dan mendorong produk berkualitas menjangkau lebih banyak pasar.Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, melihat besarnya jumlah penduduk Muslim sebagai landasan penting untuk memperkuat industri halal nasional. Dari sekitar 290 juta penduduk Indonesia, sebanyak 253 juta orang atau kurang lebih 87 persen beragama Islam. Angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan dan minat terhadap produk serta layanan halal memiliki basis pasar yang luas. Namun, besarnya populasi saja tidak otomatis menjadikan industri nasional kuat. Peluang itu perlu diiringi kemampuan pelaku usaha dalam menghadirkan produk berkualitas, inovatif, dan mampu bersaing.
Peran generasi muda menjadi perhatian dalam upaya mengembangkan potensi tersebut. Menurut Anggoro, kelompok usia muda mencakup mayoritas, yakni sekitar 51 persen dari populasi Indonesia. Mereka dinilai dinamis dan adaptif terhadap perubahan, termasuk tren global yang membentuk cara masyarakat memilih, menggunakan, dan mempromosikan produk. Karakter tersebut memberi generasi muda ruang untuk menjadi konsumen yang aktif sekaligus penggerak pasar. Pilihan mereka dapat mendorong pelaku usaha memperbarui produk, memperluas jangkauan pemasaran, serta menjaga relevansi merek lokal di tengah persaingan.
Ketika generasi muda memilih produk lokal karena mutu dan inovasinya, keputusan itu turut membangun kepercayaan terhadap kemampuan industri dalam negeri. Dukungan pasar dapat membantu merek lokal berkembang, memperkuat daya saing, dan membuka peluang agar produk halal Indonesia lebih dikenal. Karena itu, pengembangan industri halal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan ketentuan kehalalan, tetapi juga dengan pengalaman konsumen, desain, kualitas, dan nilai yang ditawarkan suatu produk.
Anggoro berharap halal lifestyle atau gaya hidup halal dapat tumbuh sebagai pilihan yang membanggakan, bukan sekadar kewajiban atau tren sesaat. Dalam pandangan tersebut, nilai halal berjalan seiring dengan pilihan atas produk lokal yang memiliki kualitas, inovasi, dan daya saing. Generasi muda dapat membantu mewujudkannya melalui kebiasaan memilih produk dengan pertimbangan yang lebih luas, serta mengenalkan pilihan itu kepada lingkungan dan komunitasnya. Jika dukungan tersebut konsisten, pasar domestik dapat menjadi pijakan bagi pertumbuhan industri halal nasional. Dengan memanfaatkan kedekatan generasi muda terhadap tren dan komunikasi digital, merek lokal juga berpeluang merespons kebutuhan konsumen dengan lebih cepat. Potensi demografis dan keterlibatan konsumen pun dapat saling menguatkan bagi perkembangan pasar halal Indonesia.
Dengan menghadirkan 426 tenant, BSI International Expo 2026 menawarkan gambaran luas tentang perkembangan produk dan layanan halal lokal. Ragam peserta mencakup sektor fesyen, kuliner, kecantikan, halal tour and travel, properti, emas, hingga otomotif. Skala tersebut memberi pengunjung kesempatan untuk melihat beragam kategori usaha dalam satu lokasi, sekaligus mengenal pelaku bisnis Indonesia yang membangun produk sesuai kebutuhan konsumen masa kini. Pameran ini juga mempertemukan berbagai jenis usaha, dari merek rintisan hingga bisnis yang telah memperluas jangkauan ke pasar internasional.
Di peserta yang dapat dijumpai, Lokamov membawa produk sepatu lokal yang menunjukkan potensi industri alas kaki Indonesia. Pada sektor kuliner, Othman dan Kopi Kalyan menjadi contoh merek yang telah membuka gerai di Jepang. Kehadiran keduanya memperlihatkan bagaimana usaha Indonesia dapat memperkenalkan produk dan pengalaman kuliner kepada konsumen di luar negeri. Sementara itu, Spesial Soto Boyolali (SSB) Hj. Hesti mengembangkan bisnisnya hingga Arab Saudi. Contoh-contoh tersebut memberi konteks nyata mengenai beragam jalur pertumbuhan usaha, baik melalui pembukaan gerai di pasar baru maupun pengembangan layanan kuliner lintas negara.
Pengunjung juga dapat menjelajahi busana muslim karya desainer, parfum lokal, serta berbagai produk dan layanan halal lainnya. Pilihan fesyen menghadirkan karya yang menggabungkan kebutuhan berpakaian dengan ragam gaya, sedangkan produk kecantikan dan parfum menawarkan alternatif buatan merek dalam negeri. Selain produk konsumsi, kategori seperti properti, emas, otomotif, dan perjalanan halal memperluas cakupan pameran. Dengan variasi tersebut, pengunjung dapat membandingkan pilihan, bertanya langsung kepada tenant, dan memperoleh informasi mengenai produk maupun layanan yang tersedia. BSI International Expo 2026 menjadi ruang untuk mengenali kualitas serta ragam inovasi usaha lokal, termasuk merek yang telah melangkah ke pasar global, sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem halal Indonesia melalui perhatian dan pilihan konsumen.
BSI International Expo 2026 tidak hanya berfungsi sebagai ruang pameran untuk memperkenalkan produk halal lokal kepada pengunjung. Expo ini juga menghadirkan business hub, yaitu wadah yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra dan pembeli. Kehadiran ruang tersebut memperluas fungsi acara: selain memberi kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal produk, expo membuka ruang bagi usaha untuk membangun hubungan bisnis yang relevan. Dengan demikian, pelaku UMKM dapat menjangkau pihak-pihak yang berpotensi mendukung pengembangan usaha, sementara calon mitra dan pembeli memperoleh kesempatan untuk menemukan produk halal lokal.
Business hub dalam expo ini mengakomodasi dua skema, yakni business-to-consumer (B2C) dan business-to-business (B2B). Melalui B2C, pelaku usaha dapat berhubungan langsung dengan konsumen, sedangkan skema B2B mempertemukan usaha dengan calon mitra bisnis maupun pembeli dalam konteks hubungan antarbisnis. Kedua pendekatan tersebut memberi ruang interaksi yang berbeda, tetapi sama-sama mendukung pengenalan produk dan pembentukan hubungan. Penggabungan B2C dan B2B juga menempatkan expo sebagai titik temu bagi kebutuhan konsumen serta peluang kerja sama usaha, tanpa membatasi manfaat acara hanya pada kegiatan memamerkan barang.
Tujuan business hub ini mencakup perluasan jejaring bisnis, pembukaan peluang ekspor, dan dorongan agar UMKM dapat naik kelas.






